HUT ke-344 Bandar Lampung: Sekjen Kemendagri Tekankan Kebangkitan UMKM
Kota Bandar Lampung baru saja melewati tonggak sejarah penting, tepatnya pada peringatan hari jadi yang ke-344. Dalam suasana penuh semangat pembaruan, perayaan kali ini tidak hanya menjadi seremoni r...
Kota Bandar Lampung baru saja melewati tonggak sejarah penting, tepatnya pada peringatan hari jadi yang ke-344. Dalam suasana penuh semangat pembaruan, perayaan kali ini tidak hanya menjadi seremoni rutin, melainkan juga panggung untuk merumuskan langkah strategis pembangunan daerah. Titik berat tertuju pada upaya kolektif mendorong kekuatan ekonomi dari akar rumput. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri), Tomsi Tohir, hadir langsung menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya konsolidasi seluruh pemangku kepentingan guna mengakselerasi perekonomian lokal melalui jalur yang paling dekat dengan masyarakat: usaha mikro, kecil, dan menengah.
Gelora Ekonomi dari Gerbang Sumatra
Bandar Lampung, sebagai gerbang utama Pulau Sumatra, menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa besar. Letaknya yang strategis menjadikan kota ini jalur lalu lintas barang dan jasa dari Jawa ke Sumatra atau sebaliknya. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan partisipasi aktif para pelaku usaha kecil. Dalam pidatonya, Sekjen Tomsi Tohir menekankan bahwa tidak ada kemajuan daerah yang bisa bertahan tanpa fondasi UMKM yang kokoh. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah kota, perbankan, swasta, hingga komunitas, untuk menciptakan ekosistem yang ramah bagi para pelaku usaha. Kolaborasi integral menjadi kata kunci yang diulang-ulang sepanjang acara, sekaligus menjadi roh dari seluruh rangkaian HUT ke-344 tersebut.
Seruan ini bukan tanpa dasar. Data historis menunjukkan bahwa krisis ekonomi kerap kali melewati UMKM sebagai sektor penyelamat. Ketika korporasi besar tumbang, warung kelontong, pedagang pasar, pengrajin rumahan, dan penyedia jasa kecil tetap bertahan menopang denyut kehidupan warga. Tomsi Tohir pun mengingatkan bahwa memperkuat UMKM berarti memperkuat ketahanan kota terhadap gejolak eksternal. Oleh karena itu, momentum perayaan HUT ini harus menjadi titik balik kesadaran kolektif, bukan sekadar acara tahunan yang berlalu begitu saja.
Expo 2026: Pameran yang Menjadi Katalisator
Puncak peringatan HUT ke-344 Bandar Lampung ditandai dengan terselenggaranya Expo 2026 yang digelar secara megah. Bukan sekadar pameran biasa, expo ini dirancang sebagai panggung unjuk gigi produk-produk unggulan UMKM lokal. Berjalan di sepanjang area expo, pengunjung disuguhi beragam inovasi mulai dari kriya tekstil bercorak Lampung, olahan pangan berbasis potensi kelautan, hingga kerajinan logam dan perak pewter yang mulai menembus pasar ekspor. Sekjen Kemendagri berkeliling mengunjungi setiap stan, tidak segan berhenti lama untuk berdialog dengan para pelaku usaha. Percakapan itu bukan basa-basi seremonial, melainkan pendalaman mengenai kendala permodalan, akses pemasaran, serta kebutuhan pendampingan teknis.
Dalam kesempatan tersebut, Tomsi Tohir menilai Expo 2026 merupakan momentum penting yang tak boleh disia-siakan. Ia menekankan bahwa expo semacam ini menjadi etalase yang mempertemukan produsen lokal dengan pasar yang lebih luas, termasuk calon investor dan pembeli dari luar daerah. Lebih dari itu, expo juga menjadi laboratorium hidup untuk mengukur sejauh mana daya saing produk UMKM Bandar Lampung. Sekjen Kemendagri menginstruksikan agar Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus melakukan kurasi, pelatihan pengemasan, dan digitalisasi pemasaran pasca-expo sehingga produk yang dipamerkan benar-benar siap menembus pasar nasional bahkan global.
UMKM sebagai Tulang Punggung Masa Depan
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan persaingan global, Sekjen Tomsi Tohir mengingatkan bahwa UMKM harus tetap menjadi prioritas. Beliau menyebut bahwa anggaran pemerintah pusat dan daerah harus dialokasikan secara signifikan untuk membuka akses permodalan yang lunak, memotong rantai birokrasi perizinan yang kerap menjadi momok, dan menyediakan pelatihan digital yang aplikatif. “Jangan sampai pelaku UMKM kita hanya jago membuat produk, tetapi gagap ketika harus menjualnya di platform digital,” ucapnya dengan nada tegas. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor perbankan, agar tidak memandang UMKM sebagai entitas berisiko tinggi, melainkan sebagai mitra strategis pembangunan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Sekjen Kemendagri juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Bandar Lampung pada sektor wisata kuliner dan kriya. Dengan sentuhan desain kontemporer dan standarisasi kualitas, produk-produk tradisional seperti kopi robusta Lampung, tapis, dan sambal khas bisa menembus ruang pamer internasional. Beliau menantang Pemerintah Kota dan pelaku usaha untuk menjadikan HUT ke-344 ini sebagai tonggak lahirnya gerakan UMKM yang lebih agresif dan terstruktur, bukan sekadar bertahan hidup (survival) tetapi bertumbuh secara eksponensial.
Menghubungkan Tradisi dan Inovasi
Rangkaian acara HUT ke-344 juga dimeriahkan dengan sarasehan dan diskusi panel yang mempertemukan para pengusaha senior dengan generasi muda. Tomsi Tohir yang turut menjadi pembicara menekankan pentingnya sinergi antara kearifan lokal dan inovasi modern. Menurutnya, produk UMKM tidak boleh kehilangan roh budaya Lampung, tetapi juga harus mampu memenuhi selera pasar kekinian. Ia memberikan contoh bagaimana kain tapis yang dulu hanya digunakan dalam upacara adat, kini mulai dimodifikasi menjadi jas, sepatu, dan aksesoris busana modern. Transformasi inilah yang harus didorong oleh pemerintah daerah melalui kebijakan yang adaptif dan anggaran yang tepat sasaran.
Pesan paling kuat yang ditinggalkan Sekjen Kemendagri pada peringatan 344 tahun Bandar Lampung ini adalah urgensi untuk menghilangkan ego sektoral. Pemerintah, pengusaha besar, BUMD, dan UMKM harus bergerak dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi daerah tidak lagi diukur dari seberapa banyak investasi raksasa masuk, tetapi seberapa merata kesejahteraan yang dirasakan oleh pelaku usaha paling kecil. Dengan demikian, HUT ke-344 bukan sekadar peringatan pertambahan usia, melainkan pernyataan sikap bahwa Bandar Lampung siap mendobrak batas melalui kekuatan ekonomi kerakyatan yang dimotori oleh UMKM.
Malam puncak peringatan diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada para penggerak UMKM inspiratif, sebuah simbol bahwa masa depan Bandar Lampung sesungguhnya terletak di pundak para pelaku usaha kecil yang tangguh, inovatif, dan berakar pada budaya setempat.
Comments (0)