Kolaborasi Kemkomdigi dan Makassar Creative Hub Lahirkan Generasi Technopreneur Muda

MAKASSAR — Upaya memperkuat ekosistem digital nasional makin nyata. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengumumkan komitmennya untuk berkolaborasi secara intensif dengan Makassar Creati...

Jul 28, 2026 - 09:05
0 0
Kolaborasi Kemkomdigi dan Makassar Creative Hub Lahirkan Generasi Technopreneur Muda

MAKASSAR — Upaya memperkuat ekosistem digital nasional makin nyata. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengumumkan komitmennya untuk berkolaborasi secara intensif dengan Makassar Creative Hub (MCH) guna mencetak ribuan wirausaha muda berbasis teknologi atau technopreneur. Sinergi ini diharapkan menjadi katalisator lahirnya inovator digital dari Indonesia Timur yang siap bersaing di panggung global.

Langkah strategis tersebut diungkapkan dalam sebuah pertemuan antara jajaran pejabat Kemkomdigi dan pengelola MCH di Kota Makassar, Kamis lalu. Dalam kesempatan itu, Direktur Pemberdayaan Talenta Digital Kemkomdigi, Dr. Rina Purnamasari, menegaskan bahwa potensi pemuda Sulawesi Selatan di bidang teknologi sangat besar dan tinggal menunggu sentuhan kebijakan yang tepat.

Program Inkubasi Terpadu

Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui program inkubasi bisnis terpadu yang memadukan kurikulum nasional, pendampingan mentor berpengalaman, akses permodalan, hingga ruang kerja kreatif yang disediakan oleh Makassar Creative Hub. Menurut Dr. Rina, Kemkomdigi akan menyalurkan paket pelatihan intensif yang mencakup pengembangan produk digital, strategi pemasaran berbasis data, literasi keuangan, serta manajemen kekayaan intelektual.

“Kami tidak hanya ingin melahirkan pelaku usaha yang sekadar melek teknologi, tetapi juga technopreneur yang tangguh dan mampu menciptakan lapangan kerja baru. MCH memiliki ekosistem kreatif yang matang, sehingga menjadi mitra ideal,” ujarnya. Ditargetkan, sebanyak 500 peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar SMK, dan komunitas pemuda akan mengikuti batch perdana yang dibuka pada kuartal ketiga tahun ini.

Peserta terpilih akan mendapatkan akses gratis ke seluruh fasilitas MCH, termasuk laboratorium rekayasa perangkat lunak, studio produksi konten digital, serta arena prototyping perangkat keras. Selain itu, mereka akan dipertemukan dengan jaringan investor dan modal ventura yang telah digandeng Kemkomdigi melalui program Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.

Fokus pada Sektor Prioritas

Program ini memusatkan perhatian pada sektor-sektor prioritas yang diyakini mampu mengatasi persoalan lokal dan membuka ceruk pasar baru. Tiga bidang utama yang akan digarap adalah teknologi pertanian dan perikanan (agritech dan aquatech), solusi finansial inklusif (fintech), serta pariwisata berbasis digital. Pemilihan sektor ini didasarkan pada karakteristik ekonomi Sulawesi Selatan yang kaya akan komoditas agrikultur dan destinasi wisata, namun masih memerlukan sentuhan inovasi teknologi untuk meningkatkan rantai nilai.

Kepala Makassar Creative Hub, Andi Tenri Ugi, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai bahwa keterlibatan pemerintah pusat akan memperkuat peran MCH yang selama ini telah menjadi rumah bagi komunitas kreatif di kawasan Indonesia Timur. “Selama tiga tahun terakhir, kami telah melahirkan lebih dari 50 startup binaan. Dengan dukungan Kemkomdigi, kami optimistis jumlah itu bisa berlipat ganda dan kualitasnya naik kelas,” papan Andi Tenri.

