Korban Love Scam Internasional di Jabar Merugi Rp 4,8 Miliar, Polisi Tangkap Dua Pelaku

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat mengumumkan pengungkapan jaringan penipuan berkedok percintaan yang beroperasi lintas negara. Dua tersangka yang diduga menjadi bagian dari sindikat...

Jul 27, 2026 - 21:58
0 0
Korban Love Scam Internasional di Jabar Merugi Rp 4,8 Miliar, Polisi Tangkap Dua Pelaku

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat mengumumkan pengungkapan jaringan penipuan berkedok percintaan yang beroperasi lintas negara. Dua tersangka yang diduga menjadi bagian dari sindikat internasional tersebut telah ditangkap, sementara dua warga Jawa Barat tercatat sebagai korban dengan kerugian fantastis mencapai Rp 4,8 miliar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Komisaris Besar Andi, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa sindikat ini berpusat di Kamboja dan telah merancang skenario penipuan yang sangat meyakinkan. Para pelaku dengan sabar membangun hubungan emosional selama berbulan-bulan sebelum akhirnya mengeruk uang para korban melalui berbagai dalih.

Korban pertama, seorang wanita paruh baya berinisial M (48) asal Kota Bandung, mengaku kehilangan lebih dari Rp 2,3 miliar. Ia berkenalan dengan seorang pria yang mengaku sebagai pengusaha sukses asal Inggris melalui platform media sosial. Setelah komunikasi intensif, pria tersebut meyakinkan M untuk berinvestasi dalam platform perdagangan mata uang kripto ilegal. Tanpa curiga, M mentransfer dana secara bertahap, termasuk menjual aset tanah miliknya. Baru setelah mencoba menarik keuntungan dan merasa diabaikan, M menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan.

Sementara itu, korban kedua adalah seorang pria berinisial D (52), pengusaha di Bekasi, yang merugi sekitar Rp 2,5 miliar. D terpikat oleh seorang perempuan cantik yang mengaku sebagai dokter di Singapura. Cerita fiktif tentang keadaan darurat medis yang membutuhkan biaya operasi besar serta kiriman paket berharga yang tertahan bea cukai membuat D mengirimkan uang dalam jumlah besar. Total kerugian D bahkan melampaui korban pertama, mencapai Rp 2,5 miliar.

Modus Operandi Sindikat

Berdasarkan hasil penyelidikan, sindikat ini menerapkan metode love scam yang sangat terstruktur. Mereka menggunakan foto profil atraktif yang dicuri dari internet dan membangun identitas palsu yang meyakinkan. Tim operator di Kamboja bekerja dalam shift untuk terus berkomunikasi dengan calon korban via chat dan panggilan video, menggunakan perangkat lunak penyaring suara dan video rekayasa. Setelah korban benar-benar percaya dan terjalin hubungan romantis, mereka akan meminta uang dengan alasan investasi, biaya darurat, pengiriman barang, atau bahkan ongkos pertemuan yang tak pernah terjadi.

Dua tersangka yang berhasil diamankan di Indonesia, yaitu sepasang suami istri berinisial R (45) dan S (42), berperan sebagai penadah dana hasil kejahatan. Mereka membuka banyak rekening bank dengan identitas berbeda untuk menerima aliran uang dari korban sebelum dikirim ke pusat sindikat di Kamboja melalui jaringan money changer ilegal. Keduanya mendapatkan komisi sebesar 10-15 persen dari setiap transaksi. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti puluhan kartu ATM, buku tabungan, ponsel, dan dokumen transfer.

Komisaris Besar Andi menambahkan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama dengan Divisi Hubungan Internasional Polri dan otoritas Kamboja. “Kami masih mengejar beberapa aktor kunci yang berada di luar negeri. Kasus ini menunjukkan betapa rapi dan profesionalnya sindikat love scam internasional beroperasi,” ujarnya. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada kenalan dari dunia maya yang belum pernah bertemu secara langsung, terutama jika sudah melibatkan permintaan uang.

Dampak yang dialami para korban tidak hanya bersifat material, tetapi juga psikologis. Rasa malu, depresi, hingga kehancuran rumah tangga menjadi bagian dari penderitaan yang harus mereka tanggung. Psikolog forensik yang dihadirkan Polda Jabar menyatakan bahwa sindikat ini mengeksploitasi kelemahan emosional dan kesepian para korban. Pola manipulasi bertahap membuat korban sulit menyadari bahwa mereka sedang ditipu.

Kepolisian menekankan beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan warga: selalu verifikasi identitas teman daring melalui panggilan video realistis, jangan mudah mengirimkan uang, dan laporkan segera jika menemukan indikasi penipuan. Masyarakat juga diajak untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama jika menemukan tetangga atau kerabat yang tiba-tiba mencairkan aset dalam jumlah besar tanpa alasan jelas.

Saat ini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. Total kerugian dari sindikat ini diperkirakan bisa lebih besar mengingat luasnya jaringan mereka. Polda Jabar berjanji akan terus mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya dan bekerja sama dengan Interpol untuk menangkap otak di balik kejahatan terorganisir ini. Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi call center kepolisian di 110 jika memiliki informasi terkait kasus serupa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User