Enam Anggota Satnarkoba Tangsel Ditangkap, Mabes Polri Tegaskan Sikap Nihil Impunitas

Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam perang melawan narkoba, kali ini dengan membersihkan barisan sendiri. Enam anggota dari Satuan Reserse Narkoba (Sat...

Jul 28, 2026 - 04:03
0 0
Enam Anggota Satnarkoba Tangsel Ditangkap, Mabes Polri Tegaskan Sikap Nihil Impunitas

Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam perang melawan narkoba, kali ini dengan membersihkan barisan sendiri. Enam anggota dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor Tangerang Selatan (Polres Tangsel) diamankan dalam sebuah operasi penegakan disiplin internal lantaran terlibat penyalahgunaan narkotika. Penangkapan mereka menjadi pesan keras bahwa tidak ada tempat bagi para pengkhianat seragam di tubuh Korps Bhayangkara.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah serangkaian penyelidikan maraton oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri bersama Bidang Propam Polres Tangsel. Dari informasi yang dihimpun, penggerebekan terjadi di sebuah lokasi yang diduga kerap menjadi tempat pesta narkoba para oknum tersebut. Petugas mendapati enam personel itu bersama sejumlah barang bukti yang kini menjadi kunci pengusutan lebih lanjut.

Jerat Pidana dan Sanksi Etik Menanti

Sumber internal kepolisian mengungkapkan bahwa berkas perkara keenam anggota tersebut akan segera dilimpahkan ke ranah pidana. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang membawa ancaman hukuman berat. Di samping proses hukum, sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) juga akan digelar untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka secara institusional. Hukuman maksimal berupa pemberhentian secara tidak hormat (PTDH) nyaris menjadi kepastian jika keterlibatan mereka terverifikasi sepenuhnya.

Langkah cepat ini menggarisbawahi sikap zero tolerance yang diusung kepemimpinan Polri saat ini. Tak ada lagi ruang bagi kompromi atau impunitas, terutama bagi personel yang sehari-harinya justru bertugas memberantas kejahatan narkotika. Ironi besar ini, menurut Mabes Polri, semakin memperberat posisi para pelaku di mata pimpinan karena mereka telah mengkhianati tugas utama.

Penegasan Tak Ada Impunitas

“Jangan pernah berharap ada pengampunan atau keringanan hanya karena mereka adalah polisi. Sebaliknya, mereka yang mengkhianati amanah justru akan dihukum lebih berat,” tegas seorang perwira tinggi Mabes Polri yang enggan disebutkan namanya, menegaskan instruksi langsung pimpinan. Pernyataan ini selaras dengan komitmen Kapolri yang kerap mengingatkan bahwa tidak boleh ada satu pun anggota kebal hukum.

Pembersihan internal yang dilakukan Polri belakangan ini bukanlah yang pertama. Sejumlah kasus serupa sebelumnya telah terkuak dari berbagai satuan wilayah, dan para pelaku umumnya berakhir dengan pemecatan tidak hormat serta menjalani hukuman penjara. Namun, fakta bahwa enam oknum yang tertangkap kali ini merupakan personel aktif Satresnarkoba menjadi catatan kelam tersendiri. Satresnarkoba semestinya menjadi benteng terdepan, bukan celah yang merapuhkan pertempuran melawan narkotika.

Dampak Terhadap Kepercayaan Publik

Pengungkapan kasus ini kembali menyoroti kerapuhan sebagian anggota saat berhadapan dengan godaan narkoba. Bagi masyarakat, penangkapan ini bagai pedang bermata dua: di satu sisi menunjukkan keberanian Polri membersihkan diri, namun di sisi lain menimbulkan pertanyaan seberapa dalam praktik serupa telah menggerogoti institusi.

Menurut pengamat kepolisian, dedikasi untuk menindak anggota sendiri merupakan langkah penting untuk memulihkan kepercayaan publik. “Ketika polisi berani menangkap ‘orang dalam’-nya sendiri, publik akan melihat bahwa penegakan hukum tidak pilih kasih. Ini modal besar untuk membangun kembali legitimasi,” ujar seorang analis kebijakan publik yang akrab dengan isu reformasi kepolisian. Langkah Mabes Polri ini, lanjutnya, harus terus dibarengi dengan pengawasan ketat dan pembinaan mental yang lebih serius terhadap personel.

Sementara itu, Mabes Polri menegaskan bahwa operasi internal akan terus diperluas. Tidak hanya di tingkat resor, tetapi juga di seluruh jajaran tanpa pandang bulu. Informasi dari masyarakat maupun laporan internal akan ditindaklanjuti dengan cepat. Transparansi proses hukum juga dijanjikan agar publik dapat memantau sejauh mana konsistensi Polri dalam menghukum oknum-oknum tersebut.

Perketat Pengawasan, Cegah Pengkhianatan Baru

Selain menindak, upaya preventif juga menjadi perhatian. Pelatihan, tes urine acak bagi personel, serta penguatan peran pengawas internal akan ditingkatkan. Satuan-satuan yang rawan seperti Satresnarkoba dan bagian operasional akan mendapat porsi pengawasan lebih intensif. Mabes Polri berharap tindakan ini menjadi efek jera dan cermin bagi seluruh anggota bahwa tidak ada tempat bersembunyi bagi pelaku kejahatan narkotika, termasuk di dalam institusi sendiri.

Keenam anggota Satresnarkoba Polres Tangsel kini menjalani pemeriksaan intensif di ruang tahanan khusus, terpisah dari tahanan umum. Nasib mereka akan ditentukan oleh hasil sidang etik dan putusan pengadilan. Satu hal yang pasti, halaman kelam ini akan menjadi pengingat pahit bahwa pengkhianatan terhadap amanah tidak akan berujung pada impunitas, melainkan jeruji besi dan pemecatan hina.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User