Barantin: Ekspor Florikultura Indonesia Berhasil Tembus 96 Negara
Kekayaan keanekaragaman hayati (biodiversitas) Indonesia kian mengukuhkan posisinya di panggung perdagangan internasional. Badan Karantina Indonesia (Baran
Kekayaan keanekaragaman hayati (biodiversitas) Indonesia kian mengukuhkan posisinya di panggung perdagangan internasional. Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat bahwa komoditas florikultura nasional telah berhasil menjangkau 96 negara tujuan ekspor sepanjang tahun 2026. Capaian ini menegaskan bahwa sektor tanaman hias tidak lagi sekadar menjadi hobi musiman, melainkan telah bertransformasi menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi yang memenuhi standar ketat pasar global.
Potensi besar tersebut dipaparkan secara langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, saat membuka gelaran Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Pameran berskala internasional ini menjadi etalase strategis bagi para pelaku usaha florikultura dalam negeri untuk memperluas penetrasi pasar ke mancanegara.
Transformasi Biodiversitas Menjadi Motor Ekonomi Hijau
Dalam sambutannya, Abdul Kadir Karding menekankan bahwa kekayaan flora Tanah Air tidak boleh hanya dipandang dari sudut pandang estetika semata. Nilai keindahan alami tersebut harus dioptimalkan menjadi sumber kesejahteraan yang konkret bagi rantai pasok agribisnis nasional, mulai dari petani pembudidaya, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga sektor industri kreatif.
"Keindahan tanaman harus mampu kita transformasikan menjadi nilai tambah dan daya saing Indonesia. Florikultura bukan sekadar hobi, melainkan bagian penting dari ekonomi hijau, industri kreatif, inovasi, penyerapan lapangan kerja, dan peluang ekspor nasional," tegas Karding di hadapan para pemangku kepentingan industri florikultura.
Karding menambahkan bahwa penguatan ekonomi hijau berbasis keanekaragaman hayati membutuhkan sinergi lintas sektor yang berkelanjutan. Kolaborasi antara kementerian/lembaga teknis, asosiasi pembudidaya, perbankan, dan eksportir dinilai sangat krusial guna menjamin mutu, kontinuitas pasokan, serta efisiensi rantai logistik ekspor tanaman hias.
Kepatuhan Standar Karantina dan Daya Saing Global
Berdasarkan data sistem layanan karantina Best Trust Barantin per pertengahan September 2026, permintaan terhadap komoditas florikultura Indonesia terus menunjukkan tren positif dari berbagai kawasan, mulai dari Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika. Ragam tanaman hias daun, anggrek tropis, tanaman air (aquatic plants), hingga daun potong khas Indonesia dinilai memiliki keunggulan kompetitif yang khas di pasar dunia.
Namun demikian, untuk menjaga momentum pertumbuhan ekspor ini, kepatuhan terhadap regulasi sanitary and phytosanitary (SPS) internasional menjadi syarat mutlak. Barantin terus memperketat sistem pengawasan dan pendampingan di hulu agar seluruh produk yang dikirim bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), sehingga terhindar dari penolakan di negara tujuan.
| Aspek Strategis | Dampak dan Peran bagi Ekonomi Nasional |
|---|---|
| Jangkauan Pasar Global | Telah menembus 96 negara tujuan ekspor sepanjang tahun 2026. |
| Pemberdayaan Petani | Meningkatkan nilai tukar petani dan menciptakan lapangan kerja di pedesaan. |
| Jaminan Kualitas Ekspor | Penerapan sertifikasi karantina digital via sistem Best Trust Barantin. |
| Dukungan Ekonomi Hijau | Pengembangan budidaya ramah lingkungan berbasis konservasi biodiversitas. |
Strategi Menjaga Keberlanjutan Ekspor
Keberhasilan menembus 96 negara membuka peluang diversifikasi produk yang lebih luas. Untuk mengamankan pasar jangka panjang, pemerintah dan pemangku kepentingan florikultura perlu memfokuskan strategi pada tiga pilar utama:
- Riset dan Pengembangan Varietas: Mendorong pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas baru yang tahan hama dan memiliki keunikan visual tinggi.
- Digitalisasi Sertifikasi dan Lacak Balak: Mempercepat proses inspeksi karantina guna memastikan kesegaran komoditas tetap terjaga hingga tiba di tangan konsumen internasional.
- Promosi dan Edukasi Pasar: Memanfaatkan pameran internasional berkala seperti FLOII Expo guna mempertemukan pembeli potensial (buyers) dengan produsen lokal.
Dengan langkah penguatan di sisi hulu dan hilir tersebut, Barantin optimis florikultura Indonesia akan terus menjadi salah satu pilar ekspor nonmigas yang tangguh serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional berkelanjutan.




Comments (0)