Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

Dolar Stabil dan Ekspor Rekor, Popularitas Milei Justru Anjlok

Buenos Aires, Patokan.com — Presiden Argentina Javier Milei tengah menghadapi paradoks politik yang langka: di tengah membaiknya sejumlah indikator ekonomi

Dolar Stabil dan Ekspor Rekor, Popularitas Milei Justru Anjlok

Buenos Aires, Patokan.com — Presiden Argentina Javier Milei tengah menghadapi paradoks politik yang langka: di tengah membaiknya sejumlah indikator ekonomi makro, popularitasnya justru merosot ke titik terendah sejak ia memenangkan pemilihan umum pada akhir 2023. Inflasi yang melandai drastis, nilai tukar dolar-peso yang stabil, komitmen defisit nol yang konsisten, hingga ekspor yang memecahkan rekor sepanjang sejarah negara itu, nyatanya belum cukup untuk menahan erosi kepercayaan publik terhadap kepala negara berhaluan libertarian tersebut.

Fenomena ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat politik dan ekonom. Bagaimana mungkin seorang presiden yang berhasil menurunkan inflasi dari level tiga digit menjadi satu digit dalam waktu relatif singkat justru kehilangan dukungan? Jawabannya, menurut sejumlah jajak pendapat, terletak pada kenyataan bahwa perbaikan ekonomi makro belum menyentuh kantong rakyat biasa. Banyak warga Argentina yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara lapangan kerja formal belum menunjukkan pemulihan yang signifikan.

Faktor pemicu lainnya yang mempercepat kemerosotan popularitas Milei adalah skandal korupsi yang melibatkan mantan Kepala Staf Kepresidenan, Manuel Adorni. Kasus yang mencuat pada Februari lalu itu memicu gelombang kecaman publik dan menumbuhkan anggapan bahwa Adorni ternyata bagian dari "kasta politik" yang selama ini menjadi musuh bebuyutan retorika Milei.

Janji Kampanye yang Berhasil Ditepati

Sejak dilantik pada 10 Desember 2023, Milei membawa misi besar: merombak total perekonomian Argentina yang selama bertahun-tahun dililit hiperinflasi, defisit fiskal kronis, dan ketidakstabilan nilai tukar. Berbagai kebijakan shock therapy yang ia terapkan, termasuk pemangkasan belanja negara secara agresif dan deregulasi besar-besaran, mulai membuahkan hasil yang dapat diukur secara statistik.

Beberapa pencapaian utama yang berhasil diwujudkan pemerintahan Milei antara lain:

  • Penurunan inflasi secara signifikan dari puncak sekitar 25 persen per bulan menjadi laju yang jauh lebih terkendali, meskipun angka akumulasi tahunan masih menjadi tantangan tersendiri.
  • Stabilisasi nilai tukar dolar-peso yang selama ini menjadi sumber ketidakpastian ekonomi terbesar bagi masyarakat dan pelaku usaha Argentina.
  • Pencapaian target defisit nol dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sebuah komitmen yang selama puluhan tahun sulit diwujudkan oleh pemerintahan sebelumnya.
  • Peningkatan ekspor hingga level rekor, didorong oleh sektor pertanian dan energi yang kembali bergairah seiring membaiknya iklim investasi.

Kabar baik ekonomi tersebut bahkan menarik perhatian komunitas finansial global. Para investor asing kembali melirik pasar Argentina, dan indeks harga saham di bursa Buenos Aires mencatatkan kinerja impresif. Namun, di balik angka-angka yang menggembirakan itu, terdapat jurang pemisah yang semakin lebar antara realitas makro dan pengalaman sehari-hari warga.

Kronologi Kemerosotan Popularitas

Kemerosotan citra Milei tidak terjadi secara mendadak. Berdasarkan laporan Buenos Aires Herald, rangkaian peristiwa berikut menjadi penanda menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintahannya:

  1. Desember 2023 — Milei dilantik sebagai presiden dengan mandat perubahan radikal. Tingkat kepercayaan publik berada pada posisi tertinggi sebagai efek dari optimisme awal terhadap agenda reformasi.
  2. Sepanjang 2024 — Pemerintah menjalankan program penyesuaian fiskal yang ketat. Inflasi mulai melandai, tetapi daya beli masyarakat ikut tergerus oleh pemangkasan subsidi dan perlambatan konsumsi domestik.
  3. Februari 2025 — Skandal korupsi yang melibatkan Manuel Adorni, Kepala Staf Kepresidenan sekaligus juru bicara kenamaan, mencuat ke publik. Kasus ini memicu kemarahan luas karena dianggap mengkhianati janji pemberantasan korupsi yang menjadi fondasi elektoral Milei.
  4. Akhir Juni 2025 — Adorni resmi mengundurkan diri dari jabatannya di tengah tekanan publik yang kian deras terkait dugaan penyimpangan keuangan pribadinya.
  5. Juli hingga awal Agustus 2025 — Berbagai lembaga survei merilis hasil jajak pendapat yang menempatkan citra dan tingkat persetujuan publik terhadap Milei pada posisi terburuk sejak ia berkuasa hampir tiga tahun.

