Investasi Rp 6 Triliun ke Mandalika, ITDC Siapkan Insentif dan SDM

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kembali mencatat babak baru dalam perjalanannya sebagai destinasi wisata super prioritas. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau yang akrab disapa I...

Aug 22, 2026 - 01:01
0 1
Investasi Rp 6 Triliun ke Mandalika, ITDC Siapkan Insentif dan SDM

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kembali mencatat babak baru dalam perjalanannya sebagai destinasi wisata super prioritas. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau yang akrab disapa ITDC, selaku pengelola kawasan, tengah menggenjot berbagai strategi agar geliat investasi di wilayah kebanggaan Lombok itu terus tumbuh. Tidak main-main, target yang dicanangkan mencapai angka fantastis, yakni akumulasi investasi sebesar Rp 6 triliun yang diharapkan dapat terwujud dalam beberapa tahun ke depan.

Angka tersebut bukan sekadar wacana belaka. ITDC menilai Mandalika memiliki daya tarik yang kuat bagi para investor, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kombinasi antara keindahan alam yang memukau, infrastruktur kelas dunia yang sudah terbangun, serta dukungan penuh dari pemerintah menjadi modal utama untuk meyakinkan pelaku usaha agar menanamkan modalnya di kawasan ini. Apalagi, kehadiran Sirkuit Internasional Mandalika yang menjadi tuan rumah balapan kelas dunia telah mengangkat nama kawasan ini di pentas global.

Insentif Pajak Jadi Umpan Daya Tarik

Untuk merealisasikan target tersebut, ITDC tidak tinggal diam. Salah satu jurus yang diandalkan adalah pemberian fasilitas insentif perpajakan, khususnya tax holiday atau pembebasan pajak penghasilan badan dalam jangka waktu tertentu. Fasilitas ini menjadi salah satu instrumen yang paling dinanti para calon investor karena mampu menekan beban biaya di tahap awal operasional usaha.

Kebijakan tersebut sejalan dengan berbagai regulasi pemerintah yang memang memberikan kemudahan bagi investasi di kawasan ekonomi khusus. Dengan adanya tax holiday, para pelaku usaha di bidang perhotelan, properti, hingga sektor pendukung pariwisata lainnya diharapkan semakin percaya diri untuk berinvestasi. ITDC optimistis insentif ini akan menjadi katalis yang mempercepat masuknya modal ke Mandalika.

SDM Lokal Jadi Prioritas Utama

Namun, ITDC sadar bahwa investasi yang besar tidak akan bermakna tanpa kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, pengelola kawasan tidak hanya fokus pada urusan permodalan, tetapi juga serius menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten. Langkah ini ditempuh agar masyarakat di sekitar kawasan, khususnya warga Lombok Tengah, bisa merasakan langsung dampak positif dari pembangunan Mandalika.

Berbagai program pelatihan dan pengembangan kapasitas pun dirancang untuk membekali warga dengan keterampilan yang dibutuhkan industri pariwisata dan perhotelan. Mulai dari pelatihan bahasa asing, tata boga, housekeeping, hingga manajemen usaha mikro, semua diarahkan agar masyarakat lokal mampu bersaing dan mengisi posisi-posisi yang tersedia di kawasan. Dengan begitu, efek berganda dari investasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat, bukan hanya oleh investor semata.

Membangun Ekosistem Pariwisata yang Berkelanjutan

Upaya ITDC dalam menarik investasi ini tidak lepas dari visi yang lebih besar, yaitu membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Mandalika tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat berlibur, melainkan juga pusat kegiatan ekonomi yang hidup sepanjang tahun. Karena itu, keberagaman sektor investasi menjadi penting, mulai dari akomodasi, restoran, pusat perbelanjaan, hingga venue untuk kegiatan bisnis dan konvensi.

Dengan target investasi Rp 6 triliun, ITDC berharap kawasan ini mampu menciptakan lapangan kerja yang luas sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Proyeksi itu dinilai realistis mengingat antusiasme investor yang terus mengalir, terutama setelah berbagai event internasional sukses digelar di Sirkuit Mandalika. Kehadiran para investor asing juga membuka peluang transfer pengetahuan dan teknologi yang akan memperkuat daya saing sektor pariwisata nasional.

Kolaborasi Seluruh Pemangku Kepentingan

Keberhasilan menarik investasi tentu tidak bisa dicapai oleh ITDC seorang diri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. ITDC pun terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak untuk memastikan iklim investasi di Mandalika tetap kondusif. Kemudahan perizinan, kepastian hukum, serta ketersediaan infrastruktur pendukung menjadi perhatian bersama agar para investor merasa nyaman menanamkan modalnya.

Di sisi lain, pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan juga terus diperkuat. ITDC percaya bahwa keberlanjutan kawasan hanya bisa terjaga jika masyarakat merasa memiliki. Karena itu, dialog dan partisipasi warga dalam berbagai program pemberdayaan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pengelolaan kawasan.

Optimisme di Tengah Persaingan

Persaingan menarik investasi pariwisata memang semakin ketat, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga regional. Kendati demikian, ITDC yakin Mandalika memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi. Perpaduan keindahan alam, fasilitas modern, dan dukungan kebijakan pemerintah menjadikan kawasan ini salah satu tujuan investasi paling menjanjikan di Indonesia.

Dengan segala upaya yang tengah berjalan, target investasi Rp 6 triliun bukanlah angan-angan kosong. Komitmen terhadap insentif pajak dan kesiapan SDM lokal menjadi dua pilar utama yang akan menopang terwujudnya target tersebut. Jika semua berjalan sesuai rencana, Mandalika tidak hanya akan menjadi kebanggaan Pulau Lombok, tetapi juga simbol kemajuan pariwisata Indonesia di mata dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User