Bakrie Respons Mundurnya Perry Warjiyo, Sorot Kelanjutan QRIS

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan sikap resmi terhadap mundurnya Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia. Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, memberi apresias...

Jul 28, 2026 - 03:36
0 0
Bakrie Respons Mundurnya Perry Warjiyo, Sorot Kelanjutan QRIS

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan sikap resmi terhadap mundurnya Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia. Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, memberi apresiasi terhadap rekam jejak Warjiyo sekaligus mengingatkan pentingnya kepastian arah pembayaran digital nasional pasca transisi. Pernyataan ini muncul seiring kekhawatiran pelaku usaha akan potensi perubahan haluan pada Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang selama ini menjadi enabler utama inklusi keuangan.

Sebagai sosok yang menjabat sejak 2018, Perry Warjiyo meninggalkan warisan berupa stabilitas sistem keuangan yang kokoh serta lompatan besar digitalisasi sistem pembayaran. Bagi Kadin, kontribusi terbesarnya adalah merajut arsitektur moneter yang tetap kondusif bagi pertumbuhan dunia usaha, sekaligus merintis infrastruktur digital yang menghubungkan bank, fintech, dan sektor informal. Namun, kepergiannya yang mendadak – apapun alasan di baliknya – menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan proyek transformasi yang belum sepenuhnya tuntas.

Warisan Digital yang Melampaui Satu Periode

Nama QRIS tidak bisa dilepaskan dari visi Warjiyo yang ingin menyatukan fragmentasi alat bayar berbasis kode QR di Tanah Air. Sebelum QRIS hadir, setiap aplikasi dompet digital dan mobile banking memiliki kode QR sendiri sehingga merchant harus menyediakan puluhan stiker berbeda untuk menerima pembayaran. Standarisasi ini melejitkan penetrasi pembayaran non-tunai hingga ke warung kelontong dan pedagang pasar. Hingga triwulan pertama 2025, Bank Indonesia mencatat lebih dari 47 juta merchant terdaftar, dengan lebih dari 80 persen di antaranya merupakan usaha mikro. Volume transaksi harian tembus di atas Rp12 triliun, menandakan QRIS sudah menjadi infrastruktur publik yang tak tergantikan.

Kecemasan Pasar dan Seruan Transisi Terarah

Anindya Bakrie tidak menampik keresahan di kalangan pengusaha. Dalam beberapa forum diskusi internal Kadin, anggota menyuarakan kekhawatiran akan timbulnya kebijakan baru yang justru mengganggu ritme pertumbuhan ekosistem yang sudah terbangun. “Transisi di bank sentral bukan hanya soal siapa yang duduk di kursi gubernur, tetapi tentang keberlanjutan proyek strategis yang menyentuh hajat hidup jutaan pelaku UMKM,” ujar Bakrie melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi. Ia meminta agar pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat melakukan komunikasi publik secara transparan guna meredam spekulasi negatif. Terlebih, momen pergantian pucuk pimpinan Bank Indonesia bersamaan dengan gejolak nilai tukar global yang masih fluktuatif, sehingga stabilitas ekspektasi pasar modal menjadi taruhannya.

Nasib QRIS di Bawah Nahkoda Baru

Sorotan utama Anindya Bakrie tertuju pada nasib QRIS. Ia mengingatkan bahwa infrastruktur ini belumlah mencapai klimaksnya. Rencana interkoneksi QRIS dengan negara-negara ASEAN, seperti yang telah dimulai dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura, membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya paham teknologi, tetapi juga mampu menjalin diplomasi keuangan regional. “Kami tidak bisa kembali ke masa lalu di mana setiap bank mengeluarkan QR code masing-masing. Ekosistem yang sudah efisien ini harus tetap dijaga, bahkan ditingkatkan menuju cross-border interoperability sepenuhnya,” imbuh Bakrie. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan keamanan siber untuk mengantisipasi potensi kejahatan digital yang kian canggih seiring dengan meningkatnya volume transaksi.

Kolaborasi Kadin dengan Kepemimpinan Mendatang

Meskipun menyuarakan kekhawatiran, Anindya Bakrie menegaskan kesiapan Kadin untuk bermitra dengan siapa pun yang kelak memimpin Bank Indonesia. Sinergi antara otoritas moneter dan sektor usaha dipandang sebagai kunci agar bauran kebijakan yang diambil senantiasa membumi dan responsif terhadap dinamika lapangan. Bakrie menyebut bahwa Kadin akan menyampaikan sejumlah rekomendasi teknis kepada calon gubernur, termasuk pentingnya mempertahankan tarif Merchant Discount Rate (MDR) yang terjangkau bagi segmen mikro, serta mempercepat perluasan QRIS TUNTAS di wilayah terpencil yang masih terkendala jaringan telekomunikasi.

Terlepas dari alasan mundurnya Perry Warjiyo, Anindya Bakrie menekankan bahwa bangsa ini tidak boleh kehilangan fokus. Transformasi digital yang sudah berjalan adalah hasil investasi jangka panjang yang tidak boleh terhenti oleh pergantian figur. Justru momentum ini harus menjadi titik awal untuk melesatkan inovasi tanpa kehilangan stabilitas. Nasib QRIS, sejatinya, adalah cermin kemampuan Indonesia menjaga komitmen terhadap modernisasi ekonomi di tengah berbagai guncangan politik dan institusional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User