Bom Luncur Rusia Hanguskan Pom Bensin di Zaporizhzhia, 1 Tewas 6 Terluka

Ledakan dahsyat mengguncang sebuah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di kota Zaporizhzhia, Ukraina, pada Jumat sore, menyisakan kobaran api raksasa dan kepanikan warga. Serangan yang dilancarkan me...

Jul 28, 2026 - 01:48
0 0
Bom Luncur Rusia Hanguskan Pom Bensin di Zaporizhzhia, 1 Tewas 6 Terluka

Ledakan dahsyat mengguncang sebuah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di kota Zaporizhzhia, Ukraina, pada Jumat sore, menyisakan kobaran api raksasa dan kepanikan warga. Serangan yang dilancarkan menggunakan bom luncur milik Rusia itu menewaskan seorang warga sipil dan melukai enam orang lainnya. Tim penyelamat masih menyisir puing-puing untuk mencari kemungkinan adanya korban tambahan yang tertimbun reruntuhan.

Detik-detik Serangan Mematikan

Menurut keterangan saksi mata, suara gemuruh terdengar sekitar pukul 15.30 waktu setempat sebelum sebuah ledakan keras memecah kesunyian sore. "Langit sempat gelap sesaat karena debu dan asap, lalu tiba-tiba api membumbung tinggi dari arah SPBU," ujar seorang warga yang rumahnya berjarak hanya 200 meter dari lokasi. Bom yang diduga jenis FAB-500 dengan modul luncur itu tepat menghantam area pengisian bahan bakar, memicu rantai ledakan dari tangki-tangki penyimpanan bensin dan solar yang berada di bawah tanah.

Petugas Dinas Darurat Negara Ukraina langsung dikerahkan ke lokasi. Puluhan unit pemadam kebakaran berjibaku menjinakkan si jago merah yang melalap hampir seluruh bangunan SPBU dan merembet ke dua unit toko kelontong di sebelahnya. "Api begitu kuat hingga kami harus menarik mundur personel beberapa kali. Dibutuhkan lebih dari empat jam untuk mengendalikan situasi," ungkap juru bicara layanan darurat setempat.

Kobaran Api dan Evakuasi Warga

Kepulan asap hitam pekat terlihat dari jarak beberapa kilometer. Pihak berwenang segera menutup akses jalan utama yang menghubungkan pusat kota Zaporizhzhia dengan kawasan industri di utara. Evakuasi terhadap warga di radius 500 meter dari titik ledakan diberlakukan guna mengantisipasi kemungkinan ledakan susulan dan paparan asap beracun. Tim medis mendirikan posko darurat di lapangan parkir sebuah pusat perbelanjaan terdekat untuk menangani para korban.

Enam korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Zaporizhzhia. Dua di antaranya, termasuk seorang anak berusia 9 tahun, dilaporkan dalam kondisi kritis akibat luka bakar parah dan trauma benturan. Sementara itu, satu korban tewas ditemukan di dalam kendaraannya yang hancur di samping dispenser bahan bakar. Jenazah korban baru dapat dievakuasi setelah api berhasil dipadamkan sebagian.

Zaporizhzhia Kembali Berduka

Wali Kota Zaporizhzhia, melalui kanal Telegram resminya, menyatakan bahwa serangan tersebut dengan sengaja menargetkan infrastruktur sipil. "Ini adalah bentuk teror yang keji. Tidak ada target militer dalam radius lima kilometer dari lokasi. Yang ada hanyalah pom bensin dan permukiman warga," tulisnya. Ia juga mengumumkan masa berkabung selama tiga hari dan menjanjikan bantuan finansial kepada keluarga korban serta warga yang terdampak.

Serangan ini menjadi pukulan telak bagi warga Zaporizhzhia yang beberapa bulan terakhir relatif lebih tenang dibandingkan wilayah timur lainnya. Namun, dalam sepekan terakhir, intensitas serangan bom luncur Rusia ke kota ini meningkat tajam. Data dari Pusat Koordinasi Bantuan Darurat mencatat setidaknya lima insiden serupa terjadi dalam tujuh hari, menewaskan total 12 warga sipil dan melukai puluhan lainnya.

Kecanggihan Bom Luncur dan Ancaman Baru

Bom luncur atau glide bomb merupakan senjata standar era Soviet yang dimodifikasi dengan sayap dan sistem navigasi satelit (GLONASS). Setelah dilepaskan dari pesawat pembom seperti Su-34 atau Su-35, bom ini dapat meluncur sejauh 50–70 kilometer menuju sasaran dengan tingkat akurasi yang terus ditingkatkan oleh militer Rusia. Karena jarak luncur yang jauh, pesawat peluncur dapat tetap berada di luar jangkauan sistem pertahanan udara Ukraina, sehingga menyulitkan intersepsi.

Penggunaan bom luncur ke area sipil meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional. Lembaga pemantau hak asasi manusia mengecam eskalasi ini sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Volker Türk, Komisioner Tinggi HAM PBB, dalam pernyataan terpisah menyebut penargetan infrastruktur sipil sebagai tindakan yang "tidak dapat dibenarkan dan harus dihentikan segera".

Dampak pada Infrastruktur dan Ekonomi Lokal

Selain korban jiwa, serangan ke SPBU pusat ini memicu kelangkaan bahan bakar sementara di kawasan selatan Zaporizhzhia. SPBU yang hangus tadi merupakan salah satu titik distribusi utama bagi transportasi publik dan logistik bantuan kemanusiaan. Pemerintah daerah bergerak cepat dengan mendatangkan unit-unit mobile pengisian BBM dan mengalihkan pasokan dari terminal di Dnipro untuk mencegah antrean panjang dan krisis energi sekunder.

Kerusakan fisik diestimasi mencapai jutaan hryvnia. Dua unit toko yang ikut terbakar hangus total bersama seluruh stok barangnya. Para pemilik usaha kini menjerit, berharap pemerintah segera mencairkan dana pemulihan ekonomi pasca-bencana. Seorang pemilik toko kelontong berkata dengan mata berkaca-kaca, "Kami sudah kehilangan segalanya, tapi syukur masih diberikan keselamatan."

Keteguhan Warga di Tengah Ancaman

Meskipun didera serangan brutal, warga Zaporizhzhia menunjukkan soliditas yang luar biasa. Puluhan relawan dari komunitas-komunitas lokal langsung menawarkan bantuan makanan, selimut, dan tempat tinggal sementara bagi mereka yang rumahnya terdampak. Di posko pengungsian darurat, terlihat antrean warga yang ingin mendonorkan darah untuk para korban luka.

Organisasi kemanusiaan internasional, termasuk Palang Merah dan UNHCR, juga telah menurunkan tim untuk membantu pendataan dan pendistribuan bantuan. Mereka memprioritaskan kebutuhan medis, air bersih, dan dukungan psikososial bagi anak-anak yang menyaksikan langsung peristiwa mengerikan tersebut.

Sementara itu, militer Ukraina menyatakan akan meningkatkan patroli udara dan memperkuat sistem peringatan dini di wilayah selatan. Namun, hingga kini, tidak ada sistem pertahanan yang sepenuhnya mampu menangkal ancaman bom luncur yang diluncurkan secara masif. Para analis militer memperkirakan pola serangan semacam ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari strategi Rusia untuk melemahkan logistik dan moral sipil Ukraina sebelum musim dingin tiba. Zaporizhzhia, kota industri yang strategis, seakan menjadi sasaran empuk dari kalkulasi dingin perang yang tak kunjung usai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User