Korban Jatuh dari Jembatan Rantau Berangin Ditemukan Meninggal

KUOK, KAMPAR — Operasi pencarian yang melibatkan puluhan personel gabungan akhirnya membuahkan hasil. Warga yang dilaporkan terjatuh dari Jembatan Rantau B

Jul 18, 2026 - 14:09
0 0

KUOK, KAMPAR — Operasi pencarian yang melibatkan puluhan personel gabungan akhirnya membuahkan hasil. Warga yang dilaporkan terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin di aliran Sungai Kampar, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau, berhasil ditemukan pada Minggu sore dalam kondisi meninggal dunia. Korban dievakuasi sekitar pukul 16.30 WIB setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif selama lebih dari 28 jam sejak laporan diterima.

Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas ini bermula pada Sabtu siang, ketika saksi mata melihat seorang pria dewasa tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan jatuh dari jembatan besi yang membentang di atas Sungai Kampar tersebut. Saksi yang berada tak jauh dari lokasi segera melaporkan insiden itu ke aparatur desa setempat, yang kemudian meneruskan laporan ke Basarnas Pekanbaru.

Saya melihat langsung korban seperti terpeleset, lalu langsung jatuh ke sungai. Arus saat itu cukup deras karena hujan semalaman. Kami langsung teriak minta tolong, tetapi korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan,

tutur Arman (45), salah seorang warga yang menjadi saksi mata kejadian, saat ditemui di lokasi.

Operasi SAR Gabungan

Basarnas Pekanbaru mengerahkan satu tim penuh yang terdiri dari delapan personel rescue. Mereka bergabung dengan unsur-unsur lain seperti BPBD Kabupaten Kampar, personel Polsek Kuok, aparat Koramil, serta puluhan relawan warga setempat. Total kekuatan personel yang terlibat dalam operasi ini mencapai lebih dari 40 orang.

Strategi pencarian dibagi menjadi dua zona utama:

  • Zona A: area sekitar titik jatuh korban di bawah jembatan, disisir menggunakan perahu karet dengan metode surface sweep dan penyelaman dangkal.
  • Zona B: radius 2 hingga 5 kilometer ke arah hilir sungai, mencakup area semak riparian dan pusaran air yang rawan menahan objek.

Kendala utama yang dihadapi tim SAR adalah arus sungai yang cukup deras serta visibilitas bawah air yang rendah akibat tingginya sedimentasi pasca hujan. Kedalaman Sungai Kampar di sekitar jembatan bervariasi antara 4 hingga 7 meter dengan suhu air yang dingin, menambah tingkat kesulitan operasi penyelaman.

Detik-detik Penemuan

Menurut keterangan Kepala Basarnas Pekanbaru, titik terang mulai muncul pada hari kedua pencarian. Tim yang menyusuri tepian sungai di sekitar koordinat 0°22'47.2"N 100°51'04.6"E menemukan indikasi keberadaan jasad di sebuah pusaran air kecil yang diapit batuan besar, sekitar 3,2 kilometer dari titik awal korban jatuh.

Korban kami temukan dalam kondisi tersangkut di antara batuan di bawah permukaan, sekitar 2,5 meter dari tepi. Proses evakuasi berlangsung sekitar 20 menit karena medan yang cukup licin. Jenazah kemudian langsung kami serahkan ke pihak keluarga dan kepolisian untuk proses lebih lanjut,

jelas Kepala Basarnas Pekanbaru melalui keterangan resmi.

Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Kuok untuk identifikasi dan visum awal sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Pihak kepolisian menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan kasus ini diklasifikasikan sebagai kecelakaan murni.

Respons Pemerintah dan Masyarakat

Camat Kuok, yang turut hadir di lokasi saat proses evakuasi, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi kerja cepat seluruh elemen SAR gabungan. Ia juga mengingatkan warga untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar area jembatan, terutama pada musim penghujan ketika permukaan jembatan menjadi licin dan arus sungai meninggi.

Rasa duka juga mengalir dari warga setempat. Puluhan warga berkumpul di sepanjang tepi sungai saat proses evakuasi berlangsung. Isak tangis keluarga pecah begitu jenazah berhasil diangkat ke daratan. Korban dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di desanya.

Jembatan Rantau Berangin sendiri merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Kuok. Meski memiliki pagar pengaman di kedua sisi, warga kerap mengeluhkan kondisi lantai jembatan yang mulai keropos di beberapa titik. Insiden ini memicu kembali desakan agar pemerintah daerah segera melakukan rehabilitasi total terhadap jembatan yang sudah berusia lebih dari 20 tahun tersebut.

Operasi SAR secara resmi ditutup pada pukul 17.15 WIB. Seluruh personel gabungan kembali ke kesatuan masing-masing dengan satu catatan penting: kerja sama multipihak yang solid telah memastikan korban dapat segera ditemukan dan mendapatkan prosesi pemakaman yang layak sesuai adat setempat.

[SOCIAL_TWEET]: Operasi SAR gabungan berhasil menemukan warga yang jatuh dari Jembatan Rantau Berangin, Kampar, dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan 3,2 km dari titik jatuh setelah 28 jam pencarian intensif. #Riau #SAR #Kampar[SOCIAL_TG]: 🚨 *UPDATE SAR KAMPAR* — Korban jatuh dari Jembatan Rantau Berangin ditemukan meninggal dunia setelah 28 jam pencarian. Tim gabungan evakuasi jenazah 3,2 km dari lokasi jatuh. Berita selengkapnya klik tautan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User