Kebakaran Kembali Landa Gedung Bapenda di Jakarta Pusat

Kepulan asap tebal kembali menyelimuti kawasan Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/8). Kali ini, sumber api diketahui berasal dari Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jaka...

Aug 21, 2026 - 22:16
0 1
Kebakaran Kembali Landa Gedung Bapenda di Jakarta Pusat

Kepulan asap tebal kembali menyelimuti kawasan Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/8). Kali ini, sumber api diketahui berasal dari Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, kantor yang selama ini menjadi rujukan warga untuk mengurus berbagai kewajiban pajak dan retribusi daerah.

Kejadian tersebut sontak mengagetkan para pegawai yang sedang beraktivitas di dalam gedung maupun masyarakat yang kebetulan melintas. Sejumlah warga sekitar mengaku melihat kepulan asap keluar dari salah satu sisi bangunan sebelum akhirnya melapor kepada petugas berwenang. Laporan warga itu kemudian diteruskan ke pos pemadam kebakaran terdekat untuk ditindaklanjuti secara cepat.

Begitu menerima laporan, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi. Beberapa unit mobil pemadam dengan sirine meraung-raung terlihat melaju ke arah gedung Bapenda. Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan personel dari sejumlah pos di sekitar Jakarta Pusat agar api dapat segera dikuasai sebelum merambat ke bagian bangunan lain.

Proses pemadaman berlangsung dramatis karena gedung bertingkat memiliki lorong-lorong sempit serta ruangan yang padat perabot, sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk menjangkau titik api. Aliran air disuplai dari hidran terdekat dan mobil tangki cadangan. Di sisi lain, aparat kepolisian dan petugas keamanan turut membantu mengamankan area, mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi, serta mencegah warga mendekat ke bangunan yang masih berasap.

Penyelamatan Dokumen dan Aset

Di tengah upaya pemadaman, perhatian juga tertuju pada penyelamatan dokumen dan aset penting milik daerah. Sebagai lembaga yang mengelola pendapatan daerah, gedung Bapenda menyimpan banyak arsip perpajakan, data wajib pajak, hingga berkas administrasi yang nilainya penting bagi kelangsungan pelayanan. Para pegawai yang berada di lantai-lantai bawah dilaporkan dapat keluar dengan selamat, sementara petugas berupaya mengamankan sejumlah berkas dari ruangan yang masih dapat diakses.

Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah kerugian material akibat kebakaran tersebut. Pihak berwenang disebut masih melakukan pendataan dan penyelidikan untuk memastikan penyebab awal munculnya api. Dugaan sementara mengarah pada hubungan arus pendek listrik, namun hal itu masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh tim terkait.

Riwayat Kebakaran Berulang

Yang menjadi sorotan publik, peristiwa ini bukanlah yang pertama terjadi di gedung tersebut. Kata "kembali" dalam pemberitaan menguatkan fakta bahwa bangunan ini pernah mengalami kejadian serupa sebelumnya. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai pemeliharaan gedung, kelayakan instalasi listrik, serta kesiapan sistem proteksi kebakaran yang selama ini dirawat.

Para pengamat memandang kebakaran yang berulang di gedung milik pemerintah seharusnya menjadi alarm serius. Evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan gedung, termasuk pemasangan alarm kebakaran, alat pemadam api ringan (APAR), dan jalur evakuasi yang memadai, dinilai mendesak untuk dilakukan. Langkah preventif semacam itu jauh lebih murah dibandingkan biaya perbaikan dan pemulihan layanan setelah kebakaran terjadi.

Dampak terhadap Pelayanan Publik

Kebakaran ini berpotensi mengganggu layanan publik yang selama ini berjalan di gedung Bapenda. Warga yang hendak membayar pajak kendaraan, pajak bumi dan bangunan, serta berbagai retribusi daerah lainnya mungkin harus menunggu hingga kondisi gedung dinyatakan aman kembali. Pemerintah daerah diharapkan segera menyiapkan solusi agar pelayanan tidak terhenti lama, misalnya dengan memindahkan sementara layanan ke lokasi lain atau mengoptimalkan kanal digital yang sudah tersedia.

Di era digital, sebagian layanan perpajakan sebenarnya dapat diakses secara daring. Kendati demikian, tidak semua masyarakat terbiasa atau memiliki akses terhadap layanan tersebut, sehingga kehadiran layanan tatap muka tetap dibutuhkan. Karena itu, pemulihan fungsi gedung menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan secepatnya oleh pemerintah daerah.

Imbauan bagi Masyarakat

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa ini. Penyebaran berita bohong hanya akan memicu kepanikan dan menghambat petugas dalam bekerja. Masyarakat diminta memberikan ruang bagi kendaraan pemadam dan ambulans yang melintas menuju lokasi kejadian.

Sementara itu, warga yang rumah atau tempat usahanya berada di sekitar gedung diminta waspada terhadap kemungkinan percikan api serta asap yang dapat mengganggu kesehatan. Penggunaan masker disarankan bagi mereka yang berada di dekat lokasi demi mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat menghirup asap.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesadaran bersama terhadap bahaya kebakaran, baik di lingkungan perkantoran maupun permukiman. Pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik, kepatuhan terhadap standar keselamatan gedung, serta kesiapan peralatan pemadam menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Hingga berita ini ditulis, proses pendinginan lokasi masih berlangsung dan petugas terus memantau kondisi gedung. Masyarakat diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari instansi terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User