Menariknya, pengunduran diri Adorni pada akhir Juni tidak serta-merta memulihkan kepercayaan publik. Sebaliknya, survei yang dilakukan pada bulan berikutnya justru menunjukkan bahwa dampak negatif skandal tersebut masih membayangi citra pemerintahan secara keseluruhan.

Skandal Korupsi yang Menghancurkan Narasi

Skandal Manuel Adorni menjadi pukulan telak bagi narasi politik Milei yang selama ini mengusung tema pemberantasan "kasta politik". Sejak masa kampanye, Milei kerap menyerang kelas politik tradisional yang dianggap korup, kolusif, dan mengabaikan kepentingan rakyat. Retorika ini menjadi salah satu kunci kemenangannya di tengah kekecewaan publik terhadap pemerintahan sebelumnya.

Ketika kasus yang melibatkan orang kepercayaan terdekatnya itu terungkap, banyak warga merasa dikhianati. Pandangan yang berkembang di masyarakat adalah bahwa Adorni, yang sehari-harinya tampil sebagai juru bicara yang vokal menyerang korupsi, ternyata juga bermain di arena yang sama. Persepsi ini menggerus kredibilitas keseluruhan kampanye antikorupsi yang dibangun pemerintahan Milei.

"Bagi banyak warga Argentina, kasus Adorni menjadi bukti bahwa janji pemberantasan kasta politik hanyalah retorika belaka, sementara praktik lama tetap hidup di dalam lingkaran kekuasaan," demikian catatan analisis yang dimuat Buenos Aires Herald.

Kombinasi antara kekecewaan terhadap skandal korupsi dan kondisi ekonomi yang belum terasa di tingkat rumah tangga menciptakan badai politik yang sempurna bagi pemerintahan Milei. Berdasarkan sejumlah survei yang dirilis pada Juli dan awal Agustus, peringkat citra dan tingkat persetujuan publik terhadap Milei kini berada di antara yang terburuk sejak ia berkuasa hampir tiga tahun silam.

Jurang antara Data Makro dan Dompet Rakyat

Para analis menyebutkan bahwa akar persoalan utama terletak pada kesenjangan antara indikator ekonomi makro yang membaik dengan kondisi riil yang dialami masyarakat. Meskipun inflasi telah turun drastis, akumulasi kenaikan harga pada tahun-tahun sebelumnya membuat daya beli masyarakat masih berada jauh di bawah level sebelum krisis.

Di sisi lain, pasar tenaga kerja yang lemah menjadi masalah struktural yang belum terselesaikan. Tingkat kemiskinan yang sempat melonjak tajam pada awal pemerintahan baru menunjukkan perbaikan yang lambat, sementara upah riil belum pulih sepenuhnya. Banyak pekerja informal dan kelas menengah bawah yang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan pokok, meskipun pemerintah terus menyuarakan kabar baik tentang pemulihan ekonomi.

Kondisi ini menciptakan kontras yang tajam: di satu sisi, bursa saham dan laporan ekspor mencatatkan kinerja gemilang; di sisi lain, dapur-dapur warga belum merasakan dampaknya. Ketimpangan persepsi inilah yang menjadi bahan bakar utama menurunnya popularitas Milei.

Prospek Politik di Tengah Tekanan

Menghadapi tekanan publik yang kian besar, pemerintahan Milei dituntut untuk segera menunjukkan bahwa perbaikan ekonomi makro akan diterjemahkan menjadi perbaikan kesejahteraan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Tanpa langkah konkret untuk memperkuat pasar tenaga kerja dan daya beli, momentum positif ekonomi berisiko terkikis oleh ketidakpuasan politik yang meluas.

Bagi Milei, tantangan ke depan adalah menjaga kepercayaan para pendukung setianya yang masih meyakini arah reformasi, sambil merangkul warga yang belum merasakan manfaat perubahan. Skandal Adorni juga meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi pemerintahan dalam hal tata kelola dan akuntabilitas, terutama untuk membuktikan bahwa komitmen antikorupsi tidak hanya berlaku untuk lawan politik, tetapi juga untuk orang-orang di dalam lingkar kekuasaan itu sendiri.

Dengan pemilihan presiden berikutnya yang masih beberapa tahun lagi, Milei masih memiliki ruang untuk membalikkan keadaan. Namun, jika jurang antara data makro dan kesejahteraan rakyat tidak segera dijembatani, tren penurunan popularitas yang sedang berlangsung berpotensi menjadi permanen dan mengancam keberlanjutan agenda reformasi yang ia usung.

[SOCIAL_TWEET]: Dolar stabil, ekspor rekor, tapi popularitas Milei anjlok. Kenapa? Inflasi turun nyatanya belum menyentuh dompet rakyat Argentina.[SOCIAL_TG]: 📉 Ekonomi membaik, popularitas merosot — paradoks pemerintahan Milei. Inflasi melandai dan ekspor pecahkan rekor, tapi rakyat belum merasakan manfaatnya. Skandal Adorni mempercepat jatuhnya citra presiden.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer3
TENTANG PENULIS writer3

Bacaan Terkait

Comments (0)

User