Forum Leaders IIFTIHAR Rayakan 30 Tahun dengan Bedah Pemikiran Habibie

Jakarta - Sebuah perhelatan intelektual bertajuk Leaders Forum baru saja digelar untuk menandai dua momentum bersejarah sekaligus: perjalanan tiga dekade Ikatan Ilmuwan dan Intelektual Teknologi Islam...

Jul 27, 2026 - 22:13
0 0
Forum Leaders IIFTIHAR Rayakan 30 Tahun dengan Bedah Pemikiran Habibie

Jakarta - Sebuah perhelatan intelektual bertajuk Leaders Forum baru saja digelar untuk menandai dua momentum bersejarah sekaligus: perjalanan tiga dekade Ikatan Ilmuwan dan Intelektual Teknologi Islam (IIFTIHAR) serta peringatan 90 tahun kelahiran Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, tokoh visioner yang namanya melekat erat dengan lompatan teknologi Indonesia. Forum yang menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari kalangan pemimpin nasional ini menjadi panggung refleksi mendalam tentang bagaimana sebuah visi besar mampu melampaui zamannya dan terus relevan dijadikan kompas pembangunan bangsa.

Merayakan Dua Tonggak Sejarah

Kolaborasi antara IIFTIHAR dan detik.com dalam menyelenggarakan forum ini bukan sekadar seremoni peringatan biasa. Ada benang merah yang menyatukan dua angka penting tersebut: konsistensi gerakan intelektual Islam dalam mendorong kemajuan sains dan teknologi, serta warisan pemikiran Habibie yang hingga kini masih menjadi cetak biru bagi para perekayasa dan inovator muda Indonesia. Selama tiga puluh tahun, IIFTIHAR telah menjadi wadah berkumpulnya para ilmuwan, insinyur, dan cendekiawan Muslim yang meyakini bahwa penguasaan teknologi adalah bagian tak terpisahkan dari kebangkitan peradaban.

Dalam forum yang berlangsung penuh antusiasme itu, hadirin diajak menyusuri kembali jejak pemikiran Habibie yang dikenal dengan pendekatan technology-based development. Gagasan bahwa sebuah bangsa hanya bisa mandiri dan disegani jika mampu menciptakan nilai tambah melalui penguasaan teknologi tinggi, menjadi benang merah yang mendominasi setiap sesi diskusi. Para pembicara bergantian mengupas bagaimana visi tersebut sesungguhnya tidak hanya relevan bagi Indonesia, tetapi juga menjadi cetak biru bagi kebangkitan dunia Islam secara lebih luas.

Habibie dan Fondasi Teknologi yang Melampaui Era

Salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah pembahasan mengenai bagaimana Habibie membangun fondasi industri strategis nasional di tengah keterbatasan yang luar biasa. Ketika banyak pihak meragukan kemampuan Indonesia mengembangkan pesawat terbang sendiri, ia justru melihatnya sebagai keniscayaan. Keyakinannya bahwa penguasaan teknologi tinggi adalah jalan keluar dari jebakan negara berkembang yang hanya menjadi konsumen, menjadi pelajaran berharga yang terus dikaji oleh generasi penerus. Forum ini menekankan bahwa apa yang dirintis Habibie bukan semata-mata soal pesawat N-250 atau IPTN, melainkan tentang membangun ekosistem inovasi yang utuh: dari pendidikan, riset dasar, rekayasa, hingga hilirisasi industri.

Para peserta forum sepakat bahwa warisan terbesar Habibie bukanlah artefak fisik, melainkan budaya rekayasa yang ia tanamkan. Pola pikir bahwa setiap persoalan bangsa harus dijawab dengan solusi teknologis yang lahir dari rahim sendiri, itulah yang kini semakin menemukan relevansinya di era digital dan kecerdasan buatan. IIFTIHAR sebagai organisasi yang mewadahi para intelektual Muslim di bidang teknologi menilai bahwa semangat Habibie sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk menjadi yang terdepan dalam penguasaan ilmu pengetahuan.

Inovasi dan Teknologi dalam Lanskap Dunia Islam

Forum Leaders ini juga memperluas cakrawala pembahasan dengan menempatkan pengalaman Indonesia dalam konteks global. Bagaimana negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim dapat mengambil pelajaran dari trajektori pembangunan teknologi yang telah dirintis, serta bagaimana kolaborasi antarnegara Islam di bidang riset dan inovasi dapat diperkuat. Diskusi hangat muncul ketika membahas potensi besar yang dimiliki dunia Islam dari sisi demografi, sumber daya alam, dan posisi geopolitik yang strategis, namun belum sepenuhnya terkonversi menjadi kekuatan teknologis yang signifikan di panggung global.

Beberapa pemateri menyoroti pentingnya membangun jembatan antara institusi riset, universitas, dan sektor industri di negara-negara Islam. Tanpa konektivitas yang kuat di antara ketiga pilar tersebut, inovasi hanya akan berhenti di laboratorium dan tidak pernah menyentuh kehidupan masyarakat luas. Inilah salah satu pelajaran berharga dari perjalanan Habibie yang selalu menekankan pentingnya hilirisasi dan komersialisasi hasil riset. IIFTIHAR sendiri selama tiga dekade terakhir telah berusaha menjadi katalisator yang mempertemukan para pemangku kepentingan tersebut, meskipun diakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Menatap Tiga Dekade ke Depan

Peringatan 30 tahun IIFTIHAR dimaknai bukan sebagai titik puncak, melainkan sebagai batu loncatan untuk tiga dekade berikutnya. Para pembicara dan peserta forum bersepakat bahwa tantangan yang dihadapi saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan era ketika Habibie merintis industri strategis. Disrupsi teknologi yang bergerak dengan kecepatan eksponensial, krisis iklim, ketahanan pangan dan energi, serta pergeseran geopolitik global menuntut respons yang lebih lincah dan kolaboratif.

Dalam konteks inilah, nilai-nilai yang diwariskan Habibie tentang ketekunan, keberanian mengambil risiko terukur, dan keyakinan pada kapasitas anak bangsa menjadi semakin preskriptif. Forum ini menghasilkan sejumlah rekomendasi konkret untuk memperkuat ekosistem inovasi nasional, termasuk perlunya kebijakan afirmatif bagi periset muda, peningkatan anggaran riset secara signifikan, serta penyederhanaan birokrasi yang kerap menjadi hambatan terbesar dalam proses hilirisasi teknologi.

Acara yang berlangsung dengan format dialog interaktif ini juga menjadi ajang bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan segar mereka. Kehadiran start-up founder, peneliti muda, dan mahasiswa dalam forum menunjukkan bahwa api inovasi yang dulu dinyalakan Habibie terus menyala dan bahkan kian membesar. IIFTIHAR berkomitmen untuk terus menjadi rumah bagi para pemikir dan pelaku teknologi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki landasan nilai dan visi keumatan yang kokoh. Perjalanan tiga puluh tahun ke belakang adalah fondasi, dan panggung Leaders Forum ini adalah deklarasi bahwa langkah besar berikutnya baru saja dimulai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User