Begini Cara Menghitung Sisa Umur iPhone dan Android Anda

Masa pakai sebuah ponsel tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik atau kesehatan baterai semata. Faktor yang lebih krusial adalah seberapa lama produsen memberikan dukungan perangkat lunak, terutama ...

Jul 28, 2026 - 06:15
0 0
Begini Cara Menghitung Sisa Umur iPhone dan Android Anda

Masa pakai sebuah ponsel tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik atau kesehatan baterai semata. Faktor yang lebih krusial adalah seberapa lama produsen memberikan dukungan perangkat lunak, terutama pembaruan sistem operasi dan tambalan keamanan. Tanpa pembaruan, ponsel akan semakin rentan terhadap serangan siber dan tidak kompatibel dengan aplikasi terkini. Lalu, bagaimana cara menghitung sisa usia iPhone atau Android kesayangan Anda?

Mengapa Dukungan Perangkat Lunak Sangat Vital

Setiap ponsel pintar memiliki siklus hidup dukungan yang ditentukan oleh pabrikan. Dukungan ini mencakup pembaruan sistem operasi (OS) dengan fitur baru, serta tambalan keamanan rutin yang menutup celah kerentanan. Ketika perangkat sudah tidak lagi menerima pembaruan keamanan, risiko diretas atau terkena malware meningkat drastis. Aplikasi perbankan dan media sosial pun bisa berhenti berfungsi karena memerlukan versi OS yang lebih baru. Dengan memahami kapan dukungan akan berakhir, pengguna dapat mempersiapkan anggaran penggantian perangkat atau setidaknya lebih waspada saat menggunakan ponsel yang sudah uzur.

Siklus Dukungan iPhone: Panjang, Tapi Ada Batasnya

Apple dikenal memberikan dukungan iOS yang sangat panjang. Secara umum, setiap model iPhone mendapatkan pembaruan sistem operasi utama selama lima hingga tujuh tahun sejak pertama kali dijual. Sebagai contoh, iPhone 6s yang dirilis pada 2015 masih mendapatkan iOS 15 hingga tahun 2022. Untuk mengetahui hingga kapan iPhone Anda akan terus didukung, Anda dapat mengunjungi laman resmi Apple atau memanfaatkan basis data pihak ketiga yang mencatat daftar perangkat dan versi iOS terakhir yang kompatibel. Cukup cari tahu model iPhone Anda melalui menu Pengaturan > Umum > Mengenai, lalu bandingkan dengan daftar tersebut.

Penting dicatat bahwa meskipun suatu model sudah tidak mendapat iOS baru, Apple terkadang masih merilis pembaruan keamanan penting untuk versi iOS yang lebih lama. Namun, ini tidak berlangsung terus-menerus. Anda bisa mengecek pembaruan terbaru yang diterima dengan membuka Pengaturan > Umum > Pembaruan Perangkat Lunak. Jika tidak ada lagi opsi pembaruan, artinya ponsel Anda sudah berada di akhir masa pakai dari sisi perangkat lunak.

Dukungan Android yang Beragam

Di ekosistem Android, situasinya lebih beragam karena banyaknya produsen. Google, sebagai pembuat sistem operasi, menetapkan standar dengan menjanjikan pembaruan OS dan keamanan hingga tujuh tahun untuk perangkat Pixel terbaru. Sementara itu, Samsung memberikan jaminan hingga empat generasi pembaruan Android dan lima tahun tambalan keamanan bagi seri flagship Galaxy S dan Z. Merek lain seperti Xiaomi, Oppo, atau Vivo biasanya menawarkan sekitar dua hingga tiga tahun pembaruan OS untuk perangkat kelas menengah dan atas, sedangkan model entry-level kerap hanya mendapat satu kali peningkatan versi Android.

Untuk mengetahui status dukungan perangkat Android Anda, langkah pertama adalah membuka Setelan > Tentang Ponsel > Versi Android. Di sana akan tertera versi OS dan level tambalan keamanan. Selanjutnya, kunjungi situs resmi produsen atau cari kebijakan pembaruan yang diumumkan untuk model spesifik Anda. Beberapa ponsel juga menyediakan informasi siklus dukungan langsung di menu sistem. Dari versi yang terpasang dan tanggal rilis perangkat, Anda dapat memperkirakan berapa tahun lagi ponsel akan menerima pembaruan.

