Anindya Bakrie Bicara Mundurnya Perry Warjiyo dan Masa Depan QRIS

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, memberikan tanggapan resmi terkait pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Keputusan tersebut ...

Jul 28, 2026 - 07:06
0 0
Anindya Bakrie Bicara Mundurnya Perry Warjiyo dan Masa Depan QRIS

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, memberikan tanggapan resmi terkait pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Keputusan tersebut mengejutkan banyak pihak, mengingat peran sentral Perry dalam menjaga stabilitas moneter sekaligus mendorong transformasi digital di sektor keuangan. Dalam pernyataannya, Anindya Bakrie menekankan bahwa kontribusi Perry Warjiyo sangat besar, terutama dalam melahirkan ekosistem pembayaran berbasis kode QR yang kini dikenal luas sebagai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Namun, ia juga menyuarakan keprihatinan mengenai nasib program digital tersebut usai ditinggal arsitek utamanya.

Alasan Pengunduran Diri dan Apresiasi dari Dunia Usaha

Meski rincian alasan mundurnya Perry tidak diumumkan secara detail, beredar informasi bahwa faktor kesehatan dan pertimbangan pribadi menjadi latar belakang keputusan tersebut. Anindya Bakrie menyampaikan rasa hormatnya atas pilihan itu seraya mengapresiasi dedikasi Perry sepanjang masa jabatannya. “Kami dari dunia usaha sangat menghargai komitmen beliau. Di bawah kepemimpinannya, Bank Indonesia tidak hanya berhasil mengendalikan inflasi di tengah tekanan global, tetapi juga berhasil membawa layanan keuangan digital ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Bakrie dalam sebuah kesempatan diskusi ekonomi di Jakarta, Kamis (3/7).

Lebih lanjut, Anindya menegaskan bahwa transformasi digital yang diinisiasi Perry bukan semata proyek infrastruktur, melainkan juga perubahan budaya bertransaksi masyarakat. Standardisasi kode QR melalui QRIS telah memangkas fragmentasi di antara berbagai penyedia dompet digital dan perbankan, sehingga mempercepat inklusi keuangan. Kini, jutaan pedagang kecil hingga usaha menengah telah terintegrasi dalam satu ekosistem pembayaran yang efisien. Peran Perry Warjiyo dalam mewujudkan visi tersebut dinilai tak tergantikan dalam jangka pendek.

Menyorot Masa Depan QRIS

Kekhawatiran terbesar yang diungkapkan Anindya Bakrie adalah potensi melambatnya pengembangan QRIS pasca pergantian pucuk pimpinan bank sentral. Menurutnya, QRIS merupakan tulang punggung ekonomi digital nasional yang baru saja mencapai tahap kematangan. Jika terjadi perubahan arah kebijakan atau prioritas dari gubernur baru, dikhawatirkan inovasi-inovasi lanjutan seperti QRIS TUNTAS (untuk transaksi lintas negara) atau ekspansi ke sektor transportasi publik akan kehilangan momentum. “QRIS ini sudah menjadi ikon. Dunia usaha telah berinvestasi besar untuk mengadopsinya. Kami tidak ingin program ini mandek hanya karena ketiadaan figur penggerak utamanya,” tegas Bakrie.

Kadin, melalui Bakrie, meminta agar calon pemimpin BI selanjutnya memiliki visi yang sejalan dalam melanjutkan proyek strategis tersebut. Ia mengusulkan agar Komisi XI DPR dan pemerintah mempertimbangkan rekam jejak digital kandidat sebagai salah satu syarat utama. “Kami ingin jaminan bahwa digitalisasi sistem pembayaran tetap menjadi agenda nasional. Tidak boleh ada setback,” tambahnya. Kadin siap bekerja sama dengan BI untuk memastikan sektor usaha tidak terganggu oleh transisi kepemimpinan.

Warisan Stabilitas dan Harapan ke Depan

Di sisi moneter, Anindya Bakrie juga mengenang bagaimana Perry Warjiyo berhasil menavigasi badai ekonomi selama pandemi COVID-19. Kebijakan burden sharing antara BI dan pemerintah dalam pembiayaan defisit menjadi terobosan yang dianggap berhasil menjaga ketahanan fiskal tanpa menimbulkan gejolak kurs yang berlebihan. Nilai tukar rupiah terjaga dalam rentang yang manageable, dan cadangan devisa tetap tebal. Faktor stabilitas ini menjadi pondasi penting bagi dunia usaha untuk melanjutkan rencana ekspansi.

Meski merasakan kehilangan, Anindya Bakrie optimistis lembaga Bank Indonesia memiliki tradisi institusional yang kuat. Ia yakin siapapun penggantinya kelak akan mewarisi semangat inovasi yang sudah ditanamkan. “Institusi lebih besar daripada individu. Yang penting, pimpinan baru nanti memahami betapa berharganya aset digital seperti QRIS dan melanjutkannya dengan penyempurnaan.”

Pengamat ekonomi menyambut baik pernyataan Kadin tersebut sebagai sinyal bahwa sektor swasta ingin transisi yang mulus dan tetap fokus pada akselerasi digital. Dengan diumumkannya pengunduran diri Perry Warjiyo, mata publik kini tertuju pada proses seleksi di DPR serta nama-nama yang digadang-gadang menjadi calon kuat. Apakah transformasi digital yang telah dirintis akan terus berlanjut, atau justru terhenti karena perubahan haluan, menjadi pertanyaan yang menanti jawaban dalam beberapa minggu ke depan. Anindya Bakrie berjanji akan terus menyampaikan aspirasi pelaku usaha agar kebijakan BI tidak kehilangan sentuhan digital yang telah menjadi karakter periode sebelumnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User