Di dalam MCH, para peserta akan dibagi ke dalam kluster-kluster pengembangan sesuai minat dan latar belakang mereka. Proses inkubasi berlangsung selama enam bulan dengan tahapan ideasi, validasi pasar, pengembangan produk minimum (MVP), hingga uji coba pemasaran. Pada akhir program, setiap kluster diwajibkan menjalani sesi demo day di hadapan dewan juri yang berasal dari kalangan praktisi industri dan regulator.

Dampak Ekonomi dan Pemerataan

Kemkomdigi menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi besar pemerataan ekonomi digital yang selama ini cenderung terkonsentrasi di Pulau Jawa. Dengan menjadikan Makassar sebagai hub technopreneurship, diharapkan muncul pusat-pusat inovasi serupa di kota-kota sekitarnya seperti Parepare, Palopo, hingga wilayah kepulauan di sekitarnya.

Data internal Kemkomdigi menunjukkan bahwa kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih didominasi oleh wilayah barat Indonesia. Oleh karena itu, perluasan ekosistem technopreneur ke kawasan tengah dan timur menjadi agenda mendesak. “Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur memiliki posisi strategis. Jika ekosistemnya kuat, efek pengganda akan langsung terasa hingga ke pelosok,” tambah Dr. Rina.

Selain itu, aspek inklusivitas menjadi perhatian serius. Kuota peserta akan disediakan secara proporsional bagi perempuan muda, penyandang disabilitas, serta anak muda dari keluarga prasejahtera. Rencananya, Kemkomdigi dan MCH juga akan menggelar roadshow sosialisasi ke sejumlah kampus dan komunitas untuk menjaring bakat-bakat yang belum tersentuh.

Dukungan infrastruktur digital turut diperkuat. Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika setempat telah mengkonfirmasi perluasan jaringan internet berkecepatan tinggi di kawasan MCH serta pembangunan titik-titik Wi-Fi publik tambahan. Dukungan ini diharapkan membuat proses inkubasi berjalan tanpa hambatan konektivitas.

Komitmen Keberlanjutan

Agar dampaknya tidak berakhir pascapelatihan, Kemkomdigi dan MCH merancang program lanjutan berupa pendampingan pasca-inkubasi serta akses ke program kredit usaha rakyat berbasis syariah dan konvensional yang dikelola oleh dinas koperasi. Lembaga penjamin kredit juga akan dilibatkan untuk mempermudah startup pemula memperoleh modal awal dengan persyaratan yang ramah bagi wirausaha muda.

“Kami tidak ingin ada istilah start-up mati muda. Oleh karena itu, keberlanjutan usaha menjadi indikator utama keberhasilan program ini. Kami bangun ekosistem yang memungkinkan mereka bertahan, berkembang, dan pada akhirnya menjadi lokomotif ekonomi digital di Sulawesi Selatan,” pungkas Andi Tenri.

Optimisme serupa datang dari kalangan pelaku usaha digital setempat yang telah lebih dulu merasakan manfaat keberadaan Makassar Creative Hub. Salah satu pendiri platform e-dagang hasil laut, Faisal, mengaku bahwa dirinya bermula dari anggota komunitas di MCH. “Dulu saya hanya punya ide mentah. Di sini saya dapat mentor, akses pasar, bahkan investor. Sekarang produk kami sudah diekspor ke Malaysia dan Jepang. Kehadiran Kemkomdigi akan membuat jalan seperti ini makin terbuka lebar bagi anak-anak muda lain,” tuturnya.

Ke depan, Kemkomdigi berencana menjadikan model kolaborasi dengan MCH sebagai percontohan yang akan direplikasi di kota-kota kreatif lain di seluruh Indonesia. Bila berhasil, program ini akan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong visi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2030.

Dengan adanya dukungan lintas pemangku kepentingan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas kreatif diyakini mampu mempercepat transformasi talenta muda menjadi motor penggerak technopreneurship nasional. Publik pun menanti gebrakan nyata dari kolaborasi yang digadang-gadang menjadi game changer bagi peta inovasi di kawasan Indonesia Timur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User