Airlangga Hartarto Pastikan Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan konfirmasi resmi terkait pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pernyataan ini menga...

Jul 28, 2026 - 06:44
0 0
Airlangga Hartarto Pastikan Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan konfirmasi resmi terkait pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pernyataan ini mengakhiri spekulasi yang beredar selama beberapa pekan terakhir mengenai masa depan orang nomor satu di bank sentral tersebut.

Konfirmasi dari Pemerintah

Dalam keterangan pers yang digelar di kantornya, Menko Airlangga menyampaikan bahwa dirinya telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo secara langsung. “Pemerintah menghormati keputusan beliau untuk mengakhiri masa jabatan lebih awal,” ujarnya. Namun, Airlangga belum merinci alasan spesifik di balik langkah tersebut. Ia hanya menambahkan bahwa Perry telah menyelesaikan tugas-tugasnya dengan dedikasi tinggi dan memberikan kontribusi besar bagi stabilitas moneter serta sistem pembayaran nasional.

Perry Warjiyo sendiri sebelumnya diketahui masih memiliki sisa masa jabatan hingga 2028, setelah diangkat kembali oleh Presiden Joko Widodo pada 2023 untuk periode kedua. Dengan pengunduran diri ini, posisi Gubernur BI akan segera diisi oleh pelaksana tugas sebelum proses pemilihan dan fit and proper test di DPR digelar.

Jejak Panjang Perry di Bank Sentral

Perry Warjiyo bukan wajah baru di Bank Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Gubernur, ia pernah menduduki posisi Deputi Gubernur Senior dan berkecimpung di berbagai bidang, mulai dari riset ekonomi hingga kebijakan moneter. Selama kepemimpinannya, ia kerap menekankan pentingnya bauran kebijakan untuk menghadapi volatilitas global, terutama di masa pandemi COVID-19 dan gejolak keuangan internasional.

Beberapa pengamat menilai bahwa masa jabatan Perry diwarnai oleh kebijakan suku bunga yang akomodatif di tengah tekanan inflasi, serta inovasi digital seperti QRIS dan BI-FAST yang semakin memperkuat ekosistem pembayaran tanah air. Namun, dinamika nilai tukar rupiah dan arus modal asing tetap menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi.

Alasan di Balik Pengunduran Diri

Meski Airlangga enggan membeberkan detail alasan mundurnya Perry, sejumlah sumber di lingkungan otoritas keuangan menyebut adanya pertimbangan pribadi dan faktor kesehatan sebagai latar belakang keputusan tersebut. Spekulasi lain juga mengaitkan mundurnya sang Gubernur dengan rencana restrukturisasi internal yang ingin dilakukan oleh pemerintahan baru, meski hal ini belum mendapat konfirmasi resmi.

“Kita hargai keputusan Pak Perry. Beliau sudah berbuat banyak untuk negeri ini,” kata Airlangga singkat ketika ditanyai wartawan. Pernyataan ini semakin memperkuat kesan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran tidak akan menghalangi kepergian Perry dan tengah bersiap menunjuk sosok baru.

Pencarian Gubernur BI Baru

Dengan mundurnya Perry, pemerintah kini dihadapkan pada tugas segera mengusulkan nama calon pengganti ke DPR. Sesuai dengan Undang-Undang Bank Indonesia, kandidat Gubernur BI diajukan oleh Presiden dan menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Beberapa nama yang selama ini beredar di bursa adalah Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, serta mantan pejabat Kementerian Keuangan yang dinilai memiliki pengalaman luas di sektor keuangan.

Proses transisi ini diperkirakan akan berlangsung dalam satu hingga dua bulan ke depan. Selama kekosongan, salah satu Deputi Gubernur akan melaksanakan tugas sebagai pelaksana harian. Koordinasi antara BI dan pemerintah, terutama di tengah agenda besar seperti percepatan hilirisasi dan stabilitas harga pangan, menjadi prioritas utama.

Respon Pasar dan Pelaku Usaha

Pengumuman mundurnya Perry Warjiyo sempat memicu pergerakan di pasar uang. Pada sesi perdagangan pagi, rupiah tercatat melemah tipis terhadap dolar AS, yang menurut analis disebabkan oleh ketidakpastian jangka pendek. Namun, sentimen berangsur stabil setelah Airlangga menegaskan bahwa kebijakan makroekonomi akan tetap terjaga dan tidak akan terjadi perubahan drastis hanya karena pergantian kepemimpinan di bank sentral.

Kalangan pengusaha juga memberikan apresiasi atas kinerja Perry. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyatakan bahwa program pendanaan UMKM dan dukungan terhadap stabilitas nilai tukar sangat membantu dunia usaha. “Pak Perry adalah sosok yang responsif terhadap kebutuhan sektor riil,” ucapnya.

Catatan Akhir

Kepergian Perry Warjiyo dari pucuk pimpinan Bank Indonesia menandai akhir dari sebuah era. Ia tidak hanya menjadi bagian penting dari penanganan krisis, tetapi juga mendorong digitalisasi layanan keuangan yang lebih inklusif. Meskipun begitu, pengunduran diri ini meninggalkan pekerjaan rumah bagi penggantinya: menjaga stabilitas moneter di tengah tren suku bunga global yang masih tinggi, memperkuat cadangan devisa, dan memastikan transmisi kebijakan berjalan efektif hingga ke pelosok negeri.

Airlangga Hartarto pun menutup keterangannya dengan optimisme. “Kita akan segera menunjuk pemimpin baru di Bank Indonesia yang mampu melanjutkan fondasi yang sudah dibangun dan membawa bank sentral semakin maju,” tandasnya. Publik kini menantikan siapa sosok yang akan dipercaya memegang kendali moneter bangsa ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User