Karhutla Bromo Menyusut, Dua Titik Api Tersisa di Lapangan

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus memperlihatkan kemajuan signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah...

Aug 11, 2026 - 11:55
0 1
Karhutla Bromo Menyusut, Dua Titik Api Tersisa di Lapangan

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus memperlihatkan kemajuan signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah titik api di kawasan konservasi tersebut kini tinggal dua lokasi, setelah sebelumnya sempat menyebar ke sejumlah area di sekitar lautan pasir dan padang savana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menjelaskan bahwa tim gabungan masih bekerja keras di lapangan untuk memastikan dua titik api tersisa dapat dipadamkan sepenuhnya. Menurutnya, penurunan jumlah titik api ini merupakan hasil dari operasi pemadaman terpadu yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel darat hingga dukungan udara.

Operasi Pemadaman dari Udara dan Darat

Salah satu faktor penting dalam keberhasilan menekan penyebaran api adalah pengerahan tiga unit helikopter yang melakukan pengeboman air atau water bombing secara berkelanjutan. Ketiga helikopter tersebut beroperasi setiap hari, menjangkau titik-titik api yang sulit dicapai oleh petugas darat karena medan yang curam dan berbukit.

Selain operasi udara, ratusan personel gabungan dari berbagai instansi juga diterjunkan untuk memadamkan api secara langsung. Tim yang terdiri dari petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat bahu-membahu membuat sekat bakar dan menyiramkan air ke area yang masih membara.

Kendati demikian, petugas menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Angin kencang yang berhembus di kawasan kaldera membuat api mudah menjalar ke vegetasi kering di sekitarnya. Selain itu, keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran turut menyulitkan proses pemadaman manual, sehingga dukungan helikopter menjadi sangat krusial.

Luas Area Terbakar Capai Ratusan Hektare

Berdasarkan pendataan sementara, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 550 hektare. Area yang terbakar sebagian besar merupakan padang rumput, semak belukar, dan vegetasi khas savana yang memang mudah terbakar pada musim kemarau.

Kerugian ekologis akibat peristiwa ini dinilai cukup besar. Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan habitat bagi berbagai flora dan fauna yang dilindungi. Kebakaran yang meluas dikhawatirkan mengganggu keseimbangan ekosistem, termasuk merusak tempat hidup satwa liar dan memicu erosi ketika musim hujan tiba.

Para pengelola taman nasional menyatakan akan melakukan kajian menyeluruh terhadap dampak kerusakan setelah api benar-benar padam. Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar bagi upaya pemulihan ekosistem, termasuk penanaman kembali vegetasi yang hangus terbakar.

Kondisi Cuaca Memperparah Situasi

Kemarau panjang yang melanda wilayah Jawa Timur menjadi faktor utama mudahnya kebakaran meluas di kawasan Bromo. Curah hujan yang minim dalam beberapa bulan terakhir membuat rumput dan semak di padang savana mengering, sehingga sangat rentan tersulut api. Suhu udara yang tinggi serta angin kencang semakin mempercepat penjalaran kobaran api.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengingatkan potensi peningkatan risiko karhutla di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa Timur, selama puncak musim kemarau. Masyarakat dan pengunjung kawasan wisata diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau menyalakan api unggun.

Pengalaman Pahit Kebakaran Sebelumnya

Kawasan Bromo memang memiliki riwayat kebakaran yang cukup sering terjadi, terutama saat musim kemarau. Salah satu peristiwa yang paling diingat publik adalah kebakaran besar yang dipicu aktivitas pemotretan menggunakan suar beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut menghanguskan ratusan hektare padang savana dan memaksa penutupan sementara kawasan wisata.

Belajar dari pengalaman itu, pihak pengelola memperketat aturan bagi wisatawan maupun kegiatan komersial di dalam kawasan taman nasional. Larangan membawa bahan mudah terbakar, termasuk suar dan kembang api, terus disosialisasikan kepada pengunjung demi mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Penanganan Terus Dilanjutkan

BNPB menegaskan bahwa operasi pemadaman akan terus dilanjutkan hingga seluruh titik api dinyatakan padam total. Pemantauan juga dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, mengingat kondisi cuaca yang masih kering dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan turut meningkatkan patroli di sekitar kawasan rawan kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada aktivitas masyarakat maupun wisatawan yang berisiko menyulut api di tengah kondisi vegetasi yang kering.

Di sisi lain, sektor pariwisata Bromo diharapkan dapat segera pulih setelah situasi dinyatakan aman. Kawasan gunung berapi ikonik ini merupakan salah satu destinasi unggulan nasional yang menyumbang pendapatan signifikan bagi masyarakat sekitar. Pemulihan ekosistem dan kepercayaan wisatawan menjadi prioritas berikutnya setelah api berhasil dikendalikan sepenuhnya.

Semua pihak berharap dua titik api yang tersisa dapat segera ditaklukkan dalam waktu dekat, sehingga kawasan Bromo kembali hijau dan aman untuk dikunjungi. Kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam dinilai menjadi kunci utama mencegah bencana serupa di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User