Addin Jauharudin Minta Kader Ansor Jaga Suasana Kebatinan Jelang Muktamar ke-35 NU
JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Addin Jauharudin meminta seluruh kader Ansor di berbagai daerah untuk ikut menjaga
JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Addin Jauharudin meminta seluruh kader Ansor di berbagai daerah untuk ikut menjaga suasana kebatinan masyarakat Indonesia menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Permintaan itu disampaikan Addin di tengah gelaran Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) GP Ansor yang digelar sebagai bagian dari konsolidasi organisasi menuju hajatan besar organisasi keislaman terbesar di Tanah Air tersebut.
Dalam kesempatan itu, Addin menekankan bahwa stabilitas dan ketenangan masyarakat merupakan salah satu prasyarat penting agar seluruh rangkaian kegiatan Muktamar dapat berjalan dengan lancar, khidmat, dan bermartabat. Menurutnya, NU yang selama hampir satu abad menjadi penjaga keutuhan bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa setiap proses demokrasi internalnya tidak mengganggu ketenteraman publik. Karena itu, seluruh kader diminta menahan diri dari tindakan yang dapat memicu kegaduhan, baik di ruang nyata maupun di ruang digital.
"Saya meminta seluruh kader Ansor di mana pun berada untuk ikut menjaga suasana kebatinan masyarakat Indonesia menjelang Muktamar ke-35 NU. Dengan menjaga kondusivitas, maka NU ikut menjaga Indonesia," ujar Addin dalam keterangannya.
Memahami Makna Suasana Kebatinan
Istilah suasana kebatinan yang diangkat oleh Ketua Umum GP Ansor tersebut bukan sekadar retorika. Dalam tradisi ke-NU-an, suasana kebatinan merujuk pada kondisi batin, psikologis, dan spiritual masyarakat yang tenang, damai, serta saling menghargai. Ia menjadi fondasi yang menentukan arah interaksi sosial, termasuk dalam menyikapi perbedaan pandangan politik maupun organisasi.
Menjaga suasana kebatinan berarti merawat keharmonisan di tengah keberagaman, menahan diri dari provokasi, serta mengedepankan dialog daripada permusuhan. Dalam konteks menjelang Muktamar, suasana kebatinan yang baik juga akan memastikan bahwa perhelatan akbar tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memecah belah persatuan. Addin menegaskan bahwa seluruh elemen NU, termasuk GP Ansor sebagai garda terdepan kader muda, harus menjadi teladan dalam menjaga ketenangan tersebut.
Rakornas Sebagai Ruang Konsolidasi Kader
Rakornas GP Ansor digelar untuk menyatukan langkah dan visi seluruh jajaran kader dalam menyambut Muktamar ke-35 NU. Melalui forum ini, berbagai program kerja organisasi diselaraskan, termasuk kesiapan kader dalam mengawal jalannya Muktamar agar berlangsung demokratis, transparan, dan penuh persaudaraan. Konsolidasi semacam ini dinilai penting mengingat GP Ansor merupakan salah satu kekuatan utama yang akan terlibat aktif dalam berbagai aspek penyelenggaraan Muktamar.
Selain membahas agenda organisasi, Rakornas juga menjadi momentum untuk memperkuat peran Ansor dalam menjaga situasi kebangsaan. Addin menegaskan bahwa kader Ansor harus hadir sebagai perekat sosial di tengah masyarakat, bukan sebagai pihak yang memperkeruh suasana. Dengan semangat ukhwah islamiyah, ukhwah wathaniyah, dan ukhwah insaniyah, kader Ansor diharapkan mampu menjadi jembatan yang merawat persatuan di tengah dinamika yang terjadi menjelang hajatan nasional.
Peran Strategis GP Ansor dalam Menjaga Kondusivitas
GP Ansor bukanlah organisasi kepemudaan biasa. Sebagai sayap pemuda NU yang berdiri sejak lama, organisasi ini memiliki sejarah panjang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui Barisan Ansor Serbaguna (Banser), kader Ansor kerap terlibat dalam pengamanan kegiatan keagamaan, penanggulangan bencana, hingga upaya menjaga kerukunan antarumat beragama. Peran-peran tersebut menjadikan imbauan menjaga kondusivitas sebagai bagian dari tradisi pengabdian yang sudah mengakar.
Dalam konteks kekinian, ancaman terhadap kondusivitas tidak hanya datang dari konflik fisik, tetapi juga dari hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi yang menyebar cepat melalui media sosial. Karena itu, Addin mengingatkan kader Ansor untuk cerdas dalam bermedia sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Menjaga suasana kebatinan berarti pula menjaga kata-kata, menjaga unggahan, dan menjaga sikap agar tidak mencederai persatuan bangsa.
Muktamar ke-35 NU dan Harapan Baru
Muktamar merupakan forum tertinggi dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama yang digelar setiap lima tahun sekali. Pada forum inilah para kiai, ulama, dan pengurus dari seluruh Indonesia bermusyawarah untuk menentukan arah kebijakan organisasi serta memilih kepemimpinan baru. Pada Muktamar ke-34 yang berlangsung di Lampung pada 2021, organisasi ini memilih KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar NU untuk masa khidmah 2021–2026.
Kini, menjelang Muktamar ke-35 yang diagendakan berlangsung pada tahun ini, publik menaruh harapan besar agar perhelatan tersebut mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa. Muktamar diharapkan berjalan damai tanpa ekses yang mengganggu stabilitas nasional. Pesan Addin Jauharudin menjadi pengingat bahwa sebesar apa pun dinamika internal organisasi, kepentingan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap berada di atas segalanya.
Poin-Poin Penting
- Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin mengimbau seluruh kader menjaga suasana kebatinan masyarakat menjelang Muktamar ke-35 NU.
- Imbauan tersebut disampaikan dalam Rakornas GP Ansor sebagai ajang konsolidasi kader menuju perhelatan besar NU.
- Menjaga kondusivitas dinilai sebagai wujud nyata NU dalam ikut menjaga keutuhan Indonesia.
- Kader Ansor diminta bijak bermedia sosial serta menahan diri dari provokasi dan penyebaran hoaks.
- GP Ansor melalui Banser memiliki tradisi panjang dalam pengamanan kegiatan keagamaan dan perawatan kerukunan masyarakat.
- Muktamar ke-35 NU diharapkan berlangsung lancar, demokratis, dan melahirkan keputusan yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa.
Melalui Rakornas dan berbagai langkah konsolidasi lainnya, GP Ansor menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menjadi bagian dari penyelenggaraan Muktamar, tetapi juga menjadi penjaga ketenangan batin masyarakat Indonesia. Dengan suasana kebatinan yang terjaga, seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU diyakini dapat berjalan dengan baik dan melahirkan kepemimpinan serta kebijakan yang membawa keberkahan bagi umat, bangsa, dan negara.
[SOCIAL_TWEET]: Ketum GP Ansor Addin Jauharudin minta seluruh kader menjaga suasana kebatinan masyarakat jelang Muktamar ke-35 NU. "Dengan menjaga kondusivitas, NU ikut menjaga Indonesia." #GPAnsor #MuktamarNU35 #NahdlatulUlama [SOCIAL_TG]: 🗞️ BREAKING — Addin Jauharudin minta kader Ansor jaga suasana kebatinan jelang Muktamar ke-35 NU. Rakornas GP Ansor jadi ajang konsolidasi menuju hajatan akbar organisasi keislaman terbesar di Indonesia. Baca selengkapnya di Patokan.com.



Comments (0)