Karhutla di Lamandau Mengancam Gardu Induk, Bupati Minta Api Segera Dipadamkan

Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, hingga kini masih terus berkobar. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena titik api disebut-sebut kian mendekati area Gardu Indu...

Aug 21, 2026 - 23:33
0 0
Karhutla di Lamandau Mengancam Gardu Induk, Bupati Minta Api Segera Dipadamkan

Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, hingga kini masih terus berkobar. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena titik api disebut-sebut kian mendekati area Gardu Induk PLN beserta jalur Sutet yang menjadi tulang punggung penyaluran listrik di kawasan tersebut.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, berharap proses pemadaman dapat berjalan maksimal dalam waktu secepatnya. Menurut dia, semakin lama api dibiarkan membara, semakin besar pula risiko yang harus ditanggung, baik dari sisi keselamatan warga maupun keberlangsungan layanan kelistrikan.

Ancaman bagi Kelistrikan dan Keselamatan

Keberadaan gardu induk di tengah wilayah yang rawan karhutla menempatkan sistem kelistrikan pada posisi yang rentan. Jika api sampai menjilat instalasi tersebut, gangguan besar bisa terjadi dalam hitungan jam. Padahal, gardu induk berfungsi sebagai pusat distribusi yang menyalurkan listrik bertegangan tinggi ke rumah-rumah, perkantoran, hingga fasilitas publik di Lamandau dan sekitarnya.

Sementara itu, Sutet yang membentang melintasi kawasan hutan ikut terpapar risiko serupa. Asap tebal dan panas dari kebakaran dapat mengganggu kinerja jaringan, sementara api yang menjalar hingga ke bawah menara berpotensi memicu gangguan pasokan listrik secara luas.

Selain soal infrastruktur, karhutla juga membawa ancaman langsung bagi warga yang bermukim di sekitar lokasi kebakaran. Kabut asap yang menyelimuti permukiman dapat memicu gangguan pernapasan, mengganggu aktivitas sekolah, serta menghambat lalu lintas darat dan udara.

Harapan agar Api Segera Padam

Rizky menegaskan bahwa upaya pemadaman harus terus diintensifkan hingga seluruh titik api benar-benar padam. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari aparat, relawan, hingga masyarakat, untuk bahu-membahu menangani kebakaran yang terjadi.

Langkah pemadaman di lapangan sendiri bukanlah pekerjaan yang mudah. Medan yang berat, jarak tempuh yang jauh, serta sumber air yang terbatas kerap menjadi kendala utama bagi petugas ketika berupaya menjangkau titik-titik api di kawasan hutan.

Di sisi lain, cuaca panas dan angin yang bertiup cukup kencang bisa membuat api cepat menjalar dari satu titik ke titik lain. Karena itu, kewaspadaan tinggi mutlak diperlukan, terutama di kawasan yang masih memiliki tutupan vegetasi kering.

Perlunya Kewaspadaan di Musim Kemarau

Karhutla di Kalimantan Tengah sendiri hampir menjadi fenomena yang berulang setiap musim kemarau. Sebagian besar kebakaran dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan yang tidak terkendali, baik untuk perkebunan, pertanian, maupun kegiatan lainnya.

Ketika lahan gambut ikut terbakar, api tidak hanya berkobar di permukaan, tetapi juga menjalar di lapisan bawah tanah. Kondisi ini membuat pemadaman menjadi jauh lebih sulit dan bisa berlangsung lama, bahkan setelah api di permukaan tampak padam.

Karena itu, pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih efektif daripada pemadaman. Sosialisasi kepada masyarakat, patroli terpadu, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan menjadi bagian penting dari upaya menekan luas kebakaran setiap tahunnya.

Menjaga Pasokan Listrik Tetap Andal

Untuk memastikan pasokan listrik tidak terganggu, koordinasi antara pemerintah daerah dan PLN menjadi sangat penting. Langkah pengamanan di sekitar gardu induk dan jalur Sutet, termasuk pembuatan sekat bakar, perlu dilakukan agar api tidak semakin merapat.

Peran masyarakat juga tidak kalah penting. Warga yang melihat titik api muncul di dekat permukiman maupun infrastruktur umum diharapkan segera melapor kepada petugas agar respons pemadaman bisa dilakukan lebih cepat.

Lebih dari itu, kesadaran kolektif untuk tidak membakar lahan dalam kondisi apa pun perlu terus ditanamkan. Sebab, kerugian akibat karhutla tidak hanya dihitung dari luas lahan yang hangus, tetapi juga dari terganggunya layanan publik, kesehatan masyarakat, dan citra daerah di mata dunia.

Kini, seluruh mata tertuju pada upaya pemadaman di Lamandau. Harapan bupati agar api cepat padam dan infrastruktur kelistrikan tetap aman tentu menjadi doa bersama, mengingat dampak karhutla hampir selalu terasa jauh lebih luas daripada yang terlihat di permukaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User