Gempa Kuat Guncang NTT, Warga Selayar Tengah Ngaji Berhamburan ke Bukit

Sebuah gempa bumi dengan kekuatan signifikan mengguncang wilayah Mbay, Nusa Tenggara Timur, pada waktu yang tidak diduga. Getaran yang timbul dari aktivitas tektonik di dasar laut tersebut tidak hanya...

Aug 15, 2026 - 11:19
0 0
Gempa Kuat Guncang NTT, Warga Selayar Tengah Ngaji Berhamburan ke Bukit

Sebuah gempa bumi dengan kekuatan signifikan mengguncang wilayah Mbay, Nusa Tenggara Timur, pada waktu yang tidak diduga. Getaran yang timbul dari aktivitas tektonik di dasar laut tersebut tidak hanya terbatas di wilayah episenter, melainkan menjalar hingga ke pulau-pulau tetangga, termasuk Kabupaten Selayar di Sulawesi Selatan. Warga di kawasan pesisir merasakan goyangan yang cukup kuat, membuat banyak orang keluar dari rumah dalam kondisi panik.

Guncangan dari Kedalaman Laut

Peristiwa ini terjadi pada malam hari ketika sebagian besar aktivitas masyarakat mulai mereda. Namun, di beberapa mushola dan rumah warga, suara bacaan Al-Qur'an masih terdengar lantang. Tiba-tiba, dinding dan lantai mulai bergoyang secara hebat. Lampu-lampu yang menyala berkedip-kedip sebelum akhirnya padam di beberapa titik. Suara gemuruh dari bawah tanah seolah menjadi peringatan keras bahwa bencana telah datang.

Di wilayah episenter sekitar Mbay, guncangan terasa sangat dahsyat. Warga yang sedang beristirahat di rumah masing-masing langsung terbangun dan bergegas menyelamatkan diri. Beberapa bangunan diperkirakan mengalami keretakan akibat getaran yang terus menerus selama beberapa detik. Kondisi gelapnya malam semakin menambah ketegangan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang kesulitan bergerak cepat menuju ruang terbuka.

Momen Kaget saat Ibadah

Di Selayar, getaran terasa begitu nyata dan mengkhawatirkan. Sejumlah warga yang sedang melaksanakan ibadah ngaji di rumah-rumah mereka langsung terkejut saat merasakan lantai mulai bergetar. Tanpa pikir panjang, mereka meninggalkan mushola dan berlari keluar mencari tempat yang lebih aman. Beberapa warga mengaku hanya mengenakan pakaian shalat saat berhamburan ke luar rumah karena adrenaline yang melonjak drastis.

Salah seorang warga di wilayah pesisir utara Selayar mengaku sedang membaca Al-Qur'an bersama keluarga ketika guncangan datang. Awalnya dia mengira ada truk besar yang melintas, namun getaran semakin lama semakin kuat dan tidak berhenti. Pintu dan jendela berbunyi berdentum. Insting bertahan hidup segera menguasai dirinya untuk membawa anak-anak dan istri keluar dari rumah. Situasi serupa juga dialami oleh puluhan keluarga lain di sepanjang garis pantai.

Tak hanya di perumahan warga, sejumlah pengunjung warung kopi dan toko yang masih buka juga mengalami kepanikan yang sama. Meja dan kursi bergeser sendiri, membuat para pengunjung berlari meninggalkan tempat usaha tersebut. Suara teriakan dan tangisan anak-anak sempat mengisi lorong-lorong pemukiman padat di sekitar pusat kota kecamatan.

Alarm Tsunami dan Evakuasi Massal

Tidak lama setelah guncangan utama berlangsung, informasi peringatan dini tsunami mulai beredar di kalangan masyarakat. Bunyi sirene dari masjid dan pengeras suara milik pemerintah desa berbunyi keras, memerintahkan warga untuk segera mengungsi ke tempat-tempat tinggi. Ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai dari lansia hingga balita, segera bergerak menuju perbukitan yang berada di belakang pemukiman mereka.

Jalan-jalan menuju dataran tinggi dipadati oleh warga yang berjalan kaki sambil membawa barang-barang penting. Beberapa di antaranya hanya sempat menyelamatkan dokumen-dokumen vital dan pakaian seadanya. Meski terlihat tegang, solidaritas antarwarga tetap terjalin erat. Mereka saling membantu, terutama bagi keluarga yang memiliki anggota lansia atau difabel yang kesulitan berjalan menaiki lereng bukit. Beberapa pemuda setempat membentuk tim darurat untuk membantu proses evakuasi.

Dari ketinggian, warga memandang ke arah laut dengan cemas. Ombak tampak normal, namun ketakutan akan adanya gelombang besar yang bisa datang kapan saja masih menghantui mereka. Lampu-lampu senter dari ponsel menerangi wajah-wajah yang masih pucat karena ketakutan. Anak-anak menangis dipangkuan ibunya sementara para kepala keluarga berusaha menenangkan sekaligus mengawasi kondisi sekitar. Malam itu menjadi malam yang sangat panjang bagi warga pesisir Selayar.

Dampak dan Respons Pihak Berwenang

Hingga berita ini diturunkan, laporan kerusakan infrastruktur akibat gempa tersebut masih dalam tahap pendataan. Beberapa rumah di wilayah NTT dilaporkan mengalami retak pada dinding dan lantai. Sementara di Selayar, kerusakan struktural tampaknya belum terlalu signifikan, meski beberapa bangunan mengalami keretakan ringan. Jaringan listrik dan komunikasi di beberapa titik sempat terganggu akibat guncangan yang cukup keras.

Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah segera mengaktifkan posko siaga. Tim gabungan dikerahkan untuk memantau kondisi pantai dan mengevakuasi warga yang tinggal di pesisir ke lokasi-lokasi pengungsian yang telah ditentukan. Petugas juga melakukan komunikasi intensif dengan BMKG untuk memastikan status peringatan tsunami dapat dicabut atau dinaikkan sesuai dengan data terkini. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada kabar bohong yang beredar di media sosial.

Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang rentan terhadap aktivitas seismik. Para ahli geologi menekankan pentingnya edukasi mitigasi bencana sejak dini, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Pemahaman tentang jalur evakuasi dan prosedur tanggap darurat harus terus disosialisasikan agar ketika gempa besar datang, korban jiwa dapat ditekan seminimal mungkin. Warga Selayar yang tadi malam sempat berlari ke bukit kini mulai merasakan lega, meski trauma akibat kejadian tersebut masih melekat kuat dalam ingatan mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User