Dorong Daya Saing Industri, DPRD Samarinda Tekankan Penguasaan Skill Teknis
SAMARINDA – Upaya memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui peningkatan mutu sumber daya manusia terus digaungkan. Kali ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Helmi Abdulla...
SAMARINDA – Upaya memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui peningkatan mutu sumber daya manusia terus digaungkan. Kali ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menyoroti urgensi penguasaan keterampilan teknis yang selaras dengan permintaan dunia industri. Menurutnya, langkah tersebut menjadi strategi vital untuk mempertinggi daya saing tenaga kerja lokal sekaligus mendorong pertumbuhan industri di Bumi Tepian.
Kritisnya Kesenjangan Kompetensi dengan Kebutuhan Pasar
Selama ini, ketidaksesuaian antara bekal lulusan lembaga pendidikan dengan spesifikasi yang dicari perusahaan menjadi persoalan akut. Banyak pencari kerja hanya mengantongi ijazah tanpa didukung kemampuan praktis yang aplikatif. Helmi Abdullah menilai, celah tersebut harus segera dijembatani. “Kita tidak bisa terus-menerus mengandalkan sertifikat formal. Dunia industri bergerak cepat dan membutuhkan tenaga yang benar-benar siap pakai, mampu mengoperasikan alat, membaca gambar teknik, atau memecahkan masalah di lapangan,” urainya dalam sebuah diskusi terbatas. Data Dinas Tenaga Kerja setempat menunjukkan, dari ribuan lowongan yang dibuka setiap tahun, proporsi pelamar yang memenuhi syarat teknis masih rendah. Kondisi ini, jika diabaikan, berpotensi memperlambat investasi dan menghambat transformasi ekonomi kota yang kaya akan sumber daya alam tersebut.
Penyelarasan Kurikulum Vokasi dengan Agenda Industri
Salah satu solusi yang disuarakan adalah reformasi kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), balai latihan kerja, dan politeknik. Alih-alih hanya membekali teori yang usang, institusi pendidikan diminta lebih banyak menyelenggarakan praktik dengan standar industri terkini. “Pelatihan berbasis kompetensi harus menjadi napas program vokasi. Kolaborasi dengan perusahaan untuk praktisi mengajar, magang, dan pemutakhiran bengkel menjadi keniscayaan,” tambah Helmi. Ia mencontohkan beberapa daerah yang berhasil meningkatkan serapan lulusan setelah menerapkan skema link and match secara ketat. Tidak hanya di level pendidikan formal, pelatihan berbasis komunitas dan program pemagangan bersertifikat juga didorong untuk memperluas jangkauan, terutama bagi angkatan kerja yang belum tersentuh sistem persekolahan.
Peran Pemerintah Daerah dan Investasi Infrastruktur Pelatihan
DPRD Samarinda berkomitmen mendorong alokasi anggaran yang memadai untuk pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) dan pusat-pusat keterampilan. Modernisasi alat, penambahan jurusan yang sesuai dengan keunggulan komparatif daerah—seperti pengolahan hasil tambang, energi terbarukan, dan ekonomi kreatif—menjadi prioritas. Selain itu, insentif bagi dunia usaha yang terlibat aktif dalam program pemagangan juga tengah dibahas. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan ekosistem di mana swasta melihat investasi pelatihan sebagai bagian dari rantai pasok tenaga kerja, bukan sekadar beban,” tegas politikus senior tersebut. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur lunak berupa keterampilan manusia (human capital) akan berjalan seiring dengan proyek fisik yang gencar dikerjakan di ibu kota Kalimantan Timur ini.
Menyiapkan Talenta untuk Era Transisi Energi dan Digital
Samarinda yang bersiap menghadapi pergeseran ekonomi dari ketergantungan pada sektor ekstraktif menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan memerlukan peta jalan keterampilan yang visioner. Helmi Abdullah menyebut, penguasaan skill teknis di bidang mekatronika, pengelasan bawah air, pemrograman mesin otomasi, hingga perawatan alat berat berteknologi tinggi akan menjadi pembeda. “Kita jangan hanya menjadi penonton ketika proyek-proyek strategis datang. Putra-putri daerah harus menempati posisi teknisi, supervisor, bahkan manajer proyek. Itu hanya mungkin jika skill mereka sudah teruji dan bersertifikat,” ucapnya. Sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional menjadi alat ukur yang tak bisa ditawar. DPRD akan mendorong agar seluruh program pelatihan yang didanai publik wajib bermuara pada uji kompetensi yang kredibel.
Membangun Budaya Belajar Sepanjang Hayat
Peningkatan daya saing industri daerah tidak semata mengandalkan inisiatif pemerintah. Helmi menekankan perlunya perubahan pola pikir di kalangan angkatan kerja. Kesiapan untuk terus belajar, meninggalkan zona nyaman, dan adaptif terhadap teknologi merupakan nilai yang harus dibudayakan. “Skill yang dikuasai hari ini bisa saja usang tiga tahun lagi. Maka, mental sebagai pembelajar sepanjang hayat adalah investasi paling aman,” pungkasnya. Ia juga mendorong platform pembelajaran digital dan pelatihan berbasis proyek sebagai sarana agar pekerja dapat meningkatkan kualifikasi tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi profesi dan koperasi tenaga kerja, diyakini akan memperkuat ekosistem ini secara masif.
Comments (0)