Dua Rumah Panggung Parepare Hangus Akibat Bocah Main Korek Api
Sebuah musibah kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, pada Rabu (26/2) siang. Dua unit rumah panggung berb
Sebuah musibah kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, pada Rabu (26/2) siang. Dua unit rumah panggung berbahan dasar kayu ludes dilalap si jago merah dalam waktu singkat. Peristiwa nahas ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian seorang anak di bawah umur yang bermain korek api di dalam salah satu rumah. Api yang semula kecil dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sebelahnya, mengubah dua hunian tersebut menjadi puing-puing arang hanya dalam hitungan menit. Seorang pemilik rumah dilaporkan mengalami luka bakar ringan di bagian tangan saat berusaha menyelamatkan sejumlah barang berharga dari amukan api yang kian membesar.
Kronologi Kejadian: Api Bermula dari Kamar Tidur
Berdasarkan keterangan saksi mata dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, titik api pertama kali muncul dari salah satu kamar tidur di rumah milik keluarga Darmawan (45). Seorang bocah berusia lima tahun, sebut saja B (5), tengah asyik bermain korek api gas yang ia temukan di atas meja ruang tamu. Tanpa pengawasan orang dewasa yang memadai, anak tersebut menyalakan korek api dan tanpa sengaja menyulut seprai kasur berbahan kain sintetis yang mudah terbakar. Api yang semula hanya sebesar lilin dengan cepat melahap seprai dan merambat ke gorden jendela, kemudian ke plafon rumah yang terbuat dari tripleks dan kayu lapuk. Dalam waktu kurang dari lima menit, kepulan asap hitam pekat sudah membubung tinggi dari atap rumah, menarik perhatian warga sekitar.
"Saya lagi masak di dapur, tiba-tiba dengar teriakan anak kecil dari rumah sebelah. Pas saya keluar, asap sudah tebal sekali. Saya langsung teriak minta tolong dan telepon pemadam kebakaran," ujar Rahmawati (38), tetangga korban yang menjadi saksi mata pertama peristiwa tersebut.
Upaya Penyelamatan yang Dramatis
Saat api mulai berkobar, pemilik rumah kedua, Haji Basri (62), yang tinggal tepat di samping rumah Darmawan, sedang beristirahat di ruang tengah. Ia menyadari ada bahaya setelah mendengar suara letupan kecil dan teriakan panik dari luar. Tanpa berpikir panjang, Haji Basri bergegas masuk kembali ke dalam rumahnya yang sudah mulai terjilat api untuk menyelamatkan dokumen-dokumen penting, termasuk sertifikat tanah dan buku tabungan. Nahas, saat hendak keluar, sebilah kayu atap yang terbakar jatuh dan mengenai lengan kanannya, menyebabkan luka bakar derajat satu. Meski demikian, ia berhasil keluar dengan selamat berkat bantuan warga yang sigap menariknya menjauh dari bangunan yang nyaris roboh.
Sementara itu, bocah lima tahun penyebab kebakaran berhasil dievakuasi lebih dulu oleh ibunya yang histeris. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun trauma mendalam dipastikan menghantui keluarga korban, terutama anak-anak yang menyaksikan langsung rumah mereka dilahap api.
Respons Cepat Dinas Pemadam Kebakaran
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Parepare menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.25 WITA. Sebanyak empat unit armada pemadam kebakaran beserta 25 personel langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Namun, akses jalan yang sempit dan padatnya permukiman menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Mobil pemadam tidak dapat menjangkau titik api secara langsung sehingga petugas harus menarik selang sepanjang hampir 100 meter ke lokasi.
"Kami menerima laporan pukul 13.25 WITA dan langsung merespons lima menit kemudian. Namun medannya cukup sulit karena rumah-rumah di sini saling berdempetan dan berbahan kayu semua, jadi api cepat menjalar. Kami fokuskan upaya pada pembasahan rumah-rumah di sekitar agar api tidak semakin meluas. Alhamdulillah, setelah sekitar satu jam, api berhasil kami jinakkan total," ungkap Kepala Bidang Damkarmat Parepare, Andi Surya Atmaja, saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Kerugian Material Ditaksir Ratusan Juta Rupiah
Kedua rumah panggung yang terbakar merupakan bangunan semi permanen berkonstruksi kayu dengan luas masing-masing sekitar 7x9 meter persegi. Berdasarkan pendataan sementara oleh pihak kelurahan, kerugian material akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 280 juta hingga Rp 350 juta. Angka tersebut mencakup kerusakan total dua unit bangunan, perabotan rumah tangga, kendaraan bermotor yang ikut terbakar, serta sejumlah perhiasan emas milik Haji Basri yang tidak sempat diselamatkan. Selain itu, satu unit televisi, dua lemari es, mesin cuci, dan tiga unit sepeda motor yang terparkir di kolong rumah panggung turut hangus tak bersisa.
- Dua unit rumah panggung hangus 100 persen
- Satu unit motor Yamaha Mio, satu Honda Beat, dan satu Suzuki Smash terbakar
- Sertifikat tanah, buku nikah, ijazah, dan dokumen penting lainnya ikut musnah
- Tiga keluarga kini mengungsi ke rumah kerabat terdekat
- Luka bakar dialami satu pemilik rumah, sudah dirawat di Puskesmas terdekat
Peringatan bagi Orang Tua
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bagi seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, tentang bahaya laten benda-benda pemicu api yang dibiarkan dalam jangkauan anak-anak. Psikolog anak dari Universitas Hasanuddin, Dr. Nurul Hidayah, M.Psi., menekankan bahwa anak usia balita memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi terhadap benda-benda yang menghasilkan efek visual menarik, seperti api. "Mereka belum memahami konsekuensi dari tindakan mereka. Korek api, lilin, atau benda pemantik api lainnya harus disimpan di tempat yang benar-benar aman dari jangkauan anak-anak. Pengawasan orang dewasa tidak boleh lengah sedetik pun," tegasnya dalam keterangan terpisah.
Pihak kepolisian dari Polres Parepare juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Meskipun unsur kelalaian sangat kental dalam kasus ini, polisi tidak akan menetapkan tersangka mengingat pelaku adalah anak di bawah umur yang belum dapat dimintai pertanggungjawaban hukum. "Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada. Kejadian seperti ini bisa menimpa siapa saja," ujar Kapolsek setempat, Kompol Amir Mahmud.
[SOCIAL_TWEET]: Seorang bocah di Parepare main korek api, dua rumah panggung ludes terbakar! Pemilik rumah alami luka bakar selamatkan dokumen. Total kerugian capai Rp350 juta. Jangan tinggalkan pemantik dalam jangkauan anak! #Parepare #Kebakaran #Parenting[SOCIAL_TG]: 🔥 Brebesnya musibah di Parepare! Bocah main korek api, dua rumah panggung rata dengan tanah cuma dalam hitungan menit. Satu orang terluka, kerugian tembus Rp350 juta. Jangan simpan korek sembarangan ya, Ayah Bunda!
Comments (0)