Kapolri dan Kakorlantas Kunjungi Bazar Bhayangkari
Dalam rangka mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperkuat ekonomi kerakyatan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Po...
Dalam rangka mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperkuat ekonomi kerakyatan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Aan Suhanan melakukan kunjungan ke Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 yang digelar di area parkir Gelora Bung Karno, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara institusi kepolisian dengan masyarakat dalam memajukan sektor riil di tengah tantangan perekonomian global.
Dukungan Langsung untuk Pelaku UMKM
Bazar yang berlangsung selama tiga hari tersebut menampilkan ratusan stan dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari produk kerajinan tangan, kuliner tradisional, fesyen, hingga inovasi teknologi sederhana buatan lokal. Kapolri dan Kakorlantas berkeliling menyapa para pelaku UMKM, mendengarkan cerita mereka, serta memberikan motivasi agar terus berinovasi. "Ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap pengusaha kecil. Kami ingin mereka naik kelas, produknya dikenal luas, dan mampu bersaing di pasar yang lebih besar," ujar Jenderal Listyo dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan ekonomi nasional. "Ekonomi kerakyatan harus menjadi fondasi. Ketika UMKM kuat, maka stabilitas sosial dan keamanan juga lebih terjaga," tegasnya. Hal ini sejalan dengan program prioritas Presiden dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
Apresiasi untuk Kreativitas Lokal
Kakorlantas Irjen Pol. Aan Suhanan menambahkan bahwa kegiatan bazar seperti ini sangat efektif untuk memperkenalkan produk-produk unggulan daerah. "Saya melihat banyak produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Ini harus didukung dengan kemudahan akses pemasaran dan distribusi," kata Aan. Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital bagi pelaku UMKM agar bisa memanfaatkan platform online untuk memperluas jangkauan pasar.
Salah satu peserta bazar, Sari Wulandari, pengrajin batik dari Solo mengaku sangat terbantu dengan adanya ajang ini. "Biasanya kami hanya mengandalkan pameran lokal. Sekarang bisa bertemu langsung dengan pejabat tinggi dan mendapat arahan. Semoga ada tindak lanjut berupa pelatihan atau pendampingan," ungkapnya dengan antusias. Sari menjual batik tulis dengan motif khas Solo yang dibanderol mulai dari Rp150 ribu hingga Rp500 ribu per lembar. Dalam sehari, ia bisa meraup omzet hingga lima juta rupiah.
Kolaborasi Polri dan Bhayangkari
Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 merupakan hasil kerja sama antara Bhayangkari (organisasi istri anggota Polri) dengan berbagai mitra. Ketua Bhayangkari Pusat, Ny. Rika Listyo Sigit, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk memberdayakan anggota dan masyarakat sekitar. "Kami ingin menjadi jembatan antara produsen dan konsumen. Selain itu, hasil penjualan juga akan disalurkan untuk kegiatan sosial," jelasnya.
Rika menambahkan, bazar kali ini mengusung tema "Bangga Buatan Indonesia" yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap produk lokal. Ia berharap ke depan, bazar serupa bisa digelar secara rutin di berbagai kota. "Kami sudah menyiapkan program pelatihan kewirausahaan bagi para pelaku UMKM agar kualitas produk terus meningkat," ujarnya.
Dampak Ekonomi dan Sosial yang Diharapkan
Ekonom Universitas Indonesia, Dr. Faisal Basri, yang turut hadir sebagai narasumber dalam seminar pendampingan UMKM menilai bahwa kehadiran Kapolri dan Kakorlantas memberi sinyal positif bagi iklim usaha. "Ketika aparat negara turun langsung, pelaku UMKM merasa dihargai. Ini bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk berinovasi," kata Faisal. Ia juga merekomendasikan agar Polri memfasilitasi akses permodalan melalui program kemitraan dengan perbankan.
Data panitia menunjukkan, selama tiga hari penyelenggaraan, bazar berhasil mencatat transaksi lebih dari Rp3 miliar. Angka ini melampaui target awal sebesar Rp2 miliar. Produk kuliner seperti rendang, sate lilit, dan kopi nusantara menjadi primadona pengunjung. Selain itu, stan kerajinan anyaman dari Nusa Tenggara Timur juga laris manis. "Saya sangat senang. Produk kami habis terjual pada hari kedua. Ini memotivasi kami untuk terus berkarya," ujar Made Sumerta, perajin anyaman asal Lombok.
Komitmen Polri untuk Ekonomi Kerakyatan
Di penghujung kunjungan, Kapolri kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong program-program yang berpihak pada rakyat kecil. "Polri tidak akan lelah mendampingi UMKM. Kami akan terus hadir di setiap kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Jenderal Listyo. Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 pun ditutup dengan pertunjukan musik tradisional dan penampilan seni dari para anggota Bhayangkari, menyisakan semangat optimisme bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Ke depan, diharapkan kegiatan serupa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki dampak berkelanjutan. Pelatihan, pendampingan, serta akses pasar yang lebih luas menjadi kunci agar UMKM Indonesia mampu bersaing di era digital dan global. Dengan sinergi antara institusi negara, organisasi masyarakat, dan sektor swasta, ekonomi kerakyatan bukan lagi sekadar wacana, melainkan gerakan nyata menuju kemandirian bangsa.
Comments (0)