Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

DAGUPAN — Banjir Berkepanjangan Lumpuhkan Sektor Usaha Ekonomi Lokal

Hujan deras yang mengguyur wilayah pesisir Kota Dagupan sejak bulan Agustus hingga memasuki bulan September telah menyisakan genangan air yang tak kunjung

DAGUPAN — Banjir Berkepanjangan Lumpuhkan Sektor Usaha Ekonomi Lokal

Hujan deras yang mengguyur wilayah pesisir Kota Dagupan sejak bulan Agustus hingga memasuki bulan September telah menyisakan genangan air yang tak kunjung surut. Di sepanjang Jalan Old De Venecia, akses utama aktivitas perekonomian yang biasanya riuh oleh lalu lintas warga dan deretan warung makan lokal, kini berubah menjadi kawasan yang terisolasi oleh air bah. Selama hampir satu bulan penuh, aktivitas bisnis warga terhenti total akibat rendaman banjir yang konsisten melumpuhkan prasarana transportasi dan denyut ekonomi setempat.

Bagi para pemilik usaha kecil, situasi ini merupakan ujian terberat sejak mereka mendirikan usahanya. Sebuah kedai makan berusia satu tahun yang terletak di bahu jalan tersebut menjadi salah satu contoh nyata betapa dalamnya krisis yang dialami warga. Kedai tersebut terpaksa tutup hampir sepanjang bulan. Setiap kali genangan air sedikit menyurut, pemilik kedai bergegas membuka pintu dan menyusun kursi dengan harapan ada segelintir pelanggan yang datang membeli makanan hangat, meski harapan tersebut kerap pupus oleh pasang surut air yang tak menentu.

Kerugian Ekonomi Meluas dan Penurunan Omzet Drastis

Dampak dari bencana banjir ini tidak hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga mencekik keuangan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dagupan. Pembatasan aksesibilitas membuat calon pembeli enggan menerobos genangan air yang tingginya bervariasi dari semata kaki hingga lutut orang dewasa. Akibatnya, pendapatan harian para pedagang anjlok hingga titik terendah.

"Setiap kali air surut sedikit, kami berupaya membuka kedai dengan harapan ada satu atau dua pelanggan yang singgah. Namun, genangan kembali naik dalam hitungan jam. Kami tidak hanya kehilangan pendapatan, tetapi juga harus menanggung kerugian bahan makanan yang membusuk," ujar salah satu pemilik kedai lokal dengan nada pasrah.

Berdasarkan data dan pantauan di lapangan, penurunan kinerja operasional bisnis di kawasan pesisir Dagupan terasa amat signifikan jika dibandingkan dengan kondisi normal sebelum genangan banjir melanda kawasan tersebut.

Indikator Operasional Kondisi Normal Saat Banjir Berkepanjangan
Status Operasional Toko/Kedai Buka 100% (Setiap Hari) Tutup Total / Buka Intermiten (Di bawah 20%)
Rata-rata Kunjungan Pelanggan 50–100 orang/hari Kurang dari 5 orang/hari
Estimasi Pendapatan Harian 100% (Sesuai Target) Penurunan hingga 85%–95%

Tantangan Geografis dan Kerentanan Kota Pesisir

Kota Dagupan secara historis dikenal sebagai pusat perdagangan dan perikanan yang dinamis di Provinsi Pangasinan, Filipina. Namun, lokasinya yang berada di dataran rendah pesisir membuatnya sangat rentan terhadap ancaman ganda: akumulasi curah hujan tinggi akibat angin monson serta pasang laut (high tide) yang menahan aliran air sungai menuju muara.

Kombinasi antara elevasi tanah yang rendah dan sistem drainase perkotaan yang kurang memadai memperparah lamanya air menggenang di kawasan bisnis Old De Venecia Road. Lebih dari 30 hari kawasan ini terendam tanpa ada tanda-tanda pengeringan total. Kondisi ini memperlihatkan betapa kerentanan infrastruktur lokal menghadapi perubahan iklim ekstrem kini mengancam keberlanjutan mata pencaharian warga secara langsung.

Desakan Respons Pemerintah dan Langkah Pemulihan

Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan, para pelaku usaha lokal mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan konkret. Penanganan jangka pendek seperti pengerahan pompa air berkapasitas besar dan pemberian bantuan modal darurat sangat dibutuhkan agar para pengusaha kecil tidak mengalami kebangkrutan secara permanen.

Selain itu, penataan ulang saluran air dan peninggian badan jalan di Old De Venecia Road menjadi agenda mendesak yang dinantikan para pelaku ekonomi. Tanpa intervensi struktural yang menyeluruh, ancaman banjir musiman akan terus menjadi bayang-bayang kelam yang merusak iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Dagupan. Bagi para pemilik usaha kecil, bertahan di tengah genangan air bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah pertaruhan hidup demi menjaga kelangsungan usaha keluarga mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer3
TENTANG PENULIS writer3

Bacaan Terkait

Comments (0)

User