APJATI Gelar EBM 2026 Perkuat Kemitraan Ketenagakerjaan Indonesia-Malaysia
PATOKAN.COM, KUALA LUMPUR — Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) secara resmi menyelenggarakan agenda tahunan Employment Business Match
PATOKAN.COM, KUALA LUMPUR — Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) secara resmi menyelenggarakan agenda tahunan Employment Business Matching (EBM) Malaysia–Indonesia 2026 di Hotel Concorde, Kuala Lumpur, Malaysia. Forum bisnis ketenagakerjaan berskala internasional ini diselenggarakan sebagai langkah konkrit dalam memperkuat tata kelola penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta mempererat kerja sama bilateral di sektor ketenagakerjaan antara Indonesia dan Malaysia.
Pelaksanaan EBM 2026 bertujuan untuk menciptakan mekanisme rekrutmen yang lebih transparan, terintegrasi, dan aman. Melalui forum ini, para pelaku industri penempatan tenaga kerja dari kedua negara berkesempatan untuk menyelaraskan regulasi, mendiskusikan standar perlindungan migran, serta membuka ruang kolaborasi baru guna memenuhi kebutuhan pasar kerja formal yang terus berkembang pesat di Negeri Jiran.
Tahapan Kronologis Pelaksanaan EBM 2026 di Kuala Lumpur
Pelaksanaan ajang Employment Business Matching 2026 berlangsung dengan susunan agenda ketat yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi kerja sama antar-pihak:
- Sesi Registrasi dan Identifikasi Kebutuhan: Dimulai pada pagi hari, sebanyak 150 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan lebih dari 200 agensi resmi Malaysia melakukan verifikasi berkas dan pemetaan kualifikasi calon pekerja.
- Pembukaan Resmi dan Pengarahan Kebijakan: Jajaran pengurus pusat APJATI bersama perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menyampaikan pengarahan terkait regulasi ketenagakerjaan terbaru dan pentingnya perlindungan hak-hak migran.
- Pelaksanaan Business Matching Desk-to-Desk: Sesi inti di mana perwakilan P3MI berdiskusi secara langsung dengan agensi Malaysia untuk menyepakati kuota penempatan, standar gaji, dan fasilitas keselamatan kerja.
- Ratifikasi Nota Kesepahaman (MoU): Penandatanganan dokumen kerja sama strategis antara P3MI dan agensi Malaysia sebagai komitmen legalitas rekrutmen.
Prioritas Penempatan Sektor Formal dan Perlindungan Tenaga Kerja
Dalam forum EBM 2026, APJATI menegaskan komitmennya untuk mendorong porsi penempatan Pekerja Migran Indonesia di sektor formal. Kebijakan ini diambil guna meminimalisasi risiko kerentanan hukum sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan PMI di luar negeri.
"Melalui ajang Employment Business Matching 2026 ini, fokus utama APJATI bukan sekadar mengejar pemenuhan kuota penempatan, melainkan memastikan bahwa seluruh pekerja migran kita ditempatkan pada posisi formal yang terlindungi secara hukum, memiliki gaji layak, dan mendapatkan jaminan sosial sesuai aturan yang berlaku," tegas perwakilan pengurus APJATI di Kuala Lumpur.
Adapun sektor-sektor utama yang menjadi prioritas dalam kesepakatan EBM 2026 meliputi:
- Sektor Manufaktur dan Industri Modern: Penyerapan tenaga terampil untuk kebutuhan sektor perakitan elektronik, komponen otomotif, dan pengolahan pangan.
- Sektor Konstruksi dan Infrastruktur: Penyediaan tenaga ahli teknis dan pekerja lapangan terstruktur untuk mendukung proyek pembangunan nasional di Malaysia.
- Sektor Jasa dan Perhotelan: Pemenuhan staf profesional untuk mengintegrasikan layanan industri hospitality dan pariwisata.
- Sektor Perkebunan Terpadu: Penguatan tata kelola penempatan pada perkebunan kelapa sawit dengan standar hak asasi manusia dan perlindungan kerja yang ketat.
Penerapan Digitalisasi Rekrutmen dan Target Kuota Penempatan
Poin krusial lain yang menjadi hasil kesepakatan dalam EBM 2026 adalah percepatan transformasi digital dalam proses rekrutmen dan pemantauan PMI. APJATI mendorong penggunaan platform digital terpadu yang terkoneksi langsung antara sistem di Indonesia dan Malaysia. Langkah ini diyakini mampu memangkas praktik percaloan, menekan biaya rekrutmen yang berlebihan, serta mempermudah lacak balak (traceability) keberadaan pekerja selama masa kontrak.
Forum ini berhasil mencatatkan potensi penempatan hingga mencapai lebih dari 50.000 tenaga kerja formal sepanjang tahun berjalan. Hasil positif dari forum EBM 2026 di Hotel Concorde Kuala Lumpur ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan penempatan PMI yang profesional, bermartabat, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian kedua negara.




Comments (0)