Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

JOGJA — BMKG Prediksi Suhu Udara Tembus 33 Derajat Celsius

Matahari terbit menyinari sudut-sudut Kota Yogyakarta dengan sengatan terik yang terasa begitu menyengat sejak pagi hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, d

JOGJA — BMKG Prediksi Suhu Udara Tembus 33 Derajat Celsius

Matahari terbit menyinari sudut-sudut Kota Yogyakarta dengan sengatan terik yang terasa begitu menyengat sejak pagi hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca ekstrem terkait peningkatan suhu udara di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, 17 September 2026. Suhu udara maksimum di kawasan ini diproyeksikan mencapai 33 derajat Celsius, sebuah angka yang cukup tinggi untuk memicu rasa gerah berlebih bagi warga lokal maupun wisatawan yang sedang menikmati suasana kota budaya tersebut.

Kondisi cuaca terik ini tidak hanya mendominasi kawasan pusat kota, melainkan juga meluas ke beberapa kabupaten penyangga. Berdasarkan pantauan data iklim harian, kombinasi antara tingkat kelembapan udara yang bervariasi serta minimnya tutupan awan menjadi pemicu utama melonjaknya temperatur udara di sebagian besar kawasan DIY sepanjang siang hari.

Rincian Prakiraan Cuaca di Wilayah DIY

Secara umum, kondisi cuaca di lima kabupaten dan kota di DIY didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga terik merata. Di Kota Yogyakarta, suhu udara diperkirakan bergerak pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara berkisar antara 55 hingga 85 persen.

Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Sleman, terutama di kawasan lereng Gunung Merapi, suhu udara cenderung sedikit lebih sejuk pada kisaran 22 hingga 31 derajat Celsius. Sebaliknya, wilayah dataran rendah seperti Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo mengalami fenomena udara panas yang serupa dengan kota pusat, di mana termometer diprediksi mampu menyentuh angka 33 derajat Celsius di siang hari. Adapun untuk kawasan pesisir dan perbukitan di Kabupaten Gunungkidul, cuaca cenderung cerah dengan angin bertiup sedang dari arah timur laut menuju tenggara.

Wilayah Suhu Min-Maks (°C) Kelembapan (%) Kondisi Cuaca
Kota Yogyakarta 23 - 33 55 - 85 Cerah Berawan / Terik
Sleman 22 - 31 60 - 90 Cerah Berawan
Bantul 23 - 33 55 - 85 Terik / Cerah
Kulon Progo 23 - 32 60 - 85 Cerah Berawan
Gunungkidul 22 - 32 55 - 80 Cerah Berawan

Penyebab Udara Panas dan Penjelasan Ahli

Peningkatan suhu hingga 33 derajat Celsius di pertengahan bulan September menandakan dinamika atmosfer yang terbilang aktif pada periode musim kemarau menjelang masa peralihan. Fenomena ini kerap memicu kenaikan suhu permukaan tanah yang berdampak langsung pada tingkat kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan.

Pihak meteorologi setempat menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan hal yang wajar dalam siklus iklim tahunan, namun tetap memerlukan kewaspadaan ekstra dari masyarakat.

"Posisi semu matahari dan minimnya pembentukan awan hujan di wilayah Jawa bagian selatan menyebabkan paparan sinar ultraviolet (UV) memancar secara maksimal langsung ke permukaan bumi. Hal inilah yang memicu hawa panas cukup signifikan sepanjang siang hari," ujar perwakilan prakirawan cuaca BMKG Stasiun Klimatologi DIY.

Kondisi ini ditegaskan oleh analisis saintifik bahwa tutupan awan yang menipis membiarkan radiasi matahari menembus atmosfer tanpa hambatan. Oleh sebab itu, tingkat kenyamanan termal masyarakat mengalami penurunan signifikan terutama pada rentang waktu pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.

Rekomendasi dan Imbauan Kesehatan untuk Warga

Menghadapi potensi cuaca panas yang menyengat ini, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan potensi bahaya kesehatan yang mungkin timbul, seperti dehidrasi, sengatan panas (heat stroke), hingga masalah kulit akibat paparan sinar UV berlebih.

Warga yang berkegiatan di ruang terbuka disarankan untuk secara konsisten mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup tanpa menunggu rasa haus datang. Menggunakan perlengkapan pelindung seperti topi bertepi lebar, kacamata hitam, serta pakaian berbahan ringan dan menyerap keringat sangat direkomendasikan demi menjaga kestabilan suhu tubuh.

Selain itu, penggunaan pelembap dan tabir surya (sunscreen) dengan kadar SPF yang memadai menjadi modal penting bagi para wisatawan yang tengah mengeksplorasi destinasi luar ruangan seperti Kawasan Candi Prambanan, Jalan Malioboro, maupun kawasan pantai selatan. Dengan langkah antisipasi yang tepat, aktivitas masyarakat di tengah cuaca panas ekstrem ini diharapkan tetap dapat berjalan aman dan produktif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer3
TENTANG PENULIS writer3

Bacaan Terkait

Comments (0)

User