BNPB Minta Warga NTT Waspada Gempa Susulan Hingga Tiga Pekan

Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh lapisan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dalam beberapa hari ke depan...

Aug 21, 2026 - 15:22
0 0
BNPB Minta Warga NTT Waspada Gempa Susulan Hingga Tiga Pekan

Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh lapisan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dalam beberapa hari ke depan. Kepala BNPB, Letnan Jenderal Suharyanto, menegaskan bahwa masa kewaspadaan itu diperkirakan berlangsung hingga tiga pekan setelah gempa utama terjadi, sehingga warga tidak boleh lengah meskipun getaran terasa mulai mereda.

Pernyataan itu disampaikan sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan warga pascagempa yang melanda sejumlah wilayah di NTT. Suharyanto menekankan bahwa respons terbaik terhadap situasi seperti ini adalah sikap tenang, disiplin mengikuti arahan petugas, dan menjadikan informasi resmi sebagai satu-satunya rujukan. Kepanikan yang tidak terkendali justru berpotensi menimbulkan risiko baru, seperti kepadatan saat evakuasi atau cedera akibat tindakan yang terburu-buru.

Potensi Gempa Susulan Masih Terbuka

Menurut Suharyanto, pola aktivitas seismik setelah gempa utama umumnya diikuti oleh rangkaian getaran susulan yang frekuensinya cenderung menurun seiring waktu. Meski begitu, periode tiga pekan dinilai sebagai rentang waktu yang masih perlu diwaspadai karena gempa susulan dapat muncul secara tiba-tiba. Getaran lanjutan yang berkekuatan lebih kecil tetap berpotensi merusak bangunan yang sudah retak atau melemah akibat gempa utama.

Oleh karena itu, warga yang rumahnya mengalami kerusakan signifikan diminta untuk tidak kembali bermalam sebelum dilakukan pemeriksaan oleh petugas terkait. Bangunan yang tampak masih berdiri belum tentu aman, sehingga penilaian struktural menjadi langkah penting sebelum tempat tinggal digunakan kembali. Masyarakat juga diingatkan untuk memperhatikan kondisi tebing dan lereng di sekitar permukiman karena getaran susulan dapat memicu longsor.

Tenang, tetapi Tetap Siaga

Suharyanto meminta warga untuk tidak panik namun tetap menjaga kesiapsiagaan. Sikap tenang diperlukan agar setiap orang dapat mengambil keputusan secara rasional saat getaran terjadi, misalnya segera keluar dari bangunan melalui jalur evakuasi yang aman tanpa berlari-lari yang membahayakan. Sebaliknya, kesiapsiagaan berarti setiap keluarga telah memahami titik kumpul, jalur evakuasi, dan langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan secara mandiri.

BNPB juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas asal-usulnya, terutama yang beredar melalui media sosial. Informasi mengenai gempa, potensi tsunami, hingga status penanganan darurat hanya boleh bersumber dari lembaga resmi seperti BMKG, BNPB, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Penyebaran hoaks dapat memicu keresahan kolektif dan menghambat proses penanganan di lapangan.

Kesiapsiagaan Rumah Tangga dan Langkah Evakuasi

Dalam menghadapi kemungkinan gempa susulan, setiap keluarga disarankan menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, air minum, serta makanan siap saji. Barang-barang tersebut sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau agar dapat dibawa saat evakuasi. Warga yang tinggal di pesisir juga diminta mempelajari pola peringatan dini dan segera menjauh dari pantai apabila getaran terasa kuat dan berlangsung lama.

Saat gempa susulan terjadi, warga diimbau berlindung di bawah meja yang kokoh, menjauh dari jendela kaca, dan melindungi kepala dengan benda keras atau tangan. Setelah getaran berhenti, evakuasi dilakukan secara tertib menuju area terbuka yang jauh dari bangunan, tiang listrik, dan pohon besar. Bagi warga yang berada di luar ruangan, hindari berteduh di bawah struktur yang berpotensi runtuh.

Koordinasi Penanganan Darurat

Dalam situasi ini, BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, serta aparat keamanan dan tim pencarian pertolongan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat. Pos komando dan lokasi pengungsian telah disiapkan untuk melayani warga yang membutuhkan tempat aman. Bantuan logistik, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar lainnya diupayakan tersedia bagi masyarakat terdampak.

Suharyanto menutup imbauannya dengan harapan agar seluruh warga NTT tetap bersabar, saling membantu, dan mematuhi petunjuk petugas di lapangan. Kewaspadaan yang disertai ketenangan, menurut dia, akan mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko korban akibat gempa susulan. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, situasi pascagempa diharapkan dapat dikendalikan hingga kondisi dinyatakan aman kembali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User