BEKASI — Geely Resmi Terapkan Dua Konsep Diler di Indonesia
BEKASI — Geely Auto Indonesia secara resmi mengumumkan restrukturisasi strategi jaringan pemasaran dan purna jual di Tanah Air dengan menghadirkan dua kons
BEKASI — Geely Auto Indonesia secara resmi mengumumkan restrukturisasi strategi jaringan pemasaran dan purna jual di Tanah Air dengan menghadirkan dua konsep diler yang berbeda. Langkah korporasi ini menandai babak baru penetrasi Geely Holding Group di pasar otomotif nasional, di mana portofolio kendaraan elektrifikasi dan kendaraan konvensional akan dipasarkan melalui kanal distribusi ritel terpisah.
Penerapan strategi anyar tersebut ditandai dengan peresmian jaringan diler 3S (Sales, Service, Spare parts) terbaru di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas ritel anyar ini tampil mencolok dengan identitas visual dan logo yang berbeda dibandingkan gerai diler Geely konvensional yang telah beroperasi sebelumnya.
Kronologi Transformasi Jaringan dan Segmentasi Diler Geely
Perubahan tata kelola jaringan distribusi Geely di Indonesia dirancang melalui beberapa tahapan strategis guna memperkuat diferensiasi produk:
- Evaluasi Portofolio Global: Geely Holding Group memetakan portofolio jenama secara global untuk memisahkan lini kendaraan ramah lingkungan (New Energy Vehicle/NEV) di bawah sub-merek Galaxy dengan lini kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).
- Peresmian Diler Konsep Galaxy Perdana: Pada Rabu (16/9), Geely Auto Indonesia meresmikan diler Elite Bekasi sebagai fasilitas percontohan pertama yang mengadopsi konsep showroom khusus Galaxy.
- Standardisasi Identitas Visual: Pemasangan logo dan arsitektur gerai diler disesuaikan secara bertahap di seluruh kota besar di Indonesia untuk mencerminkan identitas masing-masing lini produk.
- Ekspansi Jaringan Terintegrasi: Perusahaan menargetkan pembukaan diler ganda di berbagai wilayah strategis untuk menjangkau segmen konsumen premium elektrifikasi sekaligus pasar massal konvensional.
Fokus Segmentasi Pasar Lewat Showroom Galaxy
Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, menegaskan bahwa pemisahan konsep gerai ini bertujuan untuk memberikan kejelasan posisi pasar (market positioning) sekaligus meningkatkan pengalaman personal konsumen saat berkunjung ke diler resmi.
"Memang benar, Geely sedang mengembangkan ke depannya berupa dua konsep yakni showroom Galaxy dan yang Geely. Ini adalah salah satu yang pertama di mana kita hanya tawarkan untuk produk-produk Galaxy," ujar Constantinus Herlijoso saat ditemui di sela-sela peresmian diler di Bekasi, Jawa Barat.
Melalui pemisahan ini, Showroom Galaxy difokuskan secara eksklusif untuk memasarkan lini model elektrifikasi berteknologi tinggi, baik berupa kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Sementara itu, diler beridentitas Geely reguler disiapkan untuk melayani konsumen yang mencari kendaraan berdaya penggerak mesin konvensional.
Dampak Strategi Terhadap Layanan Konsumen
Penerapan dua konsep gerai ini diyakini membawa dampak positif terhadap efisiensi operasional dan kualitas pelayanan purna jual. Fasilitas bengkel pada diler Galaxy dibekali dengan peralatan diagnostik mutakhir serta teknisi bersertifikasi khusus baterai dan sistem voltase tinggi, menjamin penanganan unit elektrifikasi sesuai standar keselamatan internasional.
Berikut adalah poin-poin utama strategi pemisahan jaringan diler Geely di Indonesia:
- Diferensiasi Identitas Visual: Konsumen dapat mengenali jenis layanan dan portofolio produk langsung dari fasad serta logo gerai.
- Fasilitas Purna Jual Terspesialisasi: Diler Galaxy dilengkapi infrastruktur pengisian daya cepat (fast charging) serta ruang servis khusus kendaraan listrik.
- Edukasi Konsumen Lebih Efektif: Tenaga penjual di masing-masing gerai memiliki kompetensi mendalam sesuai teknologi penggerak kendaraan yang ditawarkan.
Langkah ekspansi ini sekaligus mempertegas komitmen jangka panjang Geely dalam mendukung percepatan adopsi kendaraan rendah emisi di Indonesia tanpa meninggalkan basis konsumen kendaraan konvensional yang masih potensial.




Comments (0)