HUT Ke-81 RRI, Hendrasmo Tegaskan Konten Harus Berdampak bagi Masyarakat
JAKARTA — Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) memperingati hari jadinya yang ke-81 pada Jumat (11/9). Dalam momen bersejarah terseb
JAKARTA — Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) memperingati hari jadinya yang ke-81 pada Jumat (11/9). Dalam momen bersejarah tersebut, Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, menekankan pentingnya penguatan kualitas pada seluruh lini konten siaran. Peningkatan volume pemberitaan tidak boleh sekadar menjadi pencapaian angka kuantitatif, melainkan harus mampu memberikan manfaat riil dan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Hendrasmo saat memimpin upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 LPP RRI yang berlangsung di Jakarta. Di hadapan jajaran pimpinan serta jurnalis RRI, ia mengingatkan bahwa tantangan media penyiaran publik saat ini bukan lagi sekadar memproduksi informasi secara masif, melainkan bagaimana memikat perhatian publik melalui karya informasi yang kredibel, berkualitas, dan relevan.
Capaian Kuantitas dan Inklusivitas Komunitas
Sepanjang tahun 2025, LPP RRI mencatatkan pertumbuhan produksi konten yang sangat signifikan. Media penyiaran tertua di Indonesia ini berhasil memproduksi lebih dari 100 ribu berita yang didistribusikan secara meluas melalui portal berita digital RRI.CO.ID serta jaringan siaran radio terestrial di seluruh pelosok Tanah Air.
Tidak hanya berfokus pada produksi berita mandiri, LPP RRI juga mengedepankan prinsip inklusivitas dengan merangkul berbagai elemen warga. Terbukti, lebih dari 34 ribu kelompok masyarakat telah dilibatkan secara aktif dalam pelbagai program siaran dan kegiatan partisipatif yang digelar oleh RRI di berbagai wilayah.
Fokus Utama: Kualitas dan Dampak Kemasyarakatan
Kendati menunjukkan pertumbuhan kuantitatif yang membanggakan, Hendrasmo menilai pencapaian tersebut belum cukup jika tidak diimbangi dengan kedalaman materi dan dampak kemasyarakatan. Ia menekankan bahwa RRI harus bertransformasi secara berkelanjutan agar tetap relevan dan dicintai oleh pemirsa maupun pendengarnya di tengah persaingan media yang kian ketat.
"Kita sadar walaupun secara kuantitas meningkat, kita harus mampu berdampak, bermanfaat bagi masyarakat. Karena kita ingin RRI kuat, menjadi sumber informasi yang kredibel di tengah derasnya arus informasi dan disinformasi," ujar Hendrasmo dalam pidato utamanya.
Langkah penguatan kualitas konten ini menjadi sangat vital mengingat derasnya arus disinformasi dan berita bohong (hoaks) yang beredar di ruang publik. Sebagai media publik milik negara, RRI mengemban amanat strategis sebagai verifikator publik dan penyeimbang arus informasi guna menjaga kondusivitas nasional.
Strategi Penguatan Multiplatform LPP RRI
Untuk menjawab tantangan zaman dan menjangkau generasi muda, LPP RRI terus mematangkan strategi integrasi multiplatform. Transformasi tidak hanya menyasar siaran radio terestrial konvensional, melainkan mencakup pembenahan ekosistem digital yang komprehensif. Berikut adalah sejumlah fokus utama langkah transformasi RRI ke depan:
- Peningkatan Kualitas Jurnalistik: Memastikan seluruh karya berita mematuhi kode etik jurnalistik secara ketat, bermutu tinggi, akurat, dan berimbang.
- Pengembangan Ekosistem Digital: Optimalisasi portal RRI.CO.ID, aplikasi layanan seluler, serta saluran media sosial resmi untuk menjangkau audiens milenial dan Gen Z.
- Penguatan Konten Wilayah Terluar: Mempertahankan peran vital RRI di daerah perbatasan dan terisolasi sebagai sarana pemersatu serta perekat kedaulatan bangsa.
- Pelibatan Komunitas Interaktif: Membuka ruang dialog publik yang lebih luas bagi warga untuk menyuarakan aspirasi pembangunan daerah secara transparan.
Refleksi Perjuangan dan Tantangan Masa Depan
Peringatan HUT ke-81 RRI sekaligus menjadi momentum refleksi atas rekam jejak sejarah RRI sebagai media perjuangan yang berdiri sejak 11 September 1945. Spirit slogan legendaris "Sekali di Udara, Tetap di Udara" kini terus ditransformasikan dalam konteks persaingan ekosistem media modern berbasis digital.
Sejarah mencatat bahwa RRI memiliki peran vital dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui siaran udara yang membakar semangat perlawanan. Di era modern ini, pertempuran RRI bergeser ke medan perang informasi. Memerangi hoaks, meningkatkan literasi media, dan memberikan pemahaman yang mencerahkan bagi publik menjadi misi baru yang tidak kalah krusial.
Hendrasmo menutup arahannya dengan mengajak seluruh insan RRI di pusat maupun daerah untuk terus memegang teguh integritas, berinovasi tanpa henti, serta memperkuat komitmen pelayanan publik. Dengan konsistensi dalam menjaga kualitas dan kebermanfaatan, LPP RRI optimistis dapat terus berdiri kokoh sebagai pilar informasi tepercaya bagi seluruh rakyat Indonesia.




Comments (0)