H-2 GIIAS 2026: Pekerja Berkejaran Rampungkan Persiapan Pameran
Suara bor listrik dan hentakan palu beradu dengan alunan musik yang sesekali terdengar dari panggung utama. Di sudut-sudut hall ICE BSD, Tangerang, puluhan tangan cekatan menyelesaikan sentuhan akhir ...
Suara bor listrik dan hentakan palu beradu dengan alunan musik yang sesekali terdengar dari panggung utama. Di sudut-sudut hall ICE BSD, Tangerang, puluhan tangan cekatan menyelesaikan sentuhan akhir pada bilik-bilik pameran. Dua hari menjelang perhelatan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, kawasan yang biasanya senyap itu berubah menjadi sarang kegiatan yang tak mengenal lelah. Para pekerja dari beragam vendor berlomba dengan waktu, memastikan setiap sudut stan berdiri sempurna sebelum lampu sorot resmi menyala dan pengunjung memadati area.
Sejak pagi buta, deru truk pengangkut material masih hilir mudik di jalur logistik. Rangka-rangka baja yang semula hanya kerangka telanjang kini mulai terbungkus panel kayu, kaca akrilik, dan kain berkualitas tinggi. Di sektor selatan, sebuah stan raksasa milik salah satu pabrikan Jepang telah memasang lantai parket mengilap dan dinding LED raksasa yang menampilkan animasi kendaraan konsep futuristis. “Semua harus presisi, dari leveling lantai sampai sudut pemasangan lampu. Kalau ada yang miring sedikit, nanti efek visualnya kacau,” ujar Budi, seorang koordinator tim instalasi yang sudah belasan tahun menangani pameran otomotif berskala internasional.
Maraton Dua Hari Tanpa Henti
Waktu yang tersisa tidak lagi dihitung dalam jam, melainkan dalam target penyelesaian per titik. Setiap tim bekerja dalam shift bergilir 24 jam, memanfaatkan setiap detik untuk mematangkan konstruksi yang tampak sederhana dari kejauhan tetapi sarat detail. Bilik-bilik untuk jenama premium mendapat perlakuan ekstra; karpet tebal digelar untuk menciptakan kesan mewah, sementara bilik kaca khusus disiapkan untuk mobil edisi terbatas yang baru akan dibuka selubungnya saat seremoni media.
Di lorong utama, sebuah stan mencolok dengan ornamen batik modern tengah menjalani tahap akhir pengecatan. Sejumlah pekerja berjongkok mengecat lis aluminium agar serasi dengan tema yang diusung. Di stan sebelahnya, deretan monitor sentuh sedang dipasang sebagai portal interaktif pengunjung untuk mengeksplorasi fitur kendaraan secara virtual. Aroma cat dan lem yang menguar perlahan tersapu kipas ventilasi industri yang terus berputar. Suhu di dalam hall yang luas memang meningkat akibat padatnya aktivitas, namun kipas portabel dan tim es teh kemasan keliling menjadi penyelamat kecil bagi para pekerja.
Ketepatan Teknis Menentukan Kesan Pertama
GIIAS bukan sekadar pameran mobil; ia adalah panggung persaingan citra di mana setiap jenama berlomba menciptakan pengalaman tak terlupakan. Karena itu, uji coba sistem suara dan pencahayaan dilakukan berulang kali. Di salah satu stan barat, teknisi asing sedang mengkalibrasi sistem proyektor 360 derajat yang menyorotkan airbrush digital pada bodi mobil yang diam di atas panggung berputar. “Kalau ada flicker sedikit, nanti viral di media sosial. Kami tidak mau ambil risiko,” celetuk seorang supervisor bertubuh tegap sambil mengarahkan anak buahnya.
Urusan listrik menjadi perhatian khusus. Konsumsi daya di area pameran tahun ini diperkirakan melonjak karena banyaknya elemen digital. Tim teknisi PLN dan panitia berkoordinasi memastikan tidak ada drop tegangan yang bisa merusak peralatan elektronik mahal. Panel-panel distribusi listrik diperiksa berkala, sementara kabel-kabel raksasa dirapikan dengan pengikat warna agar tidak mengganggu lalu lintas pekerja. Alur evakuasi dan titik kumpul darurat pun mulai dipetakan dengan rambu-rambu yang terang benderang.
Antusiasme yang Mulai Terasa
Meski area masih tertutup untuk umum, denyut ekspektasi sudah terasa. Di pintu masuk utama, petugas tiket tengah menggelar simulasi sistem pemindaian QR code yang akan memangkas antrean. Selasar luar hall berubah menjadi semacam warung lesehan tempat para pekerja beristirahat sejenak, menikmati nasi kucing dan gorengan sebelum kembali melanjutkan tugas masing-masing. “Saya sudah tiga hari tidur di mess darurat dekat sini,” ujar Darto, pekerja las yang bertanggung jawab atas struktur panggung. “Capek, ya pasti. Tapi kalau lihat hasil akhirnya nanti pas acara, semua terbayarkan.”
Di luar gedung, tenda-tenda pendukung mulai disiapkan untuk pusat kuliner dan area test drive. Jalur sirkuit pendek di pelataran parkir timur sudah dipasangi cone dan pembatas, siap menyambut calon pembeli yang ingin merasakan langsung performa kendaraan. Mobil-mobil baru yang baru turun dari truk pengangkut dibersihkan dengan teliti oleh tim detailing, dipoles hingga permukaannya memantulkan bayangan awan. Beberapa unit masih terbungkus plastik putih, menyembunyikan bentuk aslinya yang menjadi rahasia hingga hari H.
Simfoni Persiapan Menuju Panggung Akbar
Seiring senja turun, lampu-lampu LED di fasad stan mulai dinyalakan satu per satu, menciptakan lanskap digital yang berwarna-warni. Sebuah uji coba panggung utama berlangsung dengan menghadirkan penari latar yang memeragakan koreografi singkat. Suasana berubah magis: apa yang pagi tadi masih berupa puing kardus dan gulungan kabel, kini menjelma instalasi megah yang siap memamerkan teknologi otomotif terkini.
Koordinasi antar-pihak terus berlangsung melalui handy talky. Petugas keamanan mulai menempatkan barrier di titik-titik keramaian, sementara relawan dari berbagai perguruan tinggi tampak menerima arahan untuk tugas penyambutan. Papan informasi besar bergambar denah lokasi dipasang di setiap persimpangan, memudahkan pengunjung nantinya menavigasi lautan mobil dan aksesori.
Meski kelelahan terpampang pada banyak wajah, senyum kecil dan candaan ringan terus mengalir. Bagi mereka, GIIAS adalah lebih dari sekadar pekerjaan; ini adalah tradisi tahunan yang menandai kebangkitan industri otomotif nasional. Dengan waktu yang kian mendekati detik-detik acara, setiap orang yang hadir di ICE BSD malam ini sedang menulis bagian dari sejarah—sebuah kisah tentang bagaimana panggung megah itu dibangun tidak hanya dari baja dan kaca, melainkan dari peluh serta dedikasi ribuan tangan di balik layar. Besok, semuanya akan sempurna.
Comments (0)