Karhutla Meluas, BNPB Pastikan Penerbangan di Kalimantan Tetap Aman
JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera kembali menjadi perhatian nasional pada pekan ketig
JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera kembali menjadi perhatian nasional pada pekan ketiga Agustus 2026. Dua institusi negara, yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), secara bersamaan menggelar pemantauan dan kesiapsiagaan menghadapi meluasnya titik api di dua pulau besar tersebut.
BNPB menegaskan bahwa pihaknya turut memantau dampak asap karhutla terhadap sektor transportasi udara. Kepekatan asap sempat menyebabkan penurunan jarak pandang di sejumlah kota di Kalimantan, antara lain Banjarbaru di Kalimantan Selatan, Palangka Raya di Kalimantan Tengah, dan Pontianak di Kalimantan Barat. Meski kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran publik, BNPB memastikan layanan penerbangan tetap berjalan dengan aman dan terkendali.
Kronologi Karhutla di Kalimantan dan Sumatera
Perkembangan karhutla pada tahun ini menunjukkan pola yang serupa dengan musim kemarau sebelumnya, di mana faktor cuaca kering dan aktivitas manusia menjadi pemicu utama menyebarnya titik api. Berdasarkan rangkaian peristiwa yang terpantau hingga akhir pekan lalu, berikut kronologi perkembangan karhutla di Kalimantan dan Sumatera:
- Pekan kedua Agustus 2026: Sejumlah titik panas mulai terdeteksi di kawasan hutan dan lahan gambut di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, seiring memasuki puncak musim kemarau.
- Pertengahan Agustus 2026: Asap kebakaran mulai menebal dan terbawa angin hingga menurunkan jarak pandang di Banjarbaru, Palangka Raya, dan Pontianak, sehingga mengganggu aktivitas penerbangan dan operasional bandara.
- Sabtu, 22 Agustus 2026: Polri mencatat sebanyak 7.872 titik api aktif dalam peristiwa karhutla yang tersebar di wilayah Kalimantan hingga Sumatera, sekaligus menetapkan status siaga bagi lebih dari 71 ribu personel.
- Hingga akhir pekan terakhir Agustus: BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif serta pengendalian api di lapangan.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa konsentrasi titik api tertinggi berada di kawasan yang memiliki lahan gambut tebal. Kondisi tanah gambut yang kering membuat api sulit dipadamkan secara menyeluruh, karena bara api dapat bertahan di lapisan dalam tanah dalam waktu lama. Inilah yang kemudian menjadi tantangan utama bagi petugas dalam upaya pemadaman.
7.872 Titik Api Aktif Terpantau Polri
Berdasarkan data Polri hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, diketahui terdapat 7.872 titik api aktif dalam peristiwa karhutla di wilayah Kalimantan hingga Sumatera. Angka tersebut menjadi indikator bahwa potensi kebakaran masih tinggi dan membutuhkan respons cepat dari seluruh elemen penanggulangan bencana.
"Angka 7.872 titik api aktif menunjukkan skala karhutla yang tidak bisa dianggap remeh. Seluruh jajaran dikerahkan untuk memastikan api dapat segera dikendalikan sebelum meluas ke kawasan permukiman dan lahan produktif," demikian pernyataan resmi yang disampaikan pihak Polri dalam keterangannya.
Pemantauan titik api dilakukan melalui citra satelit yang diperbarui secara berkala setiap hari. Data tersebut kemudian digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, mulai dari penetapan prioritas lokasi pemadaman hingga pengiriman personel dan peralatan ke titik-titik rawan. Selain itu, hasil pemantauan satelit juga dimanfaatkan untuk mengantisipasi penyebaran asap lintas wilayah yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Dampak Asap terhadap Sektor Penerbangan
Salah satu dampak paling terasa dari karhutla di Kalimantan adalah penurunan kualitas udara dan jarak pandang yang memengaruhi operasional penerbangan. BNPB mencatat kepekatan asap sempat menyebabkan penurunan jarak pandang di tiga kota utama, yaitu Banjarbaru, Palangka Raya, dan Pontianak. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan penumpang dan operator maskapai terkait keselamatan penerbangan.
Meskipun demikian, BNPB memberikan jaminan bahwa layanan penerbangan tetap berjalan aman. Pemantauan dilakukan secara terus-menerus terhadap tingkat jarak pandang, arah angin, dan konsentrasi asap di sekitar bandara. Apabila jarak pandang turun di bawah batas aman, otoritas bandara dan maskapai dapat menerapkan prosedur keselamatan standar, termasuk penyesuaian jadwal, tanpa mengorbankan aspek keamanan penumpang.
"Layanan penerbangan di Kalimantan tetap berjalan aman. BNPB terus memantau perkembangan asap karhutla dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang tetap menjadi prioritas utama," ujar pernyataan resmi BNPB dalam keterangannya.
Lebih dari 71 Ribu Personel Disiagakan
Menghadapi meluasnya titik api, Polri menegaskan kesiapsiagaan dengan mengerahkan lebih dari 71.000 personel di wilayah terdampak. Para personel tersebut dikerahkan untuk melakukan berbagai tugas, mulai dari pemadaman langsung di lapangan, patroli terpadu, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Selain upaya pemadaman, pendekatan penegakan hukum juga menjadi perhatian serius. Karhutla yang disebabkan oleh aktivitas manusia, baik disengaja maupun kelalaian, dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penegakan hukum ini dimaksudkan sebagai efek jera sekaligus upaya pencegahan agar karhutla tidak terulang pada musim kemarau berikutnya.
Koordinasi lintas institusi juga diperkuat melalui posko-posko penanganan karhutla di tingkat provinsi dan kabupaten. Beberapa langkah yang dilakukan dalam penanganan karhutla meliputi:
- Pemadaman darat oleh personel gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, serta relawan dan masyarakat;
- Pemadaman udara melalui operasi water bombing di lokasi yang sulit dijangkau;
- Pembuatan sekat kanal dan pembasahan lahan gambut untuk mencegah meluasnya api;
- Pemantauan titik api berbasis citra satelit yang diperbarui setiap hari;
- Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya membakar lahan.
Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan
Pemerintah mengingatkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tugas aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama pada musim kemarau ketika vegetasi dalam kondisi kering dan api mudah menyebar. Laporan dini mengenai munculnya titik api juga sangat penting untuk mempercepat respons petugas di lapangan.
Dengan ribuan titik api yang masih aktif dan lebih dari 71 ribu personel yang disiagakan, seluruh pihak diharapkan tetap waspada hingga musim kemarau berakhir. BNPB, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus mengendalikan karhutla dan meminimalkan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, serta sektor transportasi udara di Kalimantan dan Sumatera.
[SOCIAL_TWEET]: BNPB pastikan penerbangan di Kalimantan tetap aman meski asap karhutla menurunkan jarak pandang. Polri catat 7.872 titik api aktif dan siagakan 71 ribu personel. #Karhutla #Kalimantan[SOCIAL_TG]: 🔥 Karhutla meluas di Kalimantan-Sumatera! Polri temukan 7.872 titik api aktif, 71 ribu personel disiagakan. BNPB pastikan penerbangan tetap aman. Ikuti terus perkembangan terbaru di Patokan.com.



Comments (0)