Kecelakaan Maut di Gempol: Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor, 4 Tewas

Kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa kembali terjadi di jalur utama Pasuruan, tepatnya di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sebuah truk trailer berukuran besar menab...

Jul 27, 2026 - 22:34
0 0
Kecelakaan Maut di Gempol: Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor, 4 Tewas

Kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa kembali terjadi di jalur utama Pasuruan, tepatnya di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sebuah truk trailer berukuran besar menabrak dua unit truk lain serta sejumlah sepeda motor yang melintas, mengakibatkan empat orang meninggal dunia di lokasi. Peristiwa mengenaskan ini berlangsung pada Senin (27/7/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, saat arus lalu lintas di ruas jalan provinsi itu cukup padat oleh kendaraan pribadi maupun angkutan barang.

Berdasarkan keterangan sementara dari kepolisian, kecelakaan bermula ketika truk trailer yang dikemudikan oleh seorang pria paruh baya melaju dari arah Surabaya menuju Malang. Setibanya di turunan panjang Ngerong, pengemudi diduga kehilangan kendali atas kendaraannya. Saksi mata menyebutkan bahwa trailer tampak oleng ke kanan dan kiri sebelum akhirnya menghantam bagian belakang truk boks yang sedang berhenti karena kemacetan. Benturan keras itu mendorong truk boks menabrak truk tangki di depannya, dan secara bersamaan, badan trailer yang panjang menyapu beberapa pengendara sepeda motor yang berada di lajur kiri.

Akibat tumbukan dahsyat tersebut, bagian depan trailer ringsek dan kabin pengemudi terjepit. Pengemudi trailer terjebak di dalam kabin yang hancur, sementara dua pengendara motor terpental hingga ke bahu jalan. Satu orang penumpang truk boks yang berada di kursi depan juga mengalami luka berat karena terhimpit muatan. Warga sekitar yang mendengar suara benturan segera berdatangan dan berupaya memberikan pertolongan, namun kobaran semangat mereka terbentur oleh sulitnya mengevakuasi korban yang terperangkap di kabin trailer.

Kronologi Evakuasi Dramatis

Tim gabungan dari Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan, Unit Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, serta ambulans dari puskesmas terdekat tiba di tempat kejadian sekitar 20 menit setelah insiden. Fokus utama mereka adalah mengeluarkan sopir trailer yang masih terlihat bernyawa namun kondisinya semakin melemah. Petugas pemadam kebakaran menggunakan alat pemotong hidrolik dan pendobrak untuk membuka paksa bagian kabin yang menyatu dengan bodi truk. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu hampir dua jam karena ruang gerak sangat terbatas dan material kabin yang mengeras.

Sayangnya, nyawa pengemudi trailer tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan kabin. Sementara itu, dua jenazah pengendara motor yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa saat ditemukan langsung dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah Bangil. Korban keempat, penumpang truk boks, sempat dilarikan ke IGD RS Bhayangkara Pusdik Brimob Porong, namun akhirnya mengembuskan napas terakhir akibat pendarahan internal yang parah.

Korban dan Kerusakan

Data sementara kepolisian mencatat empat korban jiwa dalam peristiwa ini: sopir trailer berinisial S (52), warga Sidoarjo; dua pengendara sepeda motor masing-masing R (34) dan T (29), keduanya warga Gempol; serta M (45), penumpang truk boks asal Malang yang ikut menjadi korban. Selain itu, sedikitnya enam orang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan beragam dan kini masih menjalani perawatan di dua rumah sakit berbeda. Seluruh korban luka merupakan pengendara motor yang terserempet atau tertimpa puing kendaraan.

Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Truk trailer mengalami kerusakan total di bagian depan dan samping kiri, sedangkan truk boks yang ditabrak rusak berat di bagian belakang serta pintu kargo. Truk tangki yang berada di posisi terdepan mengalami penyok dan kebocoran tangki, meski tidak sampai memicu kebakaran. Tiga unit sepeda motor hancur tidak berbentuk, sementara dua unit lainnya rusak ringan. Serpihan kaca, oli mesin, dan pecahan barang muatan berserakan di sepanjang 50 meter ruas jalan.

Dugaan Penyebab dan Tindakan Kepolisian

Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Dwi Putra Perkasa, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada rem blong (brake failure) mengingat titik kecelakaan berada di jalur turunan curam yang sering menjadi langganan insiden serupa. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan faktor kelalaian manusia, seperti pengemudi mengantuk atau kecepatan berlebih. “Kami sudah mengamankan sopir truk tangki dan sopir truk boks untuk dimintai keterangan. Hasil tes urine terhadap ketiga pengemudi juga akan kami lakukan untuk memastikan tidak ada pengaruh zat terlarang,” ungkap AKP Dwi.

Selain itu, petugas juga menyita dokumen kendaraan dan alat bukti lain, termasuk rekaman CCTV dari sebuah minimarket yang berada sekitar 300 meter dari lokasi. Rekaman tersebut memperlihatkan detik-detik trailer melaju dengan kecepatan tinggi sebelum oleng dan menabrak kendaraan di depannya. Kepolisian mengimbau agar pengguna jalan, terutama kendaraan berat, untuk selalu memeriksa kondisi rem dan sistem pengereman sebelum melintasi jalur turunan di kawasan Gempol yang dikenal rawan.

Dampak Lalu Lintas dan Respons Masyarakat

Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan panjang hingga lebih dari lima kilometer di kedua arah. Jalur Pasuruan–Surabaya lumpuh total selama proses evakuasi dan olah TKP berlangsung. Polisi memberlakukan sistem buka-tutup dan mengalihkan kendaraan kecil ke jalur alternatif melalui jalan desa, namun kendaraan besar seperti bus dan truk terpaksa menunggu. Baru sekitar pukul 13.00 WIB, seluruh bangkai kendaraan berhasil dipindahkan dan petugas membersihkan tumpahan oli dari permukaan jalan, sehingga lalu lintas kembali normal secara bertahap.

Warga Desa Ngerong mengaku trauma dengan kejadian ini. Beberapa di antara mereka sudah berulang kali menyaksikan kecelakaan serupa di titik yang sama. Mereka berharap pemerintah segera memasang rambu peringatan tambahan, pita penggaduh, atau bahkan membangun jalur penyelamat darurat untuk mengurangi fatalitas. “Hampir setiap bulan ada kecelakaan di sini. Kalau bisa diperlebar atau dikasih penerangan yang lebih terang, karena sering kali turunan ini licin dan gelap di malam hari,” ujar Sukirman, salah satu warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.

Pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan melalui Kabid Lalu Lintas menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional untuk meninjau ulang aspek keselamatan di jalur rawan tersebut. Sementara itu, Posko Kesehatan setempat membuka layanan trauma healing bagi para saksi mata dan keluarga korban yang mengalami guncangan psikis.

Kasus ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya disiplin berkendara dan perawatan kendaraan, terutama bagi pengemudi angkutan berat yang setiap hari melintasi jalur ekstrem. Hingga berita ini diturunkan, jenazah keempat korban masih berada di RSUD Bangil menunggu proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User