Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

BPBD Jatim Siagakan Water Bombing Atasi Karhutla Gunung Kawi-Buthak

Asap tebal tampak membubung menutupi sebagian lereng pegunungan di wilayah Jawa Timur. Musim kemarau ekstrem yang diiringi angin kencang kembali memicu anc

BPBD Jatim Siagakan Water Bombing Atasi Karhutla Gunung Kawi-Buthak

Asap tebal tampak membubung menutupi sebagian lereng pegunungan di wilayah Jawa Timur. Musim kemarau ekstrem yang diiringi angin kencang kembali memicu ancaman serius berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kali ini, kobaran api melalap vegetasi kering di kawasan Gunung Kawinajang (wilayah Kawi-Anjasmoro) dan Gunung Buthak. Kondisi medan yang terjal serta titik api yang berada di tebing-tebing curam menyulitkan upaya pemadaman konvensional, sehingga memerlukan langkah penanganan yang luar biasa cepat dan terukur.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur langsung mengambil langkah taktis. Guna mencegah meluasnya vegetasi yang terbakar dan mengamankan ekosistem lereng gunung, pihak otoritas telah menyiapkan taktik ganda yang memadukan kekuatan personel di darat dengan teknologi pemadaman dari udara.

Dua Skema Penanganan: Sinergi Jalur Darat dan Udara

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD Jatim memetakan penanganan karhutla ini menjadi dua skema operasional utama. Skema pertama berfokus pada pergerakan tim gabungan darat. Ratusan personel yang terdiri dari unsur BPBD, Perhutani, Tahura Raden Soerjo, TNI, Polri, serta relawan masyarakat peduli api diterjunkan langsung menyisir kaki hingga lereng gunung.

Tugas utama tim darat adalah membuat sekat bakar (firebreak) untuk mengisolasi pergerakan api agar tidak menjangkau area hutan lindung yang lebih luas atau mendekati kawasan pemukiman warga. Pemadaman secara manual menggunakan gepyok, cangkul, dan tangki semprot juga terus dilakukan pada titik-titik yang masih dapat dijangkau kaki manusia.

"Kami mengombinasikan kekuatan personil di lapangan dengan pantauan udara. Prioritas utama kami adalah memutus jalur penyebaran api dan memastikan keselamatan warga sekitar serta petugas yang beroperasi," ujar perwakilan tim tanggap darurat BPBD Jawa Timur.

Skema kedua adalah pemadaman jalur udara menggunakan metode water bombing (pemboman air). Langkah strategis ini diambil mengingat sejumlah titik api berada pada jurang dangkal dan puncak yang tidak memungkinkan untuk dijangkau oleh tim pemadam darat tanpa membahayakan keselamatan jiwa.

Analisis Operasional dan Tantangan Medan

Proses pemadaman karhutla di pegunungan selalu menyajikan tantangan geografi yang berat. Vegetasi semak belukar yang mongering akibat cuaca panas menjadi bahan bakar yang sangat mudah tersulut. Ditambah lagi, hembusan angin kencang di dataran tinggi kerap memicu munculnya titik api baru (spotted fire) di tempat lain.

Berikut adalah perbandingan dua skema penanganan yang diterapkan oleh BPBD Jawa Timur dalam mengatasi kebakaran di Gunung Kawi dan Gunung Buthak:

Parameter Operasional Skema Pemadaman Darat Skema Pemadaman Udara (Water Bombing)
Target Area Lereng bawah, kaki gunung, dan sekat pembatas Tebing curam, jurang, dan puncak terisolasi
Utensil & Armada Gepyok, tangki semprot, jet shooter, cangkul Helikopter bom air bantuan BNPB
Fokus Utama Pembuatan sekat bakar & pemadaman sisa api Gempuran volume air besar pada titik api utama
Kendala Utama Medan terjal, jarak tempuh, pasokan air terbatas Cuaca buruk, kabut tebal, dan angin kencang

BPBD Jatim terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyiagakan armada helikopter bom air. Helikopter ini dijadwalkan melakukan puluhan sortie pengiriman air yang diambil dari sumber air terdekat guna membasahi area yang terbakar secara masif.

Dampak Lingkungan dan Penutupan Jalur Pendakian

Akibat dari peristiwa ini, otoritas terkait telah menginstruksikan penutupan sementara seluruh akses jalur pendakian menuju Gunung Kawi dan Gunung Buthak. Polsek dan Perhutani setempat menyiagakan pos penjagaan di setiap pintu masuk guna mengantisipasi adanya pendaki yang terjebak di tengah situasi karhutla.

Para ahli lingkungan mengingatkan bahwa karhutla di kawasan pegunungan tidak hanya merusak keanekaragaman hayati, tetapi juga mengancam daerah tangkapan air (water catchment area) yang menjadi sumber kehidupan bagi warga di sekitar Malang Raya dan Blitar. Oleh karena itu, percepatan pemadaman melalui skema water bombing dianggap sebagai keputusan yang sangat krusial dan mendesak.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan terus memantau pergerakan titik panas (hotspot) melalui citra satelit secara 24 jam penuh. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembuatan api di sekitar kawasan hutan serta segera melapor jika menemukan adanya tanda-tanda kepulan asap baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer3
TENTANG PENULIS writer3

Bacaan Terkait

Comments (0)

User