Cianjur — Warga Cidaun Gelar Panggung Dangdut di Sungai Surut
CIANJUR, PATOKAN.COM — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia di wilayah selatan Kabupaten Cianjur diwarnai aksi unik dan meriah. Ratusan
CIANJUR, PATOKAN.COM — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia di wilayah selatan Kabupaten Cianjur diwarnai aksi unik dan meriah. Ratusan warga Kampung Cidamar, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, memanfaatkan fenomena surutnya aliran Sungai Cidamar untuk menggelar tradisi menangkap ikan bersama atau ngubek lauk sekaligus mendirikan panggung hiburan musik dangdut tepat di tengah dasar sungai yang mengering.
Aksi kreatif masyarakat pesisir selatan Jawa Barat tersebut mendadak viral di berbagai platform media sosial setelah rekaman video berdurasi 49 detik memperlihatkan antusiasme warga berkumpul di area sungai yang biasanya dialiri arus deras. Fenomena musiman akibat kemarau panjang ini diubah oleh warga setempat menjadi sarana hiburan rakyat yang sarat akan nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
Kronologi dan Rangkaian Kegiatan Tradisi Warga
Pelaksanaan pesta rakyat di atas dasar Sungai Cidamar tersebut berlangsung secara terencana melalui sejumlah tahapan inisiatif warga setempat:
- Penyusutan Debit Air: Memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus, volume air Sungai Cidamar menyusut drastis dan hanya menyisakan kubangan-kubangan air dangkal di beberapa titik dasar sungai.
- Penebaran Bibit Ikan: Beberapa pekan sebelum perayaan kemerdekaan, warga memanfaatkan kubangan air terisolasi tersebut untuk menabur bibit ikan air tawar agar berkembang biak.
- Pendirian Panggung Hiburan: Menjelang hari pelaksanaan, warga secara bergotong royong merakit panggung berbahan kayu dan bambu tepat di hamparan batuan dasar sungai yang telah mengering.
- Pelaksanaan Acara Puncak: Ratusan warga turun langsung ke kubangan air berlumpur untuk menangkap ikan menggunakan tangan kosong, diiringi pertunjukan musik dangdut dari atas panggung.
Selain berburu ikan dan berjoget menikmati hiburan musik, sejumlah warga di tepian sungai juga terlihat memanfaatkan sisa aliran air jernih untuk mencuci pakaian hingga membersihkan kendaraan bermotor, menciptakan pemandangan interaksi sosial yang dinamis di ruang terbuka alami tersebut.
Konfirmasi Resmi dan Penjelasan Pihak Kecamatan
Camat Cidaun, Gagan Rusganda, mengonfirmasi kebenaran agenda tahunan tersebut. Ia menjelaskan bahwa tradisi tersebut bukan merupakan aksi spontan yang membahayakan, melainkan agenda rutin warga lokal yang selalu dinantikan setiap momentum peringatan kemerdekaan.
"Setiap tahun, warga di sekitaran Sungai Cidamar rutin menggelar kegiatan menyambut dan meramaikan HUT RI. Salah satunya dengan tradisi ngubek lauk dan panggung dangdut untuk sarana hiburan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung tertib beberapa hari lalu dan debit air memang sangat aman karena surut total," ujar Gagan Rusganda saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).
Gagan menambahkan bahwa struktur dasar Sungai Cidamar yang melebar dan memiliki banyak ceruk berbatu membuat area tersebut relatif stabil ketika air surut. Kendati demikian, pihak kecamatan tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak di area hulu sungai guna menghindari luapan air kiriman secara tiba-tiba.
Potret Solidaritas dan Pelestarian Tradisi Lokal
Tradisi ngubek lauk sendiri merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Sunda yang mengedepankan nilai sportivitas, gotong royong, dan kesetaraan. Dalam tradisi ini, seluruh lapisan masyarakat—mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua—berbaur tanpa sekat di dalam air keruh untuk memperebutkan hasil tangkapan tanpa menggunakan alat tangkap modern.
Pemanfaatan ruang publik alternatif seperti dasar sungai yang mengering ini mencerminkan tingginya daya adaptasi serta kreativitas masyarakat pedesaan dalam memeriahkan hari kemerdekaan dengan biaya swadaya yang terjangkau. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlangsung secara aman dan terorganisasi pada tahun-tahun berikutnya sebagai daya tarik wisata berbasis tradisi lokal di Kecamatan Cidaun.




Comments (0)