Kebakaran Hanguskan Kafe di Ciracas, Enam Unit Damkar Dikerahkan

Senin pagi, 11 Mei 2026, sebuah kafe di Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, mendadak terbakar hebat. Insiden ini mengagetkan warga sekitar yang langsung melaporkan kejadian ke Dinas Penangg...

Jul 28, 2026 - 01:32
0 0
Kebakaran Hanguskan Kafe di Ciracas, Enam Unit Damkar Dikerahkan

Senin pagi, 11 Mei 2026, sebuah kafe di Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, mendadak terbakar hebat. Insiden ini mengagetkan warga sekitar yang langsung melaporkan kejadian ke Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur. Asap hitam tebal terlihat membubung tinggi dari atap bangunan semi permanen itu, menandakan api sudah berkobar cukup besar sebelum petugas tiba di lokasi.

Begitu menerima laporan, Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur segera mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran dan 30 personel ke lokasi kejadian. Pengerahan besar-besaran ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi menjalarnya api ke permukiman padat penduduk di sekitarnya. Petugas tiba sekitar pukul 05.45 WIB dan langsung berjibaku memadamkan api yang terus membesar. Proses pemadaman berlangsung dramatis karena lidah api sempat menyambar instalasi listrik dan material dekorasi kafe yang mudah terbakar.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat sekitar pukul 05.30 WIB dari bagian belakang kafe, diduga dari area dapur. Kepulan asap hitam dengan cepat membesar, disusul kobaran api yang menjalar ke bagian atap dan ruang utama. Warga yang panik segera berteriak dan menghubungi pemadam kebakaran. Sejumlah pemuda setempat mencoba memadamkan api dengan alat seadanya seperti ember dan karung basah, namun upaya mereka sia-sia karena api sudah terlanjur membesar. Bunyi ledakan kecil dari tabung gas LPG sempat terdengar, membuat warga semakin menjauh karena takut terjadi ledakan lebih besar.

Sekitar 15 menit setelah laporan diterima, unit pemadam pertama dari Pos Ciracas tiba di lokasi. Medan yang ditempuh cukup menantang karena akses jalan di kawasan itu sempit dan beberapa titik dipenuhi kendaraan yang diparkir. Meski demikian, petugas sigap menarik selang dan langsung menyemprotkan air ke titik pusat api. Tiga unit tambahan dari Pos Pasar Rebo dan Kramat Jati menyusul, sehingga total menjadi enam unit yang beroperasi. Seluruh 30 personel bekerja dengan sistem surround and drown untuk mengepung api dari berbagai sisi, mencegah perambatan ke rumah-rumah warga yang hanya berjarak beberapa meter.

Respons dan Strategi Pemadaman

Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Timur, Bambang Suryo, menjelaskan bahwa pihaknya menerima panggilan darurat pada pukul 05.32 WIB. “Kami langsung memberangkatkan unit terdekat dari Pos Ciracas. Melihat eskalasi api yang cepat, kami minta bantuan pos tetangga sehingga total ada enam unit dan 30 personel yang bertugas,” ujarnya di lokasi kejadian. Petugas menerapkan strategi pemadaman defensif untuk melindungi bangunan sekitar sekaligus ofensif untuk menaklukkan api di dalam kafe. Kendala utama yang dihadapi adalah suplai air yang terbatas, sehingga dua unit mobil tangki air dikerahkan untuk memasok air secara bergantian. Petugas juga menggunakan cairan foam untuk memadamkan titik api yang diduga berasal dari bahan bakar cair.

Setelah sekitar satu jam, api mulai bisa dikendalikan. Meski demikian, petugas tetap melakukan pendinginan puing-puing hingga pukul 08.00 WIB untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Material bangunan yang sudah hangus terus disiram air, sementara petugas menyisir bagian dalam yang masih berbahaya. Tidak ada kobaran api baru setelah operasi pendinginan selesai. “Kami bersyukur tidak ada korban jiwa, dan api tidak menjalar ke pemukiman,” tambah Bambang. Seluruh proses penanganan berlangsung sekitar dua setengah jam hingga dipastikan kondisi benar-benar aman.

Kerusakan dan Dampak

Kafe yang belum diketahui namanya itu mengalami kerusakan total pada hampir seluruh bangunan. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 200 meter persegi, meliputi ruang utama, dapur, gudang, dan teras depan. Atap dari material ringan runtuh total, sementara perabot seperti meja, kursi, etalase, dan peralatan dapur hangus tak berbentuk. Satu unit sepeda motor milik karyawan yang terparkir di halaman belakang ikut terbakar. Kerugian material ditaksir mencapai Rp400 juta, berdasarkan perhitungan sementara dari pemilik yang ada di lokasi.

Meski berdekatan dengan deretan toko dan rumah warga, sekat beton dan tembok pembatas cukup efektif menahan laju api. Dua rumah di samping kafe mengalami kerusakan ringan akibat paparan panas dan asap, namun tidak ada yang terbakar. Warga setempat sempat dievakuasi sementara ke lapangan terdekat untuk menghindari kemungkinan terburuk. Aktivitas lalu lintas di Jalan Lapangan Tembak sempat tersendat selama proses pemadaman karena mobil damkar menutup sebagian badan jalan, namun arus kembali normal menjelang siang setelah operasi selesai. Tragedi ini tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa karena kafe masih dalam keadaan tutup dan belum ada karyawan yang masuk kerja saat kejadian.

Penyelidikan dan Dugaan Penyebab

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Polsek Ciracas bersama tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri telah memasang garis polisi dan mengumpulkan sampel dari area yang diduga sebagai titik awal api. Olah TKP awal mengindikasikan bahwa sumber api kemungkinan berasal dari korsleting listrik di area dapur, mengingat banyaknya peralatan elektronik dan instalasi kabel yang tidak standar. Namun, petugas juga tidak menutup kemungkinan adanya kelalaian seperti puntung rokok yang dibuang sembarangan mengingat ditemukan banyak sisa abu rokok di dekat gudang bahan baku.

Beberapa warga yang diwawancarai mengaku sering melihat pemilik kafe menyalakan alat masak hingga larut malam. “Kadang-kadang kami mencium bau kabel gosong dari arah kafe itu kalau malam,” kata Agus, salah seorang tetangga. Pihak kepolisian juga akan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi dan meminta keterangan pemilik serta beberapa saksi kunci. Tim Gulkarmat sendiri mengimbau seluruh pemilik usaha, khususnya kafe dan rumah makan, untuk rutin memeriksa instalasi kelistrikan dan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai antisipasi awal. “Kami tidak henti-hentinya mengingatkan pentingnya proteksi kebakaran mandiri, apalagi di bangunan yang banyak menggunakan peralatan listrik,” tegas Bambang.

Tindak Lanjut dan Imbauan

Merespons kejadian ini, pihak kelurahan setempat akan berkoordinasi dengan Dinas Penataan Kota untuk mengevaluasi kelayakan bangunan di sepanjang Jalan Lapangan Tembak, terutama yang beroperasi sebagai tempat usaha. Beberapa bangunan semi permanen di kawasan itu memang dikenal rentan terhadap bencana kebakaran karena dominasi material kayu dan lapuk. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur juga berencana menggelar sosialisasi pencegahan kebakaran massal bagi pemilik UKM.

Sementara itu, pemilik kafe pasrah dengan kejadian ini dan berharap bisa segera membangun kembali usahanya. Puing-puing bangunan masih dalam tahap pembersihan oleh petugas kebersihan. Gulkarmat Jakarta Timur mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu menghubungi nomor darurat 113 jika melihat tanda-tanda bahaya kebakaran. Operasi pemadaman dan investigasi di Ciracas ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama, mengingat dalam dua bulan terakhir setidaknya sudah terjadi tiga kebakaran bangunan usaha di wilayah Jakarta Timur akibat masalah kelistrikan. Kejadian ini pun menegaskan kembali perlunya audit instalasi listrik secara berkala untuk mencegah tragedi serupa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User