AMA Indonesia Gelar Konferensi 2026 di Bali Bersama Tokoh Nasional
BALI — Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA Indonesia) mengumumkan persiapan perhelatan akbar tahunan bertajuk AMA Indonesia Conference 2026 yang dijadwalkan
BALI — Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA Indonesia) mengumumkan persiapan perhelatan akbar tahunan bertajuk AMA Indonesia Conference 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Pulau Dewata, Bali. Forum strategis ini dirancang untuk mempertemukan ratusan pemikir manajemen, praktisi bisnis, birokrat, serta investor terkemuka guna merespons dinamika perekonomian nasional dan global terkini.
Konferensi tingkat nasional ini difokuskan sebagai ruang pertukaran gagasan serta perumusan strategi komprehensif di tengah percepatan transformasi industri dan disrupsi teknologi. Panitia pelaksana menargetkan kehadiran sedikitnya 500 peserta dari beragam latar belakang profesional di seluruh penjuru Tanah Air.
Daftar Tokoh Kunci dan Narasumber Lintas Sektor
Sejumlah figur penting dari jajaran pemerintahan, badan usaha milik negara (BUMN), hingga sektor swasta papan atas telah dikonfirmasi dan masuk dalam agenda pembicara. Kehadiran para praktisi kawakan ini ditujukan untuk memberikan perspektif multidimensi, mulai dari aspek tata kelola korporasi, kepemimpinan modern, hingga strategi investasi bernilai tinggi.
Berdasarkan rilis resmi panitia penyelenggara, berikut adalah jajaran narasumber yang dijadwalkan mengisi sesi pleno dan diskusi panel:
- Prof. Dr. Burhanuddin Abdullah — Ketua Dewan Pembina AMA Indonesia
- Dr. Arief Yahya — Anggota Dewan Pembina AMA Indonesia
- Donny Oskaria — Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia & Kepala BP BUMN (dalam konfirmasi)
- Dr. Alex Denni — Ketua Umum AMA Indonesia
- Lo Kheng Hong — Praktisi dan Value Investor terkemuka nasional
- I Gusti Ngurah Anom (Ajik Krisna) — Founder dan Pemilik Krisna Holding Company
- Denny Januar Ali — Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Pertamina Hulu Energi (PHE)
- Anggoro Eko Cahyo — Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (dalam konfirmasi)
- Rivan Achmad Purwantono — Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk (dalam konfirmasi)
- Fajar Rizky Lucky — Direktur Keuangan & SDM PT Peruri (dalam konfirmasi)
- Dr. Eman Sumirat, SE, M.Buss — Akademisi, Praktisi Keuangan/Investasi, dan Dosen SBM ITB
Rangkaian Agenda dan Fokus Pembahasan Strategis
Konferensi ini menyusun kurikulum materi yang terstruktur secara tematik guna menjawab kebutuhan praktis dunia usaha saat ini. Para narasumber akan mengupas tuntas tantangan pengelolaan organisasi dari berbagai sudut pandang fungsional.
- Kepemimpinan dan Tata Kelola Transformasional: Pembahasan mengenai adaptasi manajerial dalam menavigasi restrukturisasi BUMN dan penguatan ekosistem investasi nasional.
- Strategi Finansial dan Value Investing: Eksplorasi mendalam terkait strategi penciptaan kekayaan berkelanjutan (*wealth creation*) dan analisis valuasi pasar modal langsung dari pakar investasi.
- Kewirausahaan dan Ketahanan UMKM: Pembelajaran praktis mengenai pembangunan jaringan bisnis ritel dan pariwisata yang resilien di skala regional maupun nasional.
- Infrastruktur, Perbankan, dan SDM: Sinergi sektor pembiayaan syariah, modernisasi konektivitas jalan tol, serta optimalisasi talenta manusia dalam era otomatisasi.
“Forum ini ditujukan bagi pelaku usaha, profesional, investor, akademisi, serta pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan dunia bisnis dan investasi,” tulis pernyataan resmi DPP AMA Indonesia.
Akselerasi Kapabilitas Pelaku Usaha Menghadapi Pasar Global
Pelaksanaan konferensi di Bali bukan sekadar seremonial pertemuan tahunan, melainkan platform konsolidasi ide bisnis. Melalui interaksi intensif antara regulator, pimpinan korporasi, serta pelaku UMKM mandiri, acara ini diharapkan mampu melahirkan peta jalan manajerial yang aplikatif.
Selain pemaparan materi dari narasumber utama, panitia telah menyiapkan serangkaian agenda jejaring kerja (*networking sessions*) guna membuka peluang kemitraan strategis, ekspansi modal, hingga kolaborasi riset bisnis berkelanjutan. Pendekatan lintas disiplin ini diharapkan dapat memperkuat daya saing manajemen Indonesia di kancah persaingan regional Asia Tenggara.




Comments (0)