Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

JAKARTA — Kakorlantas Irjen Wibowo Pimpin Upacara Pemuliaan Pataka Korlantas

Suasana khidmat dan penuh rasa hormat menyelimuti Gedung National Traffic Management Center (NTMC) Polri, Jakarta, pada Rabu (16/9). Di bawah jangkauan cah

JAKARTA — Kakorlantas Irjen Wibowo Pimpin Upacara Pemuliaan Pataka Korlantas

Suasana khidmat dan penuh rasa hormat menyelimuti Gedung National Traffic Management Center (NTMC) Polri, Jakarta, pada Rabu (16/9). Di bawah jangkauan cahaya Aula Madellu, jajaran pejabat utama dan personel Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berkumpul untuk melaksanakan ritual tahunan yang sarat akan nilai spiritual, historis, dan nilai-nilai kejuangan. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Wibowo, secara langsung memimpin upacara sakral Pencucian dan Pemuliaan Pataka Korps Lalu Lintas Polri "Dharmakerta Marga Raksyaka".

Upacara pemuliaan ini diselenggarakan sebagai bagian utama dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara. Prosesi pencucian lambang kebanggaan tersebut bukan sekadar seremoni rutin tahunan, melainkan wujud penyucian niat, perenungan mendalam, serta pengukuhan kembali ikrar pengabdian seluruh prajurit sabuk putih dalam menjaga keselamatan, kelancaran, dan ketertiban lalu lintas di seluruh pelosok Tanah Air.

Tradisi Pemuliaan dan Refleksi Pengabdian Korps

Dalam tradisi Kepolisian Republik Indonesia, pataka merupakan lambang tertinggi yang merepresentasikan kehormatan, kejayaan, kebanggaan, serta nilai-nilai luhur kepemimpinan dan pelayanan institusi. Prosesi pencucian panji kehormatan yang dipimpin langsung oleh Irjen Wibowo ini berlangsung dengan tata cara yang amat ketat dan penuh kekhusyukan. Setiap tahapan pembersihan bendera pataka menyimbolkan pembersihan tekad agar senantiasa murni dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

"Pencucian pataka ini adalah simbol penyucian jiwa dan pemantapan semangat seluruh personel Korlantas Polri. Kami menyucikan niat untuk kembali pada marwah kepolisian yang melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat di jalan raya secara profesional, transparan, dan berintegritas," tegas Kakorlantas Polri dalam pengarahannya.

Kehadiran seluruh pejabat utama Korlantas Polri dalam prosesi ini semakin mempertegas soliditas internal organisasi dalam menghadapi tantangan tata kelola transportasi yang kian kompleks. Peringatan usia yang menapak 71 tahun menjadi momentum evaluasi penting bagi korps yang memikul tanggung jawab besar mengurai kemacetan, menekan angka fatalitas kecelakaan, serta menjamin kelancaran arus mobilitas publik nasional.

Filosofi "Dharmakerta Marga Raksyaka" dan Modernisasi Service

Pataka Korlantas Polri membawa motto luhur berbahasa Sanskerta, *Dharmakerta Marga Raksyaka*, yang menjadi landasan etis dan kompas moral setiap anggota Lalu Lintas Bhayangkara. Secara mendalam, motto tersebut mengandung makna "juru pelindung, pemelihara kedamaian, dan penjaga keselamatan di jalan raya".

Di era modern, penghayatan terhadap filosofi tersebut dituntut beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Korlantas Polri kini tidak hanya mengandalkan kehadiran fisik personel di lapangan, melainkan juga mengintegrasikan sistem pengawasan berbasis teknologi informasi untuk mewujudkan sistem keamanan dan keselamatan lalu lintas yang unggul.

Elemen Utama Keterangan dan Nilai Filosofis
Nama Pataka Dharmakerta Marga Raksyaka
Makna Filosofis Pelindung, pemelihara keamanan, dan penjaga keselamatan jalan raya
Momentum Peringatan HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara
Fokus Pengabdian Penegakan hukum digital (ETLE), penekanan fatalitas kecelakaan, dan layanan publik transparan

Tantangan Masa Depan dan Transformasi Pelayanan Publik

Memasuki usia ke-71 tahun, Korlantas Polri dihadapkan pada ekspektasi publik yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan lalu lintas. Langkah transformasi terus dipacu, mulai dari perluasan penindakan pelanggaran berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) secara nasional, modernisasi sistem Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor (Regident), hingga kemudahan layanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara daring.

"Setiap usapan pada pencucian pataka ini harus membakar kembali semangat juang kita untuk terus memberikan pelayanan terbaik yang humanis dan memotong potensi penyimpangan di lapangan," tambah Irjen Wibowo. Melalui pencucian pataka ini, Korlantas Polri menegaskan tekadnya untuk mengedepankan langkah-langkah preventif dan edukatif demi menyelamatkan nyawa manusia di jalan raya.

Rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama untuk memohon perlindungan bagi seluruh personel lalu lintas yang bertugas di medan jalan raya dari Sabang sampai Merauke, serta terciptanya ketertiban lalu lintas yang aman dan nyaman bagi seluruh rakyat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer3
TENTANG PENULIS writer3

Bacaan Terkait

Comments (0)

User