Baku Tembak di Dekai, Tiga KKB Tewas dan Tiga Senjata Api Disita

Dekai, Yahukimo – Situasi keamanan di wilayah Pegunungan Papua kembali diwarnai baku tembak antara aparat keamanan gabungan dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pada Kamis pagi, 17 Juli 2026, seb...

Jul 20, 2026 - 03:22
0 0
Baku Tembak di Dekai, Tiga KKB Tewas dan Tiga Senjata Api Disita

Dekai, Yahukimo – Situasi keamanan di wilayah Pegunungan Papua kembali diwarnai baku tembak antara aparat keamanan gabungan dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pada Kamis pagi, 17 Juli 2026, sebuah kontak senjata tak terelakkan terjadi di sekitar Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, yang berakhir dengan tewasnya tiga anggota KKB. Selain menewaskan para pelaku, petugas juga berhasil mengamankan tiga pucuk senjata api yang selama ini diduga digunakan untuk meneror warga sipil dan aparat. Tidak ada korban jiwa maupun luka dari pihak pasukan keamanan dalam insiden ini.

Kronologi Kontak Tembak

Peristiwa bermula saat tim gabungan dari Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama personel TNI dan Polres Yahukimo sedang melakukan patroli rutin di kawasan hutan yang kerap dijadikan jalur pergerakan KKB. Sekitar pukul 06.30 WIT, mereka memergoki sekelompok orang bersenjata lengkap yang mencurigakan. Ketika dihampiri, kelompok tersebut tiba-tiba melepaskan tembakan ke arah aparat. Petugas pun segera membalas dengan tembakan terukur, memicu baku tembak yang berlangsung selama hampir setengah jam.

Setelah kontak senjata mereda, tim melakukan penyisiran dan menemukan tiga jenazah yang dipastikan sebagai anggota KKB. Identitas ketiga korban masih dalam proses penyelidikan. Dari lokasi kejadian, petugas menyita dua senjata api laras panjang jenis SS1 dan Mosin-Nagant, serta satu pucuk pistol rakitan beserta puluhan butir amunisi. "Kami menduga kelompok ini bagian dari jaringan KKB yang selama ini beroperasi di wilayah Yahukimo dan sekitarnya," ujar seorang perwira yang menolak disebutkan namanya.

Pernyataan Resmi Aparat Keamanan

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Andreas Surya, dalam keterangannya membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa operasi yang dilakukan murni tindakan penegakan hukum terhadap pelaku kriminal bersenjata yang telah meresahkan masyarakat. "Hari ini, pukul 07.00 WIB, tim kami terlibat aksi saling tembak dengan KKB di Dekai. Tiga pelaku tewas dan tiga senjata api berhasil kami amankan. Tidak ada anggota kami yang menjadi korban," kata Kombes Andreas.

Ia menambahkan, operasi ini merupakan respons atas laporan warga yang resah karena sering terjadi aksi penembakan liar, pemalangan, dan pemerasan oleh kelompok bersenjata di sekitar Distrik Dekai dan Kurima. "Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat yang sangat membantu keberhasilan operasi. Kami juga berkomitmen untuk terus mengembalikan rasa aman di Papua, tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang melanggar hukum," tegasnya.

Signifikansi Penyitaan Senjata Api

Keberhasilan mengamankan tiga pucuk senjata api dinilai sangat krusial dalam upaya melemahkan kapasitas militer KKB di wilayah Pegunungan Papua. Selama ini, kelompok bersenjata tersebut mengandalkan senjata curian maupun rakitan untuk melancarkan aksi teror. Dengan berkurangnya persenjataan, diharapkan intensitas serangan terhadap aparat dan warga sipil dapat ditekan secara signifikan.

Pengamat keamanan dari Universitas Cenderawasih, Dr. Antonius Wamena, menyebut bahwa setiap senjata yang disita dari KKB adalah langkah maju dalam menciptakan stabilitas. "Setiap senjata ilegal yang berhasil direbut mengurangi potensi jatuhnya korban di masa depan. Ini bukan sekadar operasi militer, tapi juga kemanusiaan," ujarnya saat dihubungi terpisah. Ia juga mendorong pendekatan dialog tetap dibuka seiring penegakan hukum, agar akar masalah di Papua bisa terselesaikan secara komprehensif.

Kondisi Terkini dan Respons Masyarakat

Pasca-insiden, situasi di Dekai dilaporkan sudah kembali kondusif. Aparat gabungan masih berjaga di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kemungkinan aksi balasan. Masyarakat setempat, yang sempat cemas, perlahan mulai beraktivitas seperti biasa. Seorang warga Dekai, Markus (45), mengaku lega mendengar kabar tersebut. "Kami sering takut keluar rumah kalau malam. Semoga sekarang lebih aman," ungkapnya singkat.

Sementara itu, Satgas Damai Cartenz terus melakukan pengejaran terhadap sisa anggota KKB yang diduga melarikan diri ke dalam hutan. Pihak kepolisian juga mengimbau agar seluruh elemen masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. "Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kedamaian di Bumi Cenderawasih. Papua rumah kita bersama," tutup Kombes Andreas.

Operasi ini menjadi bukti bahwa pendekatan terpadu antara aparat dan dukungan warga mampu memberikan hasil konkret dalam melawan gerombolan bersenjata yang terus mengancam keamanan di tanah Papua.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User