Freeport Siapkan Tambang Bawah Tanah Kucing Liar, Target Produksi 2029
PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah menyiapkan lembaran baru dalam sejarah operasinya di Tanah Papua. Perusahaan tambang tembaga dan emas itu memacu pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar di kaw...
PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah menyiapkan lembaran baru dalam sejarah operasinya di Tanah Papua. Perusahaan tambang tembaga dan emas itu memacu pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang dijadwalkan mulai berproduksi pada 2029.
Proyek ini bukan pekerjaan ringan. Perseroan telah menggelontorkan investasi sekitar US$1,4 miliar atau setara lebih dari Rp22 triliun untuk membangun seluruh infrastruktur yang dibutuhkan, mulai dari akses bawah tanah, sistem ventilasi, jaringan listrik, hingga fasilitas pengangkutan bijih menuju pabrik pengolahan.
Tulang Punggung Baru Operasi Grasberg
Kucing Liar merupakan salah satu kantong cadangan bijih terbesar yang tersisa di kompleks Grasberg. Kehadirannya diproyeksikan menjadi tulang punggung produksi perseroan setelah tambang terbuka Grasberg resmi ditutup pada 2019 dan seluruh kegiatan penambangan beralih ke bawah tanah.
Saat ini, PTFI mengandalkan tiga tambang bawah tanah utama, yakni Grasberg Block Cave, Deep Mill Level Zone, dan Big Gossan. Ketiganya menyuplai bijih ke fasilitas pengolahan dengan kapasitas olah ratusan ribu ton per hari. Masuknya Kucing Liar ke dalam portofolio operasi akan memperkuat pasokan bijih sekaligus menjaga tingkat produksi tetap stabil dalam jangka panjang.
Dengan metode penambangan block cave yang serba modern, Kucing Liar dirancang sebagai tambang berteknologi tinggi. Sistem ini memungkinkan bijih ditambang dari kedalaman besar secara efisien dengan dukungan kereta bawah tanah, mesin penghancur, dan conveyor yang terhubung langsung ke fasilitas pengolahan di dataran tinggi Mimika.
Investasi Jangka Panjang di Papua
Komitmen investasi miliaran dolar ini mencerminkan keyakinan perseroan terhadap masa depan operasinya di Indonesia. Apalagi, PTFI telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang memberikan kepastian beroperasi hingga 2041, dengan peluang perpanjangan pada periode berikutnya.
Pengembangan Kucing Liar juga sejalan dengan upaya memperpanjang umur tambang Grasberg yang telah beroperasi lebih dari lima dekade. Tanpa proyek baru seperti ini, produksi perseroan diprediksi akan menurun seiring menyusutnya cadangan di tambang-tambang yang sudah berjalan.
Selain membangun tambang, dana investasi dialokasikan untuk studi kelayakan lanjutan, pengeboran eksplorasi, serta penguatan infrastruktur pendukung di sekitar area tambang. Seluruh tahapan dikerjakan bertahap agar target produksi perdana pada 2029 tercapai tanpa mengganggu operasi yang sedang berjalan.
Dampak bagi Ekonomi Nasional dan Daerah
Sebagai salah satu pembayar pajak dan royalti terbesar di sektor pertambangan, keberlanjutan operasi PTFI membawa arti penting bagi penerimaan negara. Pemerintah Indonesia melalui holding BUMN tambang MIND ID kini menguasai 51,2 persen saham perseroan, sehingga setiap keuntungan yang dibukukan ikut dinikmati oleh negara.
Bagi Papua Tengah, kehadiran proyek Kucing Liar berarti kepastian lapangan kerja dan denyut ekonomi daerah. Ribuan pekerja, baik karyawan langsung maupun kontraktor, bergantung pada operasional tambang. Perusahaan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan bagi masyarakat adat di sekitar wilayah operasi.
Di sisi hilir, produksi konsentrat tembaga dari Grasberg semakin berarti seiring beroperasinya smelter baru milik perseroan di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas pemurnian bernilai investasi puluhan triliun rupiah itu dirancang mengolah konsentrat menjadi katoda tembaga dan emas batangan, sejalan dengan agenda hilirisasi mineral nasional.
Tantangan di Balik Proyek Raksasa
Meski prospektif, pengembangan tambang bawah tanah di pegunungan tengah Papua bukan tanpa tantangan. Kondisi geologi yang kompleks, curah hujan tinggi, serta medan berat di ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut menuntut perencanaan matang dan teknologi yang andal.
Aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama. Tambang bawah tanah menyimpan risiko tinggi, sehingga perseroan menerapkan standar keselamatan ketat serta terus membenahi sistem pemantauan demi melindungi para pekerja di setiap level operasi.
Dengan pengalaman lebih dari setengah abad menambang di Grasberg, PTFI optimistis mampu membawa Kucing Liar berproduksi tepat waktu. Jika berjalan sesuai rencana, tambang ini akan memastikan Grasberg tetap menjadi salah satu produsen tembaga dan emas terbesar dunia hingga puluhan tahun ke depan.
Comments (0)