Kebakaran Hutan Landa Tahura R Soerjo Mojokerto, Akses Tim Terhambat

MOJOKERTO — Kebakaran hutan kembali melanda kawasan konservasi penting di Jawa Timur. Api berkobar di Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo yang terletak di w

Jul 16, 2026 - 16:19
0 0
Kebakaran Hutan Landa Tahura R Soerjo Mojokerto, Akses Tim Terhambat

MOJOKERTO — Kebakaran hutan kembali melanda kawasan konservasi penting di Jawa Timur. Api berkobar di Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo yang terletak di wilayah Mojokerto. Kejadian tersebut segera memicu respons cepat dari tim gabungan yang terdiri dari aparat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kehutanan, TNI, Polri, serta relawan pemadam kebakaran. Namun demikian, medan yang ekstrem dan kondisi geografis yang kompleks menjadi tantangan serius dalam upaya pemadaman. Beruntung, meski api terus menjalar di beberapa titik, pihak berwenang memastikan bahwa tidak ada korban jiwa yang jatuh dalam peristiwa ini.

Tahura R Soerjo dikenal sebagai salah satu kawasan hutan lindung yang memiliki nilai ekologis dan wisata tinggi bagi Kabupaten Mojokerto. Kehadiran hutan ini tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, tetapi juga sebagai sumber mata air dan habitat berbagai flora serta fauna endemik. Oleh karena itu, setiap ancaman kebakaran di kawasan ini selalu menjadi perhatian utama pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Kebakaran yang terjadi baru-baru ini kembali menambah daftar insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang perlu diwaspadai di musim kemarau tahun ini.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan dari petugas di lapangan, kebakaran diketahui setelah warga melihat kepulan asap tebal mengepul dari dalam kawasan hutan. Berikut rangkuman kronologi kejadian yang telah berhasil dihimpun dari berbagai sumber resmi:

  1. Deteksi Awal oleh Warga: Pada sore hari, warga di sekitar perbatasan hutan mengamati asap putih keabu-abuan mengepul dari arah dalam Tahura. Asap tersebut terlihat jelas meski tertutup oleh pepohonan tinggi, mengindikasikan adanya api di bawah tajuk atau lantai hutan.
  2. Konfirmasi dan Pelaporan: Beberapa warga yang menduga adanya kebakaran segera melakukan pengecekan visual dari titik aman. Setelah memastikan api mulai meluas, laporan diteruskan ke BPBD Mojokerto, Polsek setempat, dan Dinas Kehutanan Kabupaten Mojokerto.
  3. Mobilisasi Tim Gabungan: Dalam waktu singkat, puluhan personil gabungan dikerahkan ke lokasi. Mereka membawa peralatan pemadam kebakaran portabel, alat pemotong semak, serta perlengkapan keselamatan standar operasional. Koordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur juga langsung dilakukan untuk memastikan alokasi sumber daya yang memadai.
  4. Kesulitan Akses ke Titik Api: Setibanya di perimeter hutan, tim menghadapi kenyataan bahwa jalan operasional yang ada tidak bisa dilalui kendaraan pemadam. Petugas terpaksa berjalan kaki membawa peralatan berat menembus lereng berbukit dan semak belukar lebat selama lebih dari dua jam untuk mendekati titik api utama.
  5. Upaya Pemadaman Berlangsung: Petugas terus berupaya memadamkan api secara manual dengan water mist backpack dan alat pam. Pembentukan firebreak atau parit pembatas api juga dilakukan untuk mencegah penyebaran ke area yang lebih luas dan melindungi zona hutan yang masih lestari.

Tantangan Medan dan Upaya Pemadaman

Ketua tim gabungan di lapangan menjelaskan bahwa kondisi medan menjadi faktor penghambat utama. Tahura R Soerjo memiliki topografi berbukit dengan kemiringan yang cukup curam. Vegetasi di kawasan ini sangat lebat, terdiri dari campuran hutan primer, hutan sekunder, serta semak belukar kering yang mudah terbakar. Kombinasi antara kelerengan tinggi, kurangnya jalan setapak yang memadai, dan ketiadaan sumber air terdekat membuat operasi pemadaman berjalan jauh lebih lambat dari perkiraan.

BPBD Mojokerto menyebutkan bahwa kekeringan ringan yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir turut memperburuk kondisi. Angin kencang dari arah barat membuat api cepat menjalar ke area sekitarnya yang dipenuhi dedaunan kering. Suhu udara yang relatif tinggi di siang hari menambah risiko munculnya titik api baru di lokasi yang berbeda. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati agar tidak terjebak dalam situasi backfire atau api balik yang bisa membahayakan keselamatan personil.

"Kami berkoordinasi dengan semua pihak termasuk perhutani dan instansi terkait. Prioritas kami adalah memastikan tidak ada korban jiwa, kemudian memadamkan api secepatnya meski medan sangat sulit dan akses menuju titik api terhambat," ujar petugas lapangan.

Water bombing menggunakan helikopter masih dipertimbangkan mengingat lokasi titik api yang berada di dalam hutan dalam. Namun, ketersediaan water spot atau kolam penampungan air di dekat lokasi menjadi pertimbangan teknis sebelum operasi udara dilakukan. Tanpa titik pengisian air yang memadai, operasi water bombing akan menjadi tidak efisien dan memakan waktu terlalu lama. Oleh karena itu, tim tetap memprioritaskan pemadaman dari darat meski harus bersusah payah membawa peralatan secara manual.

Dampak dan Kondisi Terkini

Tahura R Soerjo merupakan kawasan hutan lindung dan taman wisata alam yang memiliki peran penting sebagai paru-paru kota Mojokerto. Kebakaran di kawasan ini tidak hanya mengancam ekosistem hutan, tetapi juga berpotensi mengganggu kualitas udara bagi warga di sekitar wilayah Kabupaten Mojokerto. Kepulan asap yang terus mengepul terlihat dari jarak beberapa kilometer dan mengkhawatirkan warga yang tinggal di pemukiman sekitar.

Berdasarkan pantauan visual dari tim di lapangan, lahan yang terbakar didominasi oleh semak belukar dan underbrush di bawah tajuk hutan. Belum diketahui secara pasti berapa luas hektare lahan yang sudah hangus terbakar karena petugas masih fokus pada upaya pemadaman. Survei luas dampak baru bisa dilakukan setelah kondisi dianggap aman dan api benar-benar padam di seluruh zona. Namun, dugaan sementara menunjukkan bahwa minimal beberapa hektar lahan sudah terdampak oleh kobaran api.

Data penting: Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dalam insiden ini. Seluruh warga di sekitar perimeter hutan telah diimbau untuk tetap tenang dan tidak mendekati zona bahaya. Pihak keamanan juga menutup sementara jalur pendakian dan wisata yang berpotensi membawa pengunjung ke dekat area kebakaran. Penutupan ini dilakukan untuk mencegah risiko kesehatan akibat asap serta menghindari adanya korban jiwa yang tidak diinginkan akibat perubahan arah angin yang cepat.

Investigasi Penyebab dan Langkah Pencegahan

Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti dari kebakaran ini. Beberapa kemungkinan yang sedang diuji termasuk cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Mojokerto, aktivitas pembakaran liar oleh oknum tidak bertanggung jawab, atau faktor alam seperti sambaran petir. Investigasi tim gabungan akan dilakukan secara menyeluruh setelah api benar-benar padam dan kondisi lokasi aman untuk diperiksa oleh tim investigasi forensik kebakaran.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan setempat mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau. Mereka menekankan bahwa konservasi hutan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat adat dan warga sekitar. Sosialisasi mengenai bahaya pembakaran lahan perlu terus digencarkan, terutama di desa-desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

Pemantauan ketat terhadap aktivitas di sekitar Tahura akan ditingkatkan secara signifikan. Pos-pos pemantauan kebakaran di titik-titik strategis akan diaktifkan kembali dengan personil yang berjaga selama dua puluh empat jam penuh. Selain itu, patroli rutin menggunakan sepeda motor trail dan kendaraan off-road akan diintensifkan untuk memastikan deteksi dini jika muncul titik api baru. Sistem peringatan dini berbasis kerja sama warga juga akan diperkuat melalui jaringan komunikasi radio sederhana yang menghubungkan desa-desa sekitar hutan dengan pos pemantauan.

Kebakaran di Tahura R Soerjo menjadi peringatan keras bahwa ancaman karhutla masih menjadi isu krusial yang memerlukan kesiapsiagaan berkelanjutan. Meski tim gabungan berhasil menjamin keselamatan warga tanpa adanya korban jiwa, kerugian ekologis dari setiap hektar hutan yang terbakar tidak bisa dihitung secara materi semata. Pemulihan ekosistem pasca-kebakaran akan membutuhkan waktu bertahun-tahun dan biaya yang tidak sedikit. Kerusakan habitat juga berpotensi mengganggu keseimbangan satwa liar yang menjadikan Tahura sebagai rumah mereka.

[SOCIAL_TWEET]: Kebakaran hutan melanda Tahura R Soerjo Mojokerto. Tim gabungan kesulitan akses karena medan ekstrem, tapi untungnya tak ada korban jiwa. #KebakaranHutan #Mojokerto #TahuraRSoerjo[SOCIAL_TG]: 🔥 Kebakaran di Tahura R Soerjo Mojokerto! Tim gabungan sedang berjuang memadamkan api di medan sulit. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. 🌲⛰️

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User