Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru Diinvestigasi Polda Metro Jaya

Jakarta — Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) tengah menyelidiki secara intensif kematian seorang warga bernama Sutrimo yang terjadi di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Sel...

Jul 28, 2026 - 00:28
0 0
Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru Diinvestigasi Polda Metro Jaya

Jakarta — Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) tengah menyelidiki secara intensif kematian seorang warga bernama Sutrimo yang terjadi di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kasus ini mencuat setelah korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri saat berada di sebuah fasilitas kesehatan swasta di bilangan Mordent, Jakarta, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sutrimo tiba di Klinik Mordent sekitar pukul 09.00 WIB pada Selasa pagi. Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa kondisi pria tersebut saat itu sudah sangat lemah dan hampir tidak merespons rangsangan verbal. Pihak klinik segera melakukan tindakan medis darurat, namun upaya penyelamatan yang berlangsung kurang lebih tiga puluh menit tidak membuahkan hasil. Sutrimo dinyatakan tidak dapat tertolong oleh tim dokter jaga.

Kronologi Penemuan dan Respons Aparat

Petugas Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan tiba di lokasi setelah menerima laporan dari pengelola klinik sekitar pukul 10.15 WIB. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) segera dilakukan bersama tim identifikasi dari Polda Metro Jaya. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Adi Nugroho, mengonfirmasi bahwa penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berada di sekitar lokasi, termasuk dokumen rekam medis awal dan barang bawaan korban.

“Kami sudah memeriksa beberapa saksi, baik dari pihak klinik maupun warga yang sempat berinteraksi dengan korban. Untuk sementara, kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian karena masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” ujar Kombes Adi dalam keterangan resminya, Kamis siang. Ia menambahkan bahwa jenazah Sutrimo telah dibawa ke rumah sakit tersebut pada Selasa malam untuk menjalani pemeriksaan patologi forensik.

Pihak kepolisian juga menemukan identitas korban berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) beralamat di Kebayoran Baru. Sutrimo diketahui merupakan warga asli setempat yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta. Keluarga korban yang dihubungi oleh petugas kemudian datang ke Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan tambahan. Mereka mengaku tidak mengetahui adanya riwayat penyakit serius yang diderita Sutrimo, meskipun korban sempat mengeluh kelelahan beberapa hari terakhir.

Himbauan Tidak Berspekulasi

Di tengah beredarnya berbagai informasi yang belum terverifikasi di media sosial, Polda Metro Jaya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan atau menyebarkan dugaan yang tidak berdasar. Kombes Pol Adi Nugroho menekankan bahwa spekulasi liar hanya akan menghambat proses penyelidikan dan berpotensi merugikan pihak-pihak yang tidak terkait.

“Penyebab kematian Sutrimo murni ranah ilmiah. Kami meminta publik untuk mempercayakan proses ini kepada para ahli forensik. Apabila ada temuan signifikan, tentu akan kami sampaikan secara transparan melalui jalur resmi,” tegasnya. Polisi juga mengajak masyarakat yang merasa memiliki informasi relevan untuk melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan pengaduan daring yang telah disediakan.

Sejumlah warga Kebayoran Baru yang ditemui di sekitar kediaman korban mengaku terkejut mendengar kabar tersebut. Mereka menggambarkan Sutrimo sebagai pribadi yang ramah dan jarang terlibat konflik dengan tetangga. Salah seorang karib korban, yang enggan disebutkan namanya, menuturkan bahwa Sutrimo tidak memiliki kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman keras. “Dia orangnya biasa saja. Sering ngobrol di gardu, nggak pernah ada masalah,” katanya singkat.

Sementara itu, pihak Klinik Mordent melalui kuasa hukumnya menyatakan kesiapan untuk bekerja sama penuh dengan aparat kepolisian. Mereka telah menyerahkan seluruh catatan penanganan pasien, termasuk hasil pemeriksaan awal dan rekaman kamera pemantau (CCTV) yang terpasang di area klinik. “Kami ikut berduka cita atas kepergian almarhum. Demi menjaga integritas proses hukum, kami tidak akan memberikan komentar lebih jauh sampai ada keterangan resmi dari polisi,” ujar sang kuasa hukum dalam jawaban tertulis kepada awak media.

Hingga berita ini ditulis, tim penyidik masih melakukan serangkaian pemeriksaan laboratorium dan wawancara lanjutan terhadap saksi-saksi tambahan yang mungkin melihat pergerakan Sutrimo sebelum tiba di klinik. Hasil uji toksikologi dan pemeriksaan histopatologi dijadwalkan rampung dalam tiga hingga lima hari kerja ke depan.

Perkembangan kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut transparansi penanganan kematian mendadak di wilayah ibu kota. Polda Metro Jaya berkomitmen untuk menuntaskan investigasi secara profesional dan akuntabel, dengan mengedepankan prinsip keadilan bagi keluarga korban. Publik pun diminta untuk tenang dan menanti hasil penyidikan yang akan diumumkan secara resmi begitu seluruh rangkaian pemeriksaan dinyatakan lengkap.

Artikel ini akan diperbarui sejalan dengan perkembangan informasi dari pihak berwenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User