Api Hanguskan 37 Rumah di Pemukiman Padat Makassar, 245 Warga Mengungsi

Kebakaran dahsyat melanda kawasan hunian padat di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan masif dengan total 37 unit rumah ludes dilalap si...

Aug 12, 2026 - 22:39
0 1
Api Hanguskan 37 Rumah di Pemukiman Padat Makassar, 245 Warga Mengungsi

Kebakaran dahsyat melanda kawasan hunian padat di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan masif dengan total 37 unit rumah ludes dilalap si jago merah. Akibatnya, 245 orang yang semula menetap di lokasi tersebut kini harus mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.

Peristiwa bermula saat sebagian besar warga masih terlelap dalam tidur pulas. Kobaran api pertama kali terlihat dari salah satu rumah di ujung gang sempit. Karena bangunan di area tersebut berdiri berdempetan dengan jarak yang sangat dekat, serta sebagian besar menggunakan material mudah terbakar seperti kayu, triplek, dan atap seng yang mudah menghantarkan panas, api dengan cepat menjalar ke hunian lainnya dalam waktu singkat.

Upaya Memadamkan Api Terhambat Akses Sempit

Warga yang tersadar berusaha menyelamatkan diri dan harta benda. Teriakan minta tolong memecah keheningan malam. Beberapa orang berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya seperti ember dan gayung, namun upaya tersebut tidak mempan karena angin kencang dari arah timur mendorong semakin besarnya kobaran api yang menjalar cepat ke berbagai penjuru.

Personel pemadam kebakaran yang tiba di lokasi menghadapi kesulitan akses yang signifikan. Jalan menuju permukiman tersebut sangat sempit dan berliku, bahkan beberapa kendaraan pemadam berukuran besar tidak bisa masuk ke titik terjadinya kebakaran. Petugas terpaksa memasang selang dengan jarak yang cukup jauh dari mobil pemadam ke titik pusat api, sehingga tekanan air yang keluar tidak maksimal.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran setempat menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan tujuh unit armada begitu menerima laporan dari warga. Namun, medan yang sulit membuat proses pemadaman memakan waktu lebih lama dari perkiraan. Api baru bisa dikendalikan setelah petugas berjuang selama hampir tiga jam nonstop.

Ratusan Jiwa Terdampak dan Kehilangan Tempat Tinggal

Dampak yang ditimbulkan sangat besar dan menyeluruh. Selain puluhan rumah yang hangus total tidak tersisa, banyak warga mengalami luka ringan akibat terkena panas dan asap tebal yang membubung tinggi. Beberapa anak-anak dan lansia mengalami sesak napas akut dan harus segera mendapat perawatan medis dari tim kesehatan yang datang ke lokasi. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah mengingat seluruh isi rumah ikut musnah bersama bangunan.

Kepala Desa setempat mengatakan bahwa permukiman tersebut memang sudah lama menjadi perhatian karena kepadatan penduduk dan keterbatasan infrastruktur yang memprihatinkan. Akses jalan yang sempit menjadi hambatan utama saat terjadi bencana, baik untuk evakuasi maupun untuk masuknya petugas penyelamat. Ia berharap peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk melakukan penataan ulang kawasan kumuh agar lebih aman dan layak huni.

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah segera membuka posko pengungsian di aula kelurahan dan beberapa titik lain yang lebih aman. Bantuan logistik seperti makanan siap saji, air mineral, selimut, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya mulai disalurkan secara bertahap untuk korban. Tim kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit terdekat juga dikerahkan untuk memberikan pelayanan kepada warga yang mengalami trauma psikologis dan masalah pernapasan pasca kebakaran.

Salah seorang korban yang ditemui di posko pengungsian mengaku hanya bisa menyelamatkan diri bersama istri dan dua anaknya. Semua dokumen penting, perabotan rumah tangga, peralatan usaha, dan barang berharga lainnya tertinggal dan hangus dalam api. Ia berharap bantuan dari pemerintah segera terealisasi secara menyeluruh agar keluarganya bisa bertahan dalam kondisi sulit ini dan segera bangkit kembali.

Penyelidikan Penyebab Kebakaran Masih Berlangsung

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyatakan pihaknya tengah menyusun data lengkap dan detail terkait jumlah kerugian serta kebutuhan mendesak warga. Rencananya, bantuan tahap awal berupa uang tunai dan material bangunan akan disalurkan dalam waktu dekat, sementara untuk pemulihan hunian permanen akan dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Kepolisian Resort setempat masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Beberapa saksi mata diperiksa secara cermat untuk mengungkap bagaimana api pertama kali muncul dan mengapa penyebarannya bisa begitu cepat. Kemungkinan korsleting listrik akibat jaringan yang sudah rapuh atau tungku memasak yang tidak dimatikan menjadi dugaan sementara yang tengah diusut oleh tim gabungan.

Peristiwa ini kembali mengingatkan akan pentingnya kesadaran keselamatan di permukiman padat penduduk. Masyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan sumber api dan listrik, serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman. Selain itu, dibutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak termasuk pemerintah dan swasta untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, akses jalan darurat, dan penyediaan hidran umum di kawasan rawan bencana serupa agar kejadian tragis tidak terulang di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User