JAKARTA — Airlangga Paparkan Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Istana Negara
JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, guna menyampaikan laporan komprehens
JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, guna menyampaikan laporan komprehensif mengenai dinamika perekonomian nasional serta evaluasi capaian indikator makroekonomi terbaru. Pertemuan terbatas tersebut membahas langkah strategis pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi harga komoditas dunia.
Dalam keterangannya usai pertemuan di Istana Kepresidenan, Airlangga menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat kuat dan resilien. Pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi nasional masih konsisten berada di kisaran 5,05% secara tahunan (year-on-year), didukung oleh konsumsi rumah tangga yang solid serta realisasi investasi yang terus menunjukkan tren positif di berbagai sektor manufaktur dan hilirisasi.
Evaluasi Kinerja Makroekonomi dan Stabilitas Pasar
Pemerintah terus memantau indikator utama perekonomian guna memastikan stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat. Salah satu poin krusial yang dilaporkan Menko Perekonomian adalah keberhasilan pengendalian inflasi domestik yang terjaga ketat pada level 2,51%, sesuai dengan koridor target pemerintah dan Bank Indonesia di angka 2,5% ± 1%.
"Stabilitas harga bahan pangan pokok dan kecukupan pasokan logistik nasional menjadi prioritas utama pemerintah untuk menjaga indeks keyakinan konsumen tetap tinggi," ujar Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers di area Istana Kepresidenan.
Untuk memastikan kesinambungan program pembangunan dan akselerasi pertumbuhan, Menko Perekonomian merinci sejumlah fokus kerja prioritas yang akan dijalankan dalam periode mendatang:
- Pengendalian Inflasi Pangan: Memperkuat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID) guna mengamankan rantai pasok pangan.
- Akselerasi Proyek Strategis Nasional (PSN): Memastikan percepatan penyelesaian 233 proyek infrastruktur kunci untuk meningkatkan konektivitas antarremediasi wilayah.
- Penguatan Penyerapan Tenaga Kerja: Mengoptimalkan program revitalisasi vokasi serta perluasan insentif perpajakan bagi industri padat karya.
- Peningkatan Nilai Tambah Hilirisasi: Memperluas cakupan hilirisasi dari sektor pertambangan menuju sektor pertanian dan perkebunan berprospek ekspor.
Proyeksi dan Perbandingan Target Makroekonomi
Guna memberikan gambaran terukur mengenai pencapaian dan target pembangunan mendatang, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyusun analisis komparatif indikator utama ekonomi Indonesia sebagai berikut:
| Indikator Ekonomi | Capaian Realisasi 2024 | Target Proyeksi 2025 |
|---|---|---|
| Pertumbuhan Ekonomi (YoY) | 5,05% | 5,20% |
| Laju Inflasi Tahunan | 2,51% | 2,50% |
| Realisasi Investasi Nasional | Rp 1.650 Triliun | Rp 1.900 Triliun |
| Tingkat Pengangguran Terbuka | 4,91% | 4,50% |
Strategi Menghadapi Tantangan Geopolitik Global
Di samping indikator domestik yang positif, pertemuan di Istana Kepresidenan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan terhadap gejolak eksternal. Konflik geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, serta arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral global, dinilai masih menjadi risiko eksternal yang patut diantisipasi secara cermat.
Menurut analisis pengamat ekonomi senior, Dr. Raden Sukmawardhana, keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas makro sangat bergantung pada eksekusi kebijakan fiskal yang efisien. "Menjaga daya beli masyarakat kelas menengah melalui bantalan sosial yang tepat sasaran serta menjaga kepastian hukum bagi investor asing merupakan kunci utama agar pertumbuhan ekonomi tidak melambat di masa transisi ini," ungkapnya.
Menutup sesi pemaparannya, Menko Airlangga menegaskan optimisme pemerintah bahwa target realisasi investasi sebesar Rp 1.900 triliun pada tahun mendatang dapat tercapai melalui perbaikan iklim investasi dan kepastian regulasi. Pemerintah berkomitmen penuh menjaga sinergitas kebijakan fiskal dan moneter demi mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh penjuru Nusantara.




Comments (0)