Kakorlantas Gandeng Komunitas Ojol Perkuat Keselamatan di Jalan Raya

Patokan - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Wibowo menggelar pertemuan dengan perwakilan komunitas pengemudi ojek online (ojol) sebagai langkah membangun kolaborasi demi terciptanya k...

Aug 12, 2026 - 08:27
0 1
Kakorlantas Gandeng Komunitas Ojol Perkuat Keselamatan di Jalan Raya

Patokan - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Wibowo menggelar pertemuan dengan perwakilan komunitas pengemudi ojek online (ojol) sebagai langkah membangun kolaborasi demi terciptanya keamanan dan keselamatan di ruas-ruas jalan. Pertemuan tersebut menjadi wadah dialog terbuka antara kepolisian dan para pengemudi yang saban hari menggeluti aktivitas di jalan raya.

Dalam kesempatan itu, Irjen Wibowo menekankan bahwa para pengemudi ojol memiliki posisi istimewa dalam ekosistem transportasi perkotaan. Mobilitas mereka yang tinggi membuat para driver menjadi pihak yang paling sering bersentuhan dengan dinamika lalu lintas, sehingga kehadiran mereka dinilai sangat strategis untuk menyebarkan budaya tertib berkendara kepada masyarakat luas.

Ojol sebagai Mitra Keselamatan di Jalan

Menurut Wibowo, pengemudi ojol bukan sekadar pengguna jalan, melainkan juga teladan yang dilihat banyak orang. Ketika seorang driver berkendara dengan disiplin, mengenakan helm standar, mematuhi rambu, tidak melawan arus, serta menahan diri dari penggunaan ponsel saat melaju, perilaku tersebut secara tidak langsung mengedukasi penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

"Kami ingin rekan-rekan ojol menjadi pelopor. Mereka berada di garis depan dan berinteraksi dengan ribuan orang setiap hari. Jika mereka tertib, dampak positifnya akan menyebar luas," ujar Wibowo dalam pertemuan tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa sepeda motor masih menjadi moda transportasi dengan tingkat keterlibatan kecelakaan paling tinggi di Indonesia. Faktor kelalaian seperti menerobos lampu merah, berkendara melawan arah, serta mengabaikan kelengkapan keselamatan kerap menjadi pemicu utama insiden fatal di jalan raya.

Oleh karena itu, edukasi keselamatan bagi kalangan pengemudi ojol menjadi sangat penting. Jumlah mitra ojol di Indonesia mencapai jutaan orang yang tersebar di berbagai kota besar hingga daerah. Bila seluruhnya berkomitmen pada keselamatan, efeknya akan terasa signifikan terhadap penurunan angka kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas di seluruh penjuru negeri.

Membangun Sinergi yang Berkelanjutan

Pertemuan dengan komunitas ojol ini bukan sekadar seremonial belaka. Korlantas Polri berharap komunikasi dua arah seperti ini dapat berlangsung secara berkesinambungan, sehingga masukan dari para pengemudi di lapangan bisa menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian dalam menyusun kebijakan lalu lintas yang lebih tepat sasaran.

Sejumlah program kolaborasi pun dibahas dalam pertemuan itu, di antaranya pelatihan safety riding bagi para driver, pembentukan duta keselamatan dari kalangan komunitas ojol, serta pembukaan kanal komunikasi khusus yang memungkinkan pengemudi melaporkan kondisi jalan berbahaya, titik rawan kecelakaan, hingga infrastruktur yang rusak.

Perwakilan komunitas ojol yang hadir menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka menilai pendekatan dialogis dari kepolisian membuat para pengemudi merasa dihargai sebagai mitra, bukan semata-mata objek penegakan hukum. Para driver juga berkomitmen menjalankan kewajiban dengan lebih baik, termasuk melengkapi surat-surat kendaraan, memakai perlengkapan berkendara yang layak, dan menjaga kondisi motor tetap prima.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski demikian, sejumlah tantangan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Tekanan target pendapatan kerap membuat sebagian pengemudi memacu kendaraan lebih cepat atau mengambil risiko berbahaya demi mengejar order. Kondisi ini menuntut peran serta perusahaan aplikasi untuk ikut menanamkan budaya keselamatan, misalnya melalui sistem insentif bagi driver yang konsisten berkendara aman.

Wibowo berharap seluruh pihak, mulai dari kepolisian, komunitas, penyedia aplikasi, hingga masyarakat, bergerak bersama. Menurutnya, keselamatan lalu lintas bukan tanggung jawab satu institusi semata, melainkan gerakan kolektif yang membutuhkan kesadaran dan komitmen semua pengguna jalan tanpa kecuali.

Selain itu, para pengemudi juga diajak untuk tidak segan mengingatkan sesama pengguna jalan yang berperilaku berbahaya dengan cara yang santun. Pendekatan kekeluargaan dinilai lebih efektif menumbuhkan kesadaran ketimbang sekadar sanksi. Dari dialog yang terbangun, diharapkan lahir solusi-solusi konkret yang menjawab persoalan lalu lintas di tingkat akar rumput.

Ke depan, Korlantas Polri berencana memperluas jangkauan program serupa ke berbagai daerah di Tanah Air. Dengan semakin banyaknya pengemudi ojol yang menjadi agen keselamatan, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan dan budaya tertib berkendara benar-benar mengakar kuat di tengah masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User