Indikator Fisik yang Juga Perlu Diperhatikan

Selain dukungan perangkat lunak, ada beberapa tanda fisik yang menunjukkan usia ponsel. Kesehatan baterai adalah yang paling mudah dipantau. Di iPhone, fitur Kesehatan Baterai menampilkan persentase kapasitas maksimum. Jika angka di bawah 80 persen, baterai sudah mulai menurun drastis dan mungkin perlu diganti. Di Android, beberapa pabrikan menyediakan menu serupa, atau Anda bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti AccuBattery untuk memeriksa keausan baterai. Layar yang mengalami burn-in, tombol fisik yang longgar, serta penurunan performa akibat ausnya komponen penyimpanan juga menjadi pertimbangan. Namun, perlu diingat bahwa komponen keras masih bisa diperbaiki atau diganti, sementara ketiadaan pembaruan keamanan adalah risiko yang tidak bisa ditambal oleh servis fisik.

Langkah Mudah Menghitung Sisa Usia Ponsel

Langkah 1: Identifikasi Model dan Tahun Rilis. Informasi ini bisa ditemukan di menu pengaturan atau pada kotak pembelian. Mengetahui tahun peluncuran akan membantu menghitung sisa umur berdasarkan siklus dukungan yang berlaku.

Langkah 2: Telusuri Kebijakan Pembaruan Resmi. Cari informasi dari situs resmi produsen. Sebagai contoh, jika Samsung Galaxy S22 dirilis pada 2022 dengan janji empat kali pembaruan Android, maka ponsel tersebut masih akan mendapatkan sistem operasi baru hingga sekitar tahun 2026. Bandingkan dengan tahun saat ini untuk mengestimasi sisa masa dukungan.

Langkah 3: Periksa Riwayat Pembaruan Terakhir. Buka menu pembaruan sistem pada ponsel. Jika tidak ada lagi pembaruan yang tersedia dan level tambalan keamanan sudah berhenti beberapa bulan, besar kemungkinan perangkat telah memasuki fase akhir dukungan.

Langkah 4: Gunakan Pelacak Dukungan Daring. Situs seperti endoflife.date menyediakan pangkalan data lengkap perangkat beserta tanggal akhir dukungannya. Masukkan nama model ponsel, dan informasi sisa usia akan langsung ditampilkan. Langkah ini sangat membantu bagi pengguna yang kurang yakin dengan kebijakan resmi produsen.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Dukungan Berakhir?

Ketika ponsel sudah tidak lagi mendapat pembaruan keamanan, Anda sebaiknya segera merencanakan penggantian perangkat. Menggunakan ponsel tanpa tambalan keamanan bagaikan tinggal di rumah tanpa kunci pintu. Namun, jika terpaksa harus tetap menggunakannya, hindari menyimpan data sensitif, instal aplikasi hanya dari toko resmi, dan jangan melakukan transaksi perbankan dari perangkat tersebut. Sebagai langkah antisipasi, Anda bisa mempertimbangkan program tukar tambah yang ditawarkan oleh toko atau platform jual-beli untuk mendapatkan harga lebih murah saat membeli perangkat baru.

Di sisi lain, perangkat yang sudah tua masih bisa dialihfungsikan. Misalnya, dijadikan pemutar musik khusus, kamera pemantau bayi, atau perangkat cadangan anak-anak. Asalkan tidak terhubung ke data penting, risiko keamanannya bisa diminimalkan. Ingatlah bahwa keputusan untuk tetap memakai ponsel usang harus selalu diimbangi dengan kewaspadaan ekstra terhadap tautan mencurigakan dan jaringan Wi-Fi publik.

Kesimpulan

Mengetahui sisa usia ponsel bukan sekadar urusan gengsi atau tren, melainkan langkah penting untuk menjaga keamanan digital. Dengan memahami siklus dukungan pabrikan, memantau kesehatan komponen, dan menggunakan sumber informasi yang tepat, Anda bisa menentukan kapan waktu ideal untuk beralih ke perangkat baru. Baik iPhone maupun Android memiliki pendekatan yang berbeda, namun prinsipnya sama: jangan biarkan ponsel Anda menjadi pintu masuk bagi ancaman siber hanya karena Anda tidak tahu batas masa pakainya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User