DPR Minta Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dioptimalkan
JAKARTA — Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendesak tim Search and Rescue (SAR) gabungan untuk memaksimalkan operasi penyisiran
JAKARTA — Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendesak tim Search and Rescue (SAR) gabungan untuk memaksimalkan operasi penyisiran lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dinyatakan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Rombongan wartawan tersebut diketahui tengah mengemban tugas peliputan mengenai dinamika vulkanik Gunung Anak Krakatau sebelum akhirnya terputus komunikasi.
Anggota Komisi I DPR RI, Junico "Nico" Bisuk Partahi Siahaan, menegaskan bahwa keselamatan seluruh personel di lapangan harus menjadi prioritas utama negara. Selain menggenjot proses pencarian fisik, pemerintah melalui instansi terkait diminta memberikan pendampingan psikologis serta kepastian informasi yang transparan kepada pihak keluarga korban yang tengah berada dalam kecemasan mendalam.
Kronologi Hilangnya Rombongan Peliput Gunung Anak Krakatau
Peristiwa hilangnya para insan pers ini bermula ketika rombongan berangkat menggunakan kapal motor menuju perairan Selat Sunda pada Senin sore. Tujuan utama mereka adalah melakukan dokumentasi visual serta pemantauan langsung terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau yang saat ini berada pada status bahaya Level II (Waspada). Namun, tidak lama setelah lepas jangkar, jaringan komunikasi dengan kapal tersebut terputus sepenuhnya.
Berikut adalah rincian urutan kejadian utama dalam insiden hilangnya rombongan jurnalis di Selat Sunda:
- Senin (7/9) Siang: Rombongan wartawan foto dari berbagai media nasional dan internasional bertolak menuju titik perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
- Senin (7/9) Sore: Kontak terakhir tercatat dari perangkat komunikasi salah satu jurnalis sebelum seluruh sinyal telepon seluler dan radio kapal hilang.
- Selasa (8/9): Laporan hilangnya kapal secara resmi diterima oleh otoritas penyeberangan dan Basarnas, memicu dimulainya operasi siaga SAR.
- Jumat (11/9): Tim SAR gabungan memperluas radius penyisiran hingga zona berbahaya 3 kilometer dari kawah aktif.
Data Lengkap Korban Hilang dan Status Operasi
Rombongan yang hilang terdiri dari **5 jurnalis** senior serta **3 kru kapal** yang mengemudikan armada penyeberangan. Berikut adalah perincian identitas dan institusi media dari personel yang berada di dalam kapal tersebut:
| No | Nama Lengkap | Afiliasi / Profesi | Peran / Tugas |
|---|---|---|---|
| 1 | M. Bagus Khoirunnas | LKBN Antara | Pewarta Foto |
| 2 | Ari Basuki | Merdeka.com | Pewarta Foto |
| 3 | Yudistiro Pranoto | iNews.id | Pewarta Foto |
| 4 | Firman Daus | Anadolu Agency | Jurnalis Multimedia |
| 5 | Donal Husni | Independen / Freelance | Fotografer Ekspedisi |
| 6-8 | 3 Personel Awak Kapal | Kru Lokal Selat Sunda | Navigasi dan Operator Kapal |
Urgensi Perlindungan Pers dan Pendampingan Keluarga
Insiden ini kembali membuka diskusi mendalam mengenai tingginya risiko pekerjaan jurnalistik di zona rawan bencana. Komisi I DPR merinci bahwa keselamatan wartawan saat bertugas di wilayah berbahaya wajib ditopang oleh standar mitigasi bencana yang ketat dari perusahaan pers maupun otoritas penanggulangan bencana daerah.
"Prioritas saat ini adalah menemukan seluruh orang yang berada di dalam kapal serta memastikan keluarga mereka memperoleh pendampingan dan kepastian informasi," ujar Junico Siahaan saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Junico menambahkan bahwa ketidakpastian informasi kerap menjadi beban mental terberat bagi pihak keluarga. Oleh sebab itu, posko informasi terpadu diharapkan mampu memberikan pembaharuan data berkala yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik serta keluarga korban.
Tantangan Medan dan Risiko Geologis Selat Sunda
Proses pencarian yang dipimpin oleh Basarnas bersama TNI Angkatan Laut dan Polairud menghadapai tantangan geografis yang cukup ekstrem. Penyisiran dilakukan hingga masuk ke dalam lingkaran radius 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau. Radius ini merupakan kawasan rawan lontaran material vulkanik serta paparan gas beracun.
Kondisi gelombang laut Selat Sunda yang berubah-ubah secara cepat turut membatasi ruang gerak kapal penyelamat. Meski demikian, tim pencari menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan seluruh sumber daya armada laut dan udara guna melacak keberadaan jejak kapal dan para korban secepat mungkin.
Seluruh insan pers nasional dan organisasi profesi wartawan kini terus memantau perkembangan operasi SAR ini, sembari berharap 8 korban hilang dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.




Comments (0)