DPR Ungkap Strategi Purbaya Pacu Ekonomi Lewat Investasi Non-Bank

Jakarta, Patokan – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, memberikan sinyal bahwa pemerintah memiliki sejumlah amunisi strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ...

Aug 07, 2026 - 16:55
0 1
DPR Ungkap Strategi Purbaya Pacu Ekonomi Lewat Investasi Non-Bank

Jakarta, Patokan – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, memberikan sinyal bahwa pemerintah memiliki sejumlah amunisi strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini. Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap langkah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang dinilai tidak hanya mengandalkan penempatan dana di perbankan sebagai instrumen utama penggerak roda perekonomian.

Diversifikasi Instrumen Fiskal

Misbakhun mengungkapkan bahwa kebijakan fiskal yang tengah disusun oleh Kementerian Keuangan tidak lagi bersifat konvensional. Menurutnya, ada terobosan baru yang akan dieksekusi untuk memastikan likuiditas pemerintah tidak hanya mengendap di bank, melainkan juga dialirkan ke sektor-sektor produktif yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Kita selama ini sering melihat pemerintah hanya menaruh uang di bank. Namun, dengan kepemimpinan Purbaya, saya melihat ada upaya untuk mendiversifikasi instrumen. Ini penting agar stimulus tidak mandek dan ekonomi bisa bergerak lebih cepat,” ujar Misbakhun dalam sebuah diskusi tertutup yang dikutip Patokan, Rabu (12/6).

Dorongan ke Sektor Riil dan UMKM

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan bahwa salah satu fokus utama adalah penyaluran dana ke sektor riil, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, efek berganda dari belanja pemerintah akan lebih terasa, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan daya beli masyarakat kelas menengah bawah.

“Kuncinya bukan hanya berapa besar uang yang dibelanjakan, tetapi ke mana uang itu mengalir. Jika hanya berhenti di perbankan, maka perputaran uangnya lambat. Padahal, UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional,” tambahnya.

Optimalisasi Investasi Non-Tradisional

Lebih lanjut, Misbakhun menyebut bahwa pemerintah akan mulai melirik instrumen investasi non-tradisional, seperti obligasi daerah, sukuk ritel, dan skema pembiayaan kreatif lainnya. Langkah ini dinilai mampu menarik minat investor swasta sekaligus mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri.

“Ini adalah cara cerdas untuk memanfaatkan dana yang ada. Purbaya paham betul bahwa ekonomi tidak bisa digerakkan hanya dengan mencetak uang atau menumpuk dana di bank. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga keuangan non-bank,” jelasnya.

Proyeksi Ekonomi Semester II

Dengan strategi ini, Komisi XI optimistis pertumbuhan ekonomi pada semester kedua dapat melampaui target yang ditetapkan dalam APBN. Misbakhun memperkirakan konsumsi rumah tangga akan tetap menjadi pendorong utama, namun investasi pemerintah yang lebih agresif akan menambah porsi kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Kami di DPR siap mendukung penuh langkah inovatif ini. Yang terpenting adalah transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penyaluran dana. Jangan sampai ada kebocoran yang justru menghambat pemulihan ekonomi,” tegasnya.

Respons Pelaku Pasar

Sementara itu, sejumlah pengamat ekonomi menilai wacana ini sebagai angin segar bagi pasar modal. Dengan adanya instrumen baru, likuiditas di pasar keuangan akan lebih dinamis, dan investor domestik memiliki lebih banyak pilihan untuk menempatkan dananya.

“Ini langkah berani yang patut diapresiasi. Namun, eksekusi di lapangan harus diiringi dengan pengawasan ketat agar tidak menimbulkan moral hazard,” kata seorang analis dari lembaga riset ekonomi yang enggan disebutkan namanya.

Pemerintah sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait bocoran strategi tersebut. Namun, publik menantikan realisasi kebijakan ini dalam waktu dekat, terutama menjelang penyampaian notifikasi APBN perubahan yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang.

Dengan berbagai tantangan global seperti ketidakpastian harga komoditas dan perlambatan ekonomi Tiongkok, langkah diversifikasi fiskal ini dinilai menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah gejolak eksternal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User