Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Semburkan Abu Vulkanik Satu Kilometer
LUMAJANG — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifik
LUMAJANG — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Senin pagi, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi sebanyak tiga kali secara berturut-turut, dengan tinggi kolom letusan mencapai hingga 1.000 meter di atas puncak kawah Jonggring Saloko.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api Semeru melaporkan bahwa rangkaian erupsi ini melontarkan abu vulkanik tebal berwarna putih hingga kelabu yang bergerak mengarah ke barat daya dan selatan.
Kronologi Rentetan Erupsi Senin Pagi
Berdasarkan data seismik dan visual yang dirilis oleh petugas pos pengamatan, rangkaian letusan terjadi sejak dini hari hingga menjelang siang dengan rincian kronologis sebagai berikut:
- Pukul 05.47 WIB: Erupsi pertama tercatat dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak. Kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu berintensitas sedang menuju arah selatan.
- Pukul 07.12 WIB: Erupsi kedua terjadi dengan intensitas yang lebih besar. Tinggi kolom abu vulkanik teramati membubung hingga 800 meter dari kawah aktif dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi gempa 110 detik.
- Pukul 08.30 WIB: Erupsi ketiga menghasilkan letusan tertinggi pada pagi hari tersebut, yakni mencapai 1.000 meter (1 kilometer) di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Asap kawah membubung tebal mengarah ke barat daya.
Parameter Teknis dan Rekaman Seismik
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Ghufron Alwi, dalam laporan tertulisnya mengonfirmasi bahwa aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa letusan dan hembusan. Getaran permukaan terekam jelas pada seismograf yang ditempatkan di sekitar lereng Semeru.
"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai rentang 20 hingga 23 milimeter. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih bertahan pada Level III (Siaga)," terang petugas PVMBG dalam laporan resminya.
Selain gempa letusan, PVMBG mencatat adanya potensi pergerakan guguran lava pijar yang sewaktu-waktu dapat terjadi di sepanjang lidah lava, terutama menuju ke sektor tenggara kawah aktif.
Zona Bahaya dan Imbauan Kewaspadaan
Menyikapi peningkatan aktivitas ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang bersama PVMBG memperketat pembatasan aktivitas warga di sekitar lereng gunung. Masyarakat dan wisatawan diwajibkan mematuhi rekomendasi teknis demi keselamatan bersama:
- Radius 13 Kilometer: Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, terhitung sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
- Sempadan Sungai 500 Meter: Menghindari aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km.
- Radius Bebas 5 Kilometer: Mengosongkan area dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
- Ancaman Lahar Hujan: Warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sarat, diimbau ekstra waspada terhadap potensi lahar dingin mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah puncak.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban jiwa akibat rangkaian erupsi tersebut. Namun, BPBD Lumajang telah menyiagakan masker medis dan posko tanggap darurat di kecamatan terdampak untuk mengantisipasi sebaran hujan abu vulkanik.
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada Senin pagi dengan tiga kali letusan berturut-turut. PVMBG mencatat tinggi kolom abu maksimum mencapai 1.000 meter dari puncak kawah. Status saat ini berada di Level III (Siaga). Warga diimbau menjauhi radius 13 km di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Baca selengkapnya di Patokan.com.



Comments (0)