Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

Harga Emas Antam Turun Menjadi Rp 2.592.000 per Gram

JAKARTA — Pergerakan harga logam mulia di pasar domestik kembali menunjukkan tren koreksi pada pertengahan September ini. Berdasarkan pembaruan resmi dari

Harga Emas Antam Turun Menjadi Rp 2.592.000 per Gram

JAKARTA — Pergerakan harga logam mulia di pasar domestik kembali menunjukkan tren koreksi pada pertengahan September ini. Berdasarkan pembaruan resmi dari laman Logam Mulia, harga emas batangan 24 karat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan sebesar Rp 11.000 per gram pada Selasa (15/9/2026). Penurunan tersebut menempatkan harga emas Antam di posisi Rp 2.592.000 per gram, berbalik arah setelah sebelumnya sempat bertahan pada tren penguatan.

Sikap hati-hati para pelaku pasar terlihat jelas seiring dengan dinamika makroekonomi global yang terus bergejolak. Tidak hanya harga jual ritel yang tergerus, harga penyerahan kembali atau buyback oleh Antam juga mengalami penyesuaian yang sepadan. Penurunan harga ini menjadi perhatian penting bagi para investor ritel maupun pemburu aset safe haven yang rutin memantau pergerakan komoditas ini secara harian.

Dinamika Pasar Global Tekan Pergerakan Logam Mulia

Penurunan harga emas domestik tidak lepas dari pengaruh kuat konstelasi keuangan internasional. Menguatnya indeks Dolar AS serta tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat ditengarai menjadi pemicu utama yang menahan laju kenaikan harga emas. Ketika mata uang Negeri Paman Sam tersebut menguat, aset non-bunga seperti emas menjadi kurang menarik di mata pemodal global, sehingga memicu aksi lepas kepemilikan atau profit taking.

Sejumlah analis komoditas menilai bahwa koreksi harga ini merupakan hal yang lumrah dalam siklus pasar bullion. Ekspektasi arah kebijakan moneter bank sentral global yang belum sepenuhnya melunak turut membayangi langkah para investor.

"Koreksi yang terjadi pada harga emas Antam hari ini merupakan refleksi langsung dari fluktuasi harga emas di pasar spot dunia. Investor cenderung mengamankan keuntungan jangka pendek sembari menantikan kejelasan sinyal suku bunga dan rilis data inflasi global," ungkap analis pasar komoditas.

Rincian Harga Emas Antam dari Pecahan Kecil hingga Besar

Bagi konsumen dan investor yang berencana melakukan transaksi fisik, Antam menyediakan berbagai varian ukuran emas batangan, mulai dari pecahan 0,5 gram hingga pecahan 1.000 gram. Setiap ukuran memiliki perbedaan harga dasar per gram akibat biaya cetak (minting cost) yang proporsional.

Berikut adalah rincian daftar harga emas batangan Antam untuk berbagai pecahan pada Selasa, 15 September 2026:

Ukuran Emas Harga Dasar (Rp) Harga Setelah PPh 22 (0,45%) (Rp)
0,5 gram 1.346.000 1.352.057
1 gram 2.592.000 2.603.664
2 gram 5.124.000 5.147.058
5 gram 12.735.000 12.792.308
10 gram 25.415.000 25.529.368
50 gram 126.745.000 127.315.353
100 gram 253.412.000 254.552.354
1.000 gram 2.532.600.000 2.544.000.000

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian akan dilampirkan dengan bukti potong pajak resmi dari PT Antam Tbk.

Implikasi bagi Investor Ritel dan Strategi Akumulasi

Penurunan harga sebesar Rp 11.000 per gram ini kerap kali dimanfaatkan oleh pelaku pasar sebagai momentum tepat untuk melakukan pembelian bertahap dengan metode dollar-cost averaging (DCA). Strategi ini efektif untuk meminimalisasi risiko volatilitas harga dalam jangka pendek, terutama bagi pemodal yang menjadikan emas sebagai sarana lindung nilai (hedging) jangka panjang.

Di sisi lain, bagi masyarakat yang berniat melakukan penjualan kembali (buyback), diproyeksikan harga buyback Antam berada pada kisaran Rp 2.441.000 per gram. Berdasarkan ketentuan hukum perpajakan yang berlaku, transaksi buyback dengan nominal di atas Rp 10 juta dipotong PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

Praktisi keuangan mengingatkan agar investor tidak bersikap reaktif terhadap perubahan harga harian. "Logam mulia pada hakikatnya adalah instrumen penyeimbang portofolio jangka menengah dan panjang, sehingga penurunan harga justru memberikan ruang akumulasi yang rasional," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer6
TENTANG PENULIS writer6

Bacaan Terkait

Comments (0)

User