Kemenhub dan Basarnas Kerahkan Armada Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut resmi memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut resmi memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyusul insiden hilangnya kontak dengan kapal yang membawa lima orang jurnalis di perairan Selat Sunda. Upaya terpadu ini mengerahkan puluhan personel gabungan beserta armada patroli laut untuk menyisir titik koordinat terakhir terpantaunya kapal tersebut.
Insiden bermula ketika rombongan awak media tersebut tengah melaksanakan tugas peliputan investigasi maritim dan dinamika penyeberangan antarpulau. Namun, cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda kawasan Selat Sunda pada akhir pekan memicu gangguan komunikasi, hingga akhirnya kapal motor yang mereka tumpangi hilang kontak dari pantauan otoritas pelabuhan.
Penyisiran Terfokus dan Pengerahan Armada Laut
Guna mempercepat proses evakuasi, Kemenhub menyiagakan sejumlah armada Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Tanjung Priok serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) terdekat. Kapal-kapal patroli berkecepatan tinggi dikerahkan untuk memperluas radius pencarian hingga ke pulau-pulau kecil di gugusan Selat Sunda.
"Kami telah menginstruksikan seluruh stasiun radio pantai dan sistem Vessel Traffic Services (VTS) di Merak dan Bakauheni untuk memancarkan maklumat pelayaran kepada seluruh kapal niaga yang melintas agar turut memantau dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban," ujar pejabat Kemenhub dalam keterangan resminya.
Operasi penyelamatan maritim ini melibatkan integrasi lintas instansi dengan strategi pencarian yang terbagi ke dalam beberapa sektor:
- Sektor Utara Selat Sunda: Penyisiran area perairan sekitar Pulau Sangiang dan alur penyeberangan Merak–Bakauheni menggunakan kapal patroli kelas KN.
- Sektor Selatan dan Barat Daya: Pemantauan intensif di dekat kawasan Gunung Anak Krakatau dan perairan terbuka menuju Samudra Hindia oleh tim Basarnas.
- Pemantauan Udara (Helikopter SAR): Pemindaian visual dari udara untuk mendeteksi serpihan kapal, pelampung keselamatan, atau sinyal darurat (EPIRB).
- Posko Krisis dan Logistik: Pendirian posko bersama di Pelabuhan Merak guna memfasilitasi koordinasi taktis dan pembaruan informasi bagi keluarga korban.
Tantangan Cuaca Ekstrem dan Arus Kuat Selat Sunda
Kondisi geografis dan hidrografi Selat Sunda yang terkenal dengan arus bawah laut yang deras serta palung dalam menjadi tantangan signifikan bagi tim di lapangan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di perairan tersebut sempat mencapai kisaran 2,5 hingga 4 meter disertai kecepatan angin lebih dari 20 knot, yang secara drastis membatasi jarak pandang regu penolong.
Kendati demikian, tim SAR gabungan yang juga didukung oleh unsur Polairud Polda Banten dan TNI Angkatan Laut berkomitmen melanjutkan pencarian tanpa henti. Pola pencarian bergeser (creeping line search) diterapkan secara sistematis guna mengantisipasi pergeseran posisi kapal akibat dorongan arus laut yang mengarah ke selatan.
Komitmen Penuh Perlindungan Pekerja Media
Hilangnya lima insan pers ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai organisasi profesi jurnalis dan masyarakat luas. Doa dan dukungan terus mengalir bagi keselamatan para korban serta kelancaran tugas tim penyelamat di tengah medan yang menantang. Kemenhub menegaskan bahwa seluruh sumber daya keselamatan pelayaran akan dimaksimalkan hingga seluruh awak kapal dan jurnalis berhasil dievakuasi.
Otoritas pelabuhan juga kembali mengimbau kepada seluruh nakhoda dan operator transportasi laut untuk senantiasa mematuhi peringatan cuaca BMKG, memastikan ketersediaan alat keselamatan seperti life jacket dan rakit penolong, serta menunda pelayaran apabila situasi ombak membahayakan keselamatan jiwa.




Comments (0)