Kesaksian Mengejutkan Juru Parkir Terkait Jasad Pria di Klinik Jaksel

Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang biasanya tenang di akhir pekan, mendadak menjadi pusat perhatian setelah penemuan jenazah seorang pria di sebuah klinik kesehatan. Seorang juru parkir yan...

Jul 28, 2026 - 07:25
0 0
Kesaksian Mengejutkan Juru Parkir Terkait Jasad Pria di Klinik Jaksel

Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang biasanya tenang di akhir pekan, mendadak menjadi pusat perhatian setelah penemuan jenazah seorang pria di sebuah klinik kesehatan. Seorang juru parkir yang sehari-hari bekerja di sekitar klinik tersebut menjadi saksi kunci dalam mengungkap rentetan peristiwa sebelum tubuh Sutrimo ditemukan tak bernyawa. Kesaksiannya membuka lembaran baru bagi penyidik kepolisian yang kini tengah mengusut penyebab pasti kematian korban.

Suasana Tak Biasa di Halaman Klinik

Menurut penuturan saksi, suasana di sekitar klinik itu sebenarnya tampak normal pada sore hari sebelum kejadian. Namun, menjelang malam, ia melihat sebuah mobil yang tidak biasa diparkir di area yang biasanya kosong. Mobil tersebut, sebuah minibus berwarna gelap, terparkir dengan posisi agak menyerong, seolah pengemudinya terburu-buru. Saksi yang sudah belasan tahun bekerja sebagai juru parkir di sepanjang jalan itu merasa ada yang ganjil, tetapi saat itu ia mengira itu hanya pengunjung klinik yang sedang dalam kondisi darurat.

Keesokan paginya, aroma tak sedap mulai tercium dari arah ruang tunggu klinik yang berventilasi minim. Saksi bersama seorang petugas kebersihan klinik kemudian memberanikan diri memeriksa sumber bau. Saat itulah mereka menemukan tubuh Sutrimo terbaring kaku di lantai ruang tunggu, dengan luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Kepanikan segera melanda, dan warga sekitar langsung menghubungi pihak berwajib.

Sosok Sutrimo dan Jejak Terakhirnya

Sutrimo, 52 tahun, diketahui merupakan warga Pondok Labu, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan keluarga yang dihimpun di lokasi, korban sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis yang membahayakan. Keluarga mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan korban dua hari sebelum penemuan jenazah. Saat itu, Sutrimo mengatakan akan pergi menemui seseorang yang disebut-sebut sebagai rekan bisnisnya, namun ia tidak menyebut nama atau lokasi pasti pertemuan tersebut.

Pihak klinik mengaku tidak memiliki rekam medis atas nama Sutrimo. Direktur klinik, dalam keterangan tertulisnya kepada polisi, menyatakan bahwa korban tidak terdaftar sebagai pasien dan tidak ada janji temu atas namanya pada hari-hari sekitar kejadian. Hal ini semakin menambah misteri karena tidak ada saksi yang melihat korban memasuki klinik dalam keadaan hidup. Polisi kini mendalami kemungkinan korban dibawa ke lokasi setelah meninggal dunia, atau justru kejadian nahas terjadi di tempat lain sebelum jasadnya dipindahkan.

Kesaksian Berharga Sang Juru Parkir

Kesaksian juru parkir yang enggan disebutkan namanya itu menjadi salah satu petunjuk paling berharga bagi tim penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Ia mengaku melihat dengan jelas tiga orang tak dikenal keluar dari minibus gelap pada malam hari, sekitar pukul 22.00 WIB. Dua orang di antaranya tampak menyeret sesuatu yang dibungkus kain tebal menuju pintu samping klinik. Saat itu saksi hanya menduga mereka sedang memindahkan peralatan medis, mengingat gerbang utama klinik sudah terkunci dan pintu samping sering digunakan untuk bongkar muat barang.

“Saya tidak berani mendekat karena situasinya sepi dan mereka terlihat serius. Setelah sekitar 15 menit, ketiganya kembali ke mobil dan langsung pergi dengan kecepatan tinggi. Saya catat sebagian pelat nomornya, tapi tidak lengkap,” ujar saksi dalam pemeriksaan awal di Mapolsek Kebayoran Baru. Polisi sangat mengapresiasi keberanian saksi yang meskipun awalnya ragu, akhirnya memberikan informasi tersebut. Sebagian nomor polisi itu kini sedang dilacak melalui sistem tilang elektronik dan rekaman kamera pengawas di sepanjang jalan menuju klinik.

Selain itu, saksi juga menekankan bahwa sebelum ketiga orang misterius itu datang, ia sempat mendengar suara pertengkaran dari dalam mobil yang diparkir lebih dulu di area gelap sekitar 50 meter dari pos jaganya. Suara itu didominasi oleh bentakan laki-laki dan suara rintihan yang kini diduga berasal dari korban. Namun karena hujan rintik-rintik dan jarak yang cukup jauh, ia mengira itu hanyalah percekcokan biasa antara pengunjung tempat hiburan malam yang berdekatan dengan klinik.

Langkah Polisi dan Upaya Autopsi

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dalam keterangan pers singkatnya, menyatakan bahwa penyelidikan sudah memasuki tahap krusial. Polisi telah menyita rekaman CCTV dari klinik dan bangunan sekitar, namun dikabarkan sebagian kamera di area klinik tidak berfungsi pada malam kejadian karena pemadaman listrik bergilir. Meski demikian, petugas berhasil mendapatkan cuplikan dari sebuah toko kelontong yang memperlihatkan siluet minibus gelap melintas beberapa kali di sekitar lokasi pada rentang waktu yang dicurigai.

Polisi juga telah mengantongi identitas sementara ketiga orang yang diduga kuat berkaitan dengan peristiwa ini, berdasarkan penelusuran terhadap pemilik kendaraan dengan ciri dan pelat nomor yang cocok. Eksekusi penangkapan masih menunggu hasil autopsi penuh dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang diharapkan bisa mengungkap penyebab pasti kematian, apakah karena kekerasan benda tumpul, racun, atau sebab lain. “Kami belum bisa menyimpulkan motif, apakah ini pembunuhan berencana, penganiayaan berat, atau bagian dari konflik bisnis. Semua masih kami dalami,” ujar Kasat Reskrim.

Duka dan Harapan Keluarga

Pihak keluarga yang diwakili oleh adik kandung korban, Sari, meminta agar polisi segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus ini. Mereka mengaku tidak menyangka Sutrimo akan berakhir dengan cara tragis seperti ini. “Kakak saya orangnya tertutup soal pekerjaan, tapi dia tidak punya musuh. Kami ingin keadilan,” kata Sari dengan suara bergetar di depan lobi RSCM, tempat jenazah menjalani prosedur autopsi.

Di sisi lain, keberadaan juru parkir sebagai saksi kunci memberikan pelajaran penting tentang peran warga dalam membantu pengungkapan kasus kriminal. Meski hanya berbekal ingatan dan potongan informasi, kesaksiannya telah membuka jalan terang bagi penyelidikan yang sempat menemui jalan buntu. Kini, publik Jakarta Selatan menanti langkah konkret kepolisian untuk menangkap para terduga pelaku dan menguak tabir kelam di balik kematian Sutrimo.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User