Gaun Balas Dendam Ikonik Putri Diana Dilelang Senilai Rp5,5 Miliar
Koleksi busana paling legendaris dalam sejarah monarki modern Inggris kembali mencuri perhatian dunia. Gaun malam sutra hitam yang dikenakan mendiang Putri
Koleksi busana paling legendaris dalam sejarah monarki modern Inggris kembali mencuri perhatian dunia. Gaun malam sutra hitam yang dikenakan mendiang Putri Diana, yang secara populer dikenal sebagai "Revenge Dress" atau "Gaun Balas Dendam", kini resmi dilelang dengan estimasi harga mencapai 2,8 crore Rupee atau setara dengan sekitar Rp5,5 miliar. Gaun ini bukan sekadar karya adi busana, melainkan simbol perlawanan dan pernyataan sikap paling berani dari seorang tokoh publik abad ke-20.
Momen Bersejarah di Serpentine Gallery
Busana yang dirancang oleh desainer asal Yunani, Christina Stambolian, pertama kali mencetak sejarah pada malam 29 Juni 1994. Saat itu, Putri Diana menghadiri acara penggalangan dana musim panas yang digelar oleh majalah Vanity Fair di Serpentine Gallery, Kensington Gardens, London. Kehadiran Diana malam itu menyedot perhatian global karena berlangsung bersamaan dengan penayangan wawancara televisi nasional Pangeran Charles bersama Jonathan Dimbleby, di mana sang putra mahkota secara terbuka mengakui perselingkuhannya.
Alih-alih bersembunyi dari sorotan media yang mengepung skandal pernikahan kerajaan tersebut, Diana justru tampil dengan penuh percaya diri. Mengenakan gaun hitam mini dengan potongan bahu terbuka (off-the-shoulder), belahan dada rendah, serta rok asimetris beraksen selendang menjuntai, Diana sukses mengalihkan seluruh tajuk utama surat kabar internasional dari pengakuan suaminya kepada pesona penampilannya.
"Malam itu, Diana tidak hanya memilih sebuah gaun; ia memilih untuk mengambil kendali penuh atas narasinya sendiri di hadapan publik dunia," ungkap seorang kurator sejarah mode kerajaan.
Melanggar Pakem Tradisi Busana Kerajaan
Dalam aturan protokoler Kerajaan Inggris, anggota keluarga bangsawan umumnya dilarang mengenakan busana berwarna hitam kecuali saat masa berkabung resmi. Gaun karya Christina Stambolian tersebut sejatinya telah dibeli oleh Putri Diana tiga tahun sebelumnya pada 1991, namun Diana sempat ragu mengenakannya karena dianggap terlalu berani dan sensual bagi seorang putri kerajaan.
Namun, keputusan berani pada malam Juni 1994 mengubah segalanya. Gaun tersebut dipadukan dengan kalung choker mutiara tujuh untai bertahtakan safir dan berlian besar—sebuah bros pemberian Ibu Suri yang diubah fungsinya oleh Diana—menciptakan tampilan yang abadi dan tak lekang oleh waktu.
Poin Penting Seputar Gaun Balas Dendam
- Perancang Busana: Christina Stambolian, desainer haute couture asal Yunani.
- Waktu Pemakaian: 29 Juni 1994 di Serpentine Gallery, London.
- Karakteristik Desain: Sutra sifon hitam, model off-the-shoulder pas badan dengan potongan asimetris.
- Estimasi Nilai Lelang: Mencapai Rs 2,8 crore (sekitar Rp5,5 miliar).
- Signifikansi Budaya: Menjadi titik balik transformasi Diana dari figur kerajaan yang tertutup menjadi ikon mode global yang independen.
Daya Tarik Koleksi Diana di Pasar Lelang
Ini bukan kali pertama gaun bersejarah tersebut masuk ke ruang lelang. Pada Juni 1997, hanya dua bulan sebelum wafatnya dalam tragedi kecelakaan di Paris, Putri Diana melelang 79 gaun malam miliknya melalui balai lelang Christie's di New York untuk menggalang dana amal bagi penderita AIDS dan kanker. Gaun ini dibeli oleh pasangan kolektor Graeme dan Angela Daniels asal Skotlandia.
Minat global terhadap artefak dan memorabilia Putri Diana terus melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Para pengamat industri lelang memprediksi bahwa nilai akhir gaun ini dapat melampaui estimasi awal, mengingat statusnya sebagai salah satu busana paling penting dan sarat pesan emosional dalam sejarah budaya populer dunia modern.




Comments